Awal Hari yang Penuh Kesan


Sejuuuk
Sejuuuk

Tadi, pagi-pagi sangat, saya menatap langit. Sedikit ada rona yang menyiratkan bahwa hari ini mentari akan bersinar. Yes, lihatlah teman, dari siluet rona awan nan berarak. Ada celah yang memberi gambaran, bahwa memang, mentari sedang dalam persiapan. Ai! Sebentar lagi, ia tersenyum ceria.

Perlahan, langit nan memutih berhiaskan ciptaan-NYA yang ringan bernama awan, mulai terlihat. Diiringi oleh semilir angin yang berhembus sepoi, ia semakin jelas saja. Kemudian berubah warnanya menjadi biru nan bening. So sweet. View yang kembali mengingatkan saya pada arti penting mata.

Mata adalah salah satu alat indera yang Allah titipkan kepada kita. Lalu, seberapa besar kemampuan kita untuk menjaganya? Ya, menjaganya dari memandang yang tidak perlu ia pandang. Termasuk juga memandang segala sesuatu yang belum pantas ia pandang. Atau bahkan menjaganya dari memandang apapun yang memang tidak boleh untuk ia pandang, selama-lamanya. Oaaaaaa…. Karena pandangan adalah awal dari hadirnya fikiran.

Pandangan, memandang, lalu membayangkan. Pandangan, memandang, lalu mengimpikan. Pandangan, memandang, lalu menginginkan. Ai! Sudahkah kita menjaga pandangan, wahai teman?

Setiap kita berhak atas pandangan apa saja yang kita tebarkan ke seluruh penjuru alam. Namun, ada satu alasan mengapa kita perlu menjaga pandangan. Adalah pertanggungjawaban akan kita sampaikan, nanti ketika kita berada di hadapan Allah, Rabb seluruh alam. Ya, alam yang sedang kita pandang-pandangin adalah kenikmatan. Kenikmatan bagi siapa saja yang menikmati kebersamaan dengannya. So, semua kembali lagi kepada kita wahai teman. Adakah kita siap untuk mempertanggungjawabkan nikmatnya pandangan yang sedang kita lancarkan?

Dalam memandang, memang kita berhak atasnya. Kemanapun kita pergi, untuk menyaksikan view-view yang tersedia, it is free. Bebas. Ya, sebebas hembusan angin yang menerpa wajah ini. Pun, sebebas awan nan berarak beramai-ramai di atas sana. Dalam memandang, pandanglah apapun yang engkau ingin pandang, sebebasnya, but ingatlah akan hari pertanggungjawaban, hari yang menjadi saksi atas segala kelakuan.

Segigih-gigihnya hati dalam mengingatkan, setiap kali kita memandang sesuatu secara berlebihan, tentu ia akan terkalahkan. Namun demikian, kita simpan di mana peranannya sebagai teman? Ya, karena hati adalah teman yang senantiasa mau mengingatkan ketika kita salah jalan. Ia adalah sebaik-baik teman yang mengingatkan. Teman, yaa teman yang penuh perhatian. Karena ia adalah hati yang menawan. Hati? Bagaimana kabarmu wahai teman?

Ketika ia berkata lalu kita mengabaikan, alamat penyesalan pada akhirnya. Saat ia menyarankan lalu kita jalankan, maka senyuman adalah ekspresi yang mewujud kemudian. Ai! Dengan mengikuti suara hati, insyaAllah, berkekalan pertemanan yang pernah terjalin di antara kita. Pertemanan sesama hamba-NYA. Pertemanan yang bermula karena Peran serta-NYA. Pertemanan yang menjadi jalan hadirnya ingatan berkepanjangan. Subhanallah, pertemanan itu memang indah yaa. Apalagi persahabatan yang kita hidupkan.

Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengembalikan ingatan pada teman. Apalagi saat ini, kita sedang berjauhan. Adapun salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan mengerjakan apa yang pernah kita lakukan ketika masih bersama-sama dengan teman yang bersangkutan. Niscaya, segera ingatan berantri ria untuk sampaikan sapaan. “Bagaimana kabarmu, teman?”, walau lewat semilir angin pagi yang menyejukkan. Semoga sapa ini sampai padamu, teman. Teman yang saat ini jauh di mata, teman yang saat ini sedang tersenyumm…. tersenyummmm….. lalu tersenyummmm…. lagi, seraya menyadarkan tatapan.

Setiapkali mengingatmu teman, terhadirkan senyuman yang lebih indah. Kapanpun mengenangkan kebersamaan kita teman, terangkailah butiran kemenangan. Ya, setiapkali ingatan ini padamu teman, maka berhamburanlah kesyukuran. “BERUNTUNGnya diri, mengenalmu yang menjadi jalan ingatkan ia pada ALLAH”. Terima kasih teman, atas keikhlasan dan ketulusan yang terpancar dari gerakan, dari pandangan, dari tatapan mata hati yang begitu peduli akan masa depan.

🙂 🙂 🙂

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s