Adakah Kabarmu tentang Hari Ini?


Teman-temanku, semuanya…

Hendri Anggara, Budi Darmawan, Akhmad Nur Ikhsan, Dadang Setiawan, Hendri Permana, Gunawan, Siti Nurhalimah, Lara Astri Rizky Suryanti, Fitria Mayasari, Intan Natalia, Yusniar, Fitria Rosdiana, Mariana Sevita, Suci Amaliah, Ima Sukmawati, Teteh Saodah, Lestari Dewi Purwati, Lisbeta Oktania Girsang, Yuyun Sri Dewi, Pitri Meiyanti, Siti Nurani, Iis Kurniawati, Roy Adli Suniawan, Titih Mardiyah, Eni Setiyoningsih, Marya Suryani (is me), Dede Rohanah, dan yang berdiri di bagian kiri belakang, di samping Dede namanya siyapa yaach…….? _ ? Hmmm….. lamaaaaa ku berpikir, mengingat-ingat meski sebuah nama; oooooo…. iya, Hamriana, panggilannya Hamri.

Yes!

😀

Kabar tentang hari ini

Adalah kabar tentang hari ini. Hari yang kita tahu, ia akan menjadi masa lalu. Hari yang kita yakini akan segera menjadi kenangan. Hari ini adalah hari ini. Ia tidak akan menjadi hari esok ataupun kemarin yang telah kita tinggalkan. Pun, hari ini tetaplah menjadi hari ini dan bukan hari esok yang belum pasti kita temui.

Adakah kabar hari ini, wahai teman-teman? Ya, pada hari ini yang kita temui, lalu kita sempatkan waktu untuk mensenyuminya. Hari ini adalah milik kita. Hari yang akan segera bergerak lebih cepat. Hari yang kalau kita tidak mau bergerak bersamanya, maka ia tidak akan mau mengajak kita untuk membersamainya lagi. Hari ini bukan tentang apa yang telah kita lakukan, akan tetapi adalah tentang apa yang sedang kita baktikan, lalu ia memprasasti bukti yang nyata. Hari ini juga bukan tentang harapan yang sedang kita gantungkan di langit cita-cita, namun hari ini adalah tentang seberapa bebas kita dalam mengekspresikan diri bersamanya.

Kita tahu, hari ini akan menjadi masa lalu setelah ia berakhir. Kita juga tahu, bahwa hari ini tidak akan sama lagi dengan hari kemarin yang walau bagaimanapun wujudnya. Hari ini juga adalah hari yang pastinya berbeda, ia tidak sama dengan hari esok. Namun, ingatkah kita akan ia? Hari ini, pada masa lalu, adalah hari-hari yang pernah kita lalui bersama. Menyamakan langkah-langkah yang sedang kita ayunkan, kita tidak jarang melakukannya saat berjalan. Mengayunkan tangan dengan nada-nada yang kita selaraskan, juga sangat sering kita upayakan. Bahkan, kita juga menyempatkan waktu untuk mengabadikannya dalam selembar potret. Ai! “Semua tangannya ke ataaaaas, dengan telapak menghadap ke depan”, begini perintah yang datang kepada kita dari sang fotografer, sesaat sebelum beliau menangkap kita. Hoop! Ai! Ada yang engga ngikutin, namun bergaya dengan ekspresinya sendiri-sendiri. Namun, ada pula yang sibuk mendiamkan keriuhan yang tercipta seketika. Hahahaaa… 😀

Di dalam berekspresi, memang tidak ada aturannya. Ya, terserah kita mau bagaimana juga. Karena dengan demikian, akan ada variasi yang terhadirkan. Bagaimana kemeriahan tercipta? Adalah berasal dari komando yang dijalankan pada saat yang sama, namun dengan gaya yang tidak sama. Itulah keindahan. Ketika sang fotografer mengomandoi untuk mengangkat tangan, terlihat semua kita menggerakkan tangan-tangan yang kekar dan gemulai ke arah atas. Ketika beliau meminta kita untuk menyimpannya di kening bagian depan agak ke atas dikiit, aii… 😀 pada sesi ini mulai terlihat keadaan yang membuktikan bahwa kita bebas. Ya, saat itu kita bebas menyampaikan apa yang hati kita perintahkan. Yes! Kalian adalah teman-teman yang cerdas! Selamat yaaaach, friend. Pun, ekspresi ini menjadi jalan bagi saya untuk tersenyum seketika. Setelah mata ini memandang wajah-wajah pada hari ini dalam masa yang telah kita lalui bersama.

***

Dalam menyambut hari esok yang lebih baik, kita dapat memulainya semenjak hari ini. Ketelitian dalam menempatkan diri pada hari ini, menentukan bagaimana keadaan kita pada hari esok. Ya, karena hari ini adalah salah satu jalan yang dapat menyampaikan kita pada hari-hari yang akan hadir setelah hari ini. Lalu, apa yang sedang kita lakukan pada hari ini?

Berhubung hari ini, saya sedang teringat pada teman-teman semua, maka saya memilih untuk merangkai beberapa baris kalimat tentang kita. Ya, kita yang pernah berkumpul bersama untuk sama-sama belajar dalam meneruskan pendidikan. Kita yang masih belia pada hari ini dalam masa yang telah lama pergi. Kita yang sempatkan waktu untuk menentukan akan menjadi apa kita setelah hari ini hadir. Kita yang pernah pula mengalami apa itu proses. Lalu, proses tersebut berhasil kita lewati dengan mengerahkan segala potensi yang kita punyai. Ai! Ujung-ujungnya, kita dapat menikmati manfaat dari usaha yang kita dayakan.

