Bunga Senyuman di Ujung Jemari


Bunga yang Unik

Bunga yang Unik

Perawakannya yang kecil tidak kekar, memang. Namun ia mampu berdiri tegak menghadap ke arah sinar mentari. Sekuntum kembang senyuman hari ini kembali merekah. Ai! Senyuman dari wajahmu kah itu, wahai sahabat?

Sahabat adalah senyuman yang ada saat ini untuk menemani kita dalam memanfaatkan waktu. Senyuman adalah kembang jiwa yang menunjukkan dirinya dengan segera, kapan pun kita ingin memandanginya. Ya, kapanpun.

Bunga senyuman adalah setangkai suara yang bertengger di ujung jemari nan menari. Lalu, ia menyampaikannya lewat  rangkaian huruf demi huruf hingga menjadi nyata.

Meskipun kegelapan adalah tempatnya berada kini, namun dengan aura yang memancar lewat pesona diri, ia mampu memberikan penerangan. Kelopaknya yang gemulai, mampu memberaikan seberkas sinar.

Di atas genggaman jemari yang menari, sekuntum bunga senyuman sedang memberikan kehangatan yang ia punya. Dari detik ke detik, dari waktu ke waktu yang terus bergerak maju, seperti itu pula dengan dirinya. Ia bertumbuh.

Sekuntum bunga senyuman yang terlanjur tersemaikan, mampu memekarkan senyuman pada wajah-wajah yang sempat memandang padanya. Karena ia adalah bunga yang menarik.

Ranah yang menjadi sarana keberadaan dirinya yang bertaburan cahaya, kini semakin berkesan. Lihatlah wahai teman… sekuntum bunga sedang berbahagia kiranya.  Ia sedang mengungkapkan apa yang ia alami.

Ketika sang bunga terlalu lama berlindung di dalam lingkungannya yang penuh dengan kesejukan, tentu ia akan menjadi segar dan bugar. Namun, alangkah baiknya kalau ia terkena timpaan sinar mentari. Pasti pertumbuhannya menjadi lebih bermakna.

Ada beraneka jenis tipe insan yang ada di bumi ini, begitu pula dengan sifat dan kepribadian yang mereka bawa. Diantara banyak tipe tersebut, ada yang senang bertemu dengan orang berbeda pada masa yang tidak sama. Pun ada pula yang senangnya bergaul dengan orang-orang yang sama. Padahal masa telah lama berubah. Wah! Kita ada pada tipe yang mana yaa? 😀

Di bagian yang manapun kita berada saat ini, yang pastinya, kita adalah setangkai bunga di antara bunga-bunga yang indah di taman kehidupan ini. Dari sekian banyak bunga yang ada, beraneka warnanya. Seperti banyak tipe yang insan punyai, begitu pula dengan bunga. Ketika pada suatu pagi saya berkeliling ria di sebuah taman, lalu saya mengamati bunga-bunga yang ada. Dan ketika mata ini tertarik pada setangkai bunga, tangan ini pun memetiknya. Ai, kini ia adalah bunga yang bersinar di ujung jemari. 😀

“Ketika kita menemukan lebih banyak bunga di taman, tidak mungkin kaaaaan kita memetik semua bunga yang ada. Pasti kita memilih hanya yang paling menarik, cantik dan unik. Bunga yang tumbuh dari lingkungan terbaik, yang terawat, tertata dan terpelihara adalah yang saya suka”.

***

Bunga tersebut, sebelumnya tumbuh bersama para sahabatnya yang lain. Bersama mereka bermain dan bercerita. Eits! Tiba-tiba saya datang, lalu memetik satu di antara mereka. Kemudian saya memandangnya dengan sepenuh hati, setelah ia berada di ujung jemari ini. Betul, saya tahu dan mengerti, saat ini teman-temannya sedang kehilangan. Karena salah satu dari sahabat yang selama ini ada bersama mereka tiada lagi. Dan kini telah berpindah ke ujung jemari saya. Wah! Saya tegaaaaaaa… 😀

Maafin yach Bun…”. 😦 “

Pesan moral yang mampu saya petik dari aktivitas pagi pada adalah: “Walau bagaimanapun bahagianya kita saat bersama dengan para sahabat, bahagialah secukupnya saja. Karena tanpa kita tahu kapan, ia akan meninggalkan kita. Ya, karena ada yang memetik. Baik meminta izin kepada kita terlebih dahulu ataupun engga”. Nah bagaimana kalau sang pemetik engga bilang-bilang semenjak awal, tiba-tiba teman telah tiada. Menangiskah kita? Sendu… haru… so pilu pastinya yaa. Oleh karena itu, wahai teman, pandanglah para sahabat kita yang saat ini masih ada bersama kita sebagai diri kita sendiri. Karena bisa jadi, beliau tidak akan di sisi lagi, setelah saat ini.

***

“Are you sure? Oia? Beneran A’Yop mau berhenti…????????????????”, begini ekspresi kaget yang saya munculkan di hadapan sahabat MQ. Yes. Ini terjadi sesaat setelah beliau sampaikan ucapan pamit pada kami di sini.

Ternyata benar yach, bahwa kebersamaan kita di dunia ini, tidak akan selamanya. Karena setelah kebersamaan itu, akan hadir pembatas bernama jarak. Bukan, bukan perpisahan namanya. Hanya pembatas saja. Begini saya menenangkan diri, setiapkali aura haru menyelimuti diri. Ya, begitu mudahnya saya terharu di dalam hati, . (Yes! Hari ini dalam nuansa yang penuh dengan senyuman).


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s