I am Enjoy Your Smile


Siapa kita? Mana kontribusi yang dapat kita upayakan? Lalu, kapan kita memulainya? Atau cukupkah hanya menjadi penonton saja? Yang bersorak riang dan menggemuruhkan persada, ketika kemenangan telah tiba. Lalu mengungkapkan berbagai ekspresi saat kekalahan menggoda.

“Tim yang unggul tercipta dari kumpulan orang-orang yang mengetahui tujuan dan memahami perannya, lalu mereka bergerak bersama.”

Dan tahukah kita, bahwa kita adalah bagian dari tim. Tim yang sedang bergerak. Bersama kita bisa. Yes! Engkau, aku, dia, mereka, beliau-beliau yang ada di sana, sesungguhnya sedang bergerak pula. Untuk mengambil peran masing-masing. Peran yang ketika setiap kita memahaminya sebelum bergerak, maka kita dapat mencapai tujuan yang telah kita ketahui.

Tim bukanlah seseorang. Tim bukanlah satu, atau personel. Tim bukanlah pribadi yang berdiri sendiri. Namun, sebuah tim terbentuk dari pribadi-pribadi yang memang satu dan sendiri. Akan tetapi, setiap pribadi sedang bergerak sesuai dengan peran yang semestinya ia ada di sana.

Tim yang unggul, pada akhirnya akan mencapai kemenangan. Kemenangan tersebut menjadi ujung dari pergerakan yang dilancarkan oleh masing-masing pribadi. Pribadi yang memahami perannya. Dalam bergerak, adakalanya, mereka berdekatan. Namun, tidak jarang mereka berjauhan. Pada sebuah kesempatan mereka bersebelahan, namun seringkali mereka mengambil jarak. Termasuk saat-saat menuju kemenangan menjelang. Tidak semestinya mereka berdekatan, selamanya. Karena, dari jarak yang membatasi itulah mereka mengerti bahwa memang, di sanalah mereka seharusnya berada. Lalu, mengkaji ulang tentang peran diri. Kemudian bergerak lagi, seraya saling mengirimkan pesan lewat gerak dan tatapan. “Yuuuks kita lanjutkan perjuangan ini“, sapa jiwa mereka yang telah lama bersatu.

Seperti halnya permainan sepak bola yang terdiri dari kesebelasan. Kesebelasan?😀 Iya. Hahaa…. saya aslinya kurang mengerti tentang seluk beluk persepakbolaan. Namun demikian, saya ingin mengambil pelajaran dari aktivitas para pemain sepak bola, yang sempat saya saksikan tadi pagi. Ya. Foto-foto di atas, saya bidikkan di sela-sela waktu istirahat setelah puas berbadminton ria, di taman depan tugu, Gazibu.  “Para pemainnya beraksi di mana aja, yaaa…. Lihatlah… lihatlah teman, walaupun sarana yang mereka gunakan bukan lapangan hijauuuuuuuuu, namun semua terlihat enjoy dalam bermain“, begini komentar dari penonton.

Oia, ternyata ada jasa persewaan raket dan cock, lho… di lokasi“, saya dan Kaito baru tahu akhir-akhir ini. Hoohooo… So, iseng-isenglah kita menyewa. Adapun biaya sewa satu paketnya “Five Thousands Rupiahs Only“. Ini untuk satu kali sewa. Sedangkan waktu untuk permainan, berapa lama? Wwaaaaoooooo, ternyata bebaaaaaaaas, seeeeeeeeeepppuasnya. Mau sampai sore juga boleh. Secape’nya. Nah! Saya berdua dengan Kaito, memanfaatkan waktu pagi yang cerah berseri dalam libur kali ini, bertemankan mereka. Meskipun sisa ngantuk masih ada.  Tapi kalau sudah pagi, kita pasti bangun. Engga mau kalah dong, sama mentari yang hadir membawa senyuman terindah hari ini.

Dalam berjuang, ada waktunya untuk menikmati sekeliling. Pun ada waktunya untuk melanjutkan langkah-langkah dengan enjoy. Pada masa yang lainnya, kita serius mengayunkan gerak. Ai! Semua juga ada waktunya. Pada saat berjuang, tidak selamanya kita berada di bawah terik panas mentari yang menyengat, pun tidak selamanya perjalanan yang kita tempuh berkerikil dan berbatu. Yakinlah, jalan beraspal yang mulus dan indah itu, akan kita jelang pula, wahai teman. So, teruslah bergerak di manapun engkau berada. Tetaplah melangkahkan kaki, saat engkau menempuhi jalan penuh kerikil-kerikil kecil dan berbatu. Kalau tidak bergerak, tentu saja kita tidak akan berpindah. Intinya, salah satu solusi untuk dapat mencapai tujuan adalah,  “Kembalikan senyumanmu dengan mengingatku“, sapa mentari seraya mengedipkan matanya. Silau.

Ketika lelah engkau dalam melangkah, berehatlah sejenak. Pilihlah tempat yang segar, teduh dan bersih. Lalu, nikmatilah waktu rehatmu yang hanya sebentar itu dengan terus mengingat-NYA. Ya, kemudian setelah kebugaran kembali menyentuh ruang jiwamu, kumpulkan lagi perlengkapan yang tadi engkau bawa dalam melangkah. Terus, bergeraklah lagi. Ya, begitu seterusnya. Agar engkau mengerti, bahwa ada yang membutuhkan kontribusimu, teman. Karena engkau penting!

Teman, bukankah engkau adalah bagian dari tim yang unggul? Lalu, di  mana peranmu saat ini? Sudahkah engkau mengetahui tujuanmu? Ada siapa saja bersamamu, kini? Oia? Ketika di sampingmu sedang ada yang menemani, teruslah bergerak dan saling menyemangati.

Sure? Engkau lagi sendiri? Tidak, sekali lagi tidak. Para sahabat sedang ada di kejauhan, ia pun sedang bergerak. Lihatlah, senyumannya yang menebar saat ini, karena menyaksikanmu.  Karena beliau bahagia dapat menemukanmu. Karena beliau bahagia akan bersama-sama denganmu. Balaslah senyuman itu, karena bisa jadi senyuman yang sedang engkau saksikan kini adalah senyumannya yang pertama atau malah sebaliknya. Sudahkah engkau mengenal beliau dengan baik?

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s