Usaha adalah pergerakan. Usaha adalah perubahan dan perpindahan. Usaha membutuhkan waktu. Waktu ada pada hari ini. Lalu, waktu kita yang hari ini sedang kita gunain untuk apa saja yaa? Kembali pikir menanyai diri tentang apa yang sedang ia lakukan bersama waktu yang sedang membersamainya. 

***

Apa yang sedang kita jalani hari ini, adalah sangat erat hubungannya dengan apa yang pernah kita pikirkan pada hari ini dalam masa yang telah kita tinggalkan. Namanya masa lalu. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk menata kembali apa-apa yang sedang kita pikirkan pada hari ini. Karena ia sangat berperan terhadap aktivitas yang sedang kita lakukan tepat pada hari ini. Ke depannya, kita mau menjadi apa? Maka kita dapat memulainya pada hari ini. Yes! Hari ini kita bisa memulai langkah meski beberapa depa jaraknya, untuk mencapai tujuan yang telah kita pikirkan. Dan ini adalah benar adanya. Bahwa pergerakan yang sedang kita upayakan hari ini, merupakan langkah-langkah ajaib yang akan merubah kita menjadi seperti apa yang kita mau. Apabila kita ingin berada di negeri yang sangat jauh di luar sana, maka kita dapat memikirkannya pada hari ini, terlebih dahulu, seraya bergerak.Karena kalau hanya memikirkan doang, tanpa mengupayakan, maka ia seperti angan-angan belaka, yang tanpa makna. Akan tetapi, kalau kita sejalankan ia dengan usaha, insyaAllah, masa akan menjawab dengan sendirinya. So, hari ini, engkau telah menjadi apa teman? Ingin sangat berjumpa dengan teman-teman semua, lalu kita mengisahkan tentang berbagai hal yang sedang kita lakukan pada ‘hari ini’ yang kita jalani.

Banyak proses yang kita tempuh untuk dapat menggapai cita. Apalagi kalau cita yang kita ciptakan sangatlah tinggi keberadaannya. So, untuk  dapat menggapainya segera, kita tiada mempunyai tangga yang akan mempermudah gapaian. Lalu, kita upayakan jua meloncat. Satu loncatan demi satu loncatan, kita usahakan. Berulangkali, kita melakukannya. Sampai akhirnya, lama waktu yang kita habiskan untuk meloncat di tempat.  Hingga lama kelamaan, kalau kita tidak segera menyadarinya, maka kita bisa tidak sadarkan diri, karena lelah kaaann. Padahal cita belum kita raih. Di sini kita memerlukan sarana. 

Sarana, adalah jalan yang dapat membantu kita untuk menemukan apa yang kita cari. Sarana juga adalah peralatan yang memberikan keringanan kepada kita dalam menempuh proses. Dengan adanya sarana, maka kita tidak lagi seperti peloncat di tempat, yang berulangkali melakukan cara yang sama, untuk menggapai citanya yang tinggi. Ia tanpa strategi, ia hanya punya energi. Lalu, kalau energinya berkurang bahkan habis, maka ia tidak akan dapat berbuat apa-apa lagi. Bisa jadi ia menghembuskan napas terakhir sebelum akhir yang indah mensenyuminya.

Begitu pula dengan apa yang sedang kita jalani pada hari ini. Adakah di dalamnya kita sedan
g bersama-sama dengan strategi yang dapat menguatkan kita kembali ketika kita rasakan energi kita melumer? Adakah kita sedang merangkai beragam cara untuk menemukan sarana yang dapat menjadi jalan sampaikan kita pada cita yang tergantung tinggi di langit jiwa? Adakah kita menemukan jalan untuk dapat merengkuhnya? “Wahai diri, engkau sedang melakukan apa pada hari ini?,” tanya hati meminta jawaban atas segala ekspresi yang ia alami. Ia begitu peduli pada perkembangan diri ini.

Teman….. saat ini, engkau jauh di sana. Saya yakin, pastinya engkau sedang menikmati hasil terindah dari jerih payahmu dalam menggapai cita. Dan kini, cita itu sedang berada dalam genggamanmu. Ai! Pasti sudah banyak yang berubah dengan kalian semua. Adakah engkau menikmati ‘hari ini’ mu, teman? Semoga iya, yaa…

Teman, ketika pada suatu hari nanti kita dapat berjumpa kembali, tentunya sudah banyak yang berubah dengan kita-kita. Baik penampilan, maupun pengalaman. Tentang pengalamanmu, tentu tidak sama dengan yang lainnya, meskipun kita masih berada di atas bumi yang sama. Iya, kannn..?

Teman, saat nanti kita sama-sama menyadari kalau kita pernah bersama, maka pada hari itu kita pasti ingat, tentang siapa-siapa kita sebelumnya. Ai! Engkau masih seperti yang dulu, kan friend. Engkau yang masih belajar. Engkau yang berkarakter unik. Engkau yang bebas berekspresi, pun engkau yang menyadari, bahwa selamanya kita adalah teman. Wahai, hari-hari yang kita jalani adalah hari yang penuh dengan senyuman