Menyulam Perca Hati


Wahana Berekspresi

Wahana Berekspresi

 Ada dua puluh empat jam yang Allah titipkan pada kita dalam sehari dan semalam. Ya, memang, semua kita sudah tahu akan informasi ini semenjak lama, betul.. betul.. betul..? Waktu tersebut akan selamanya begitu, tidak berkurang ataupun bertambah. Namun, adakah kita telah, sedang dan akan memanfaatkannya dengan optimal. Waktu yang hanya sebentar, sejenak dan tiada akan kembali lagi. Waktu yang apabila ia telah menyapa kita pada hari ini, maka esok akan menjadi kenangan. Waktu yang apabila ia akan menemui kita esok hari, yakinkah kita akan pertemuan dengannya? Wallaahu a’lam.

Ada yang yakin dan percaya dengan waktu yang sedang membersamainya saat ini, lalu ia memanfaatkan hadirnya dengan sebaik-baiknya. Lalu, ada pula yang mensia-siakan kedatangannya dan kemudian menjadikannya sebagai suatu yang biasa saja. Hayoo, kita lagi ngapain aja bersama sang waktu, wahai teman.

Teman, ya teman yang ada di sekitar kita, sangat mempengaruhi bagaimana kita mengoptimalkan waktu. Apabila kita bersahabat dengan beliau-beliau yang sangat menghargai waktu, maka kita akan ikut-ikutan tertarik untuk menyeleksi dan memilih aktivitas yang sekiranya cocok untuk kita lakukan bersama waktu. Namun, apabila kita bersama dengan teman yang sebaliknya, maka silakan kita rasakan sendiri bagaimana kesudahannya. Wahai teman, engkau begitu berarti.

Ada banyak jenis teman yang kita temui dalam waktu yang dua puluh empat jam tadi. Beraneka karakter yang teman-teman bawa semenjak lahirnya, turut mewarnai hari-hari kita. Apabila kita berdekatan dengan para penggemar musik, maka kita pun mau tidak mau akan tercemari oleh nada-nada indah yang ia lantunkan. Apabila kita berakrab-akrab ria dengan beliau-beliau yang suka berspeaking ria, maka kita pun tergoda untuk bercuap-cuap bersamanya. Lama kelamaan, karakter teman yang lebih sering kita bersamai pun merembes pada kita. Wahai teman, siapakah engkau sesungguhnya?

Teman mempunyai andil yang sangat besar dalam perjalanan kita menempuh hari. Terlebih lagi ketika kita berada jauh dari keluarga. Teman adalah salah satu cerminan siapa diri kita, so, berteman dengan siapa saja adalah pilihan. Namun, berteman dengan teman yang dapat mengingatkan ketika kita lupa adalah surga dunia. Terima kasih teman, atas segalanya.

Teman-teman yang menemani kita dari waktu ke waktu mempunyai warna tersendiri. Sedangkan warna-warni tersebut, menebari beliau-beliau semua bagaikan kain perca yang bercorak. Ya, perca.

Perca? Tahukah Anda tentang perca? Perca adalah ……. ??? …..

(Oia, ada yang manggil…. sorry, tulisan ini belum selesai…, tapi mau di publish ajahaaahhahhhahaaaaa) 😀

🙂🙂🙂

 


3 comments

  1. Pingback: Curhat Remaja « MY SURYA

  2. Pingback: Curhat Remaja « My Surya


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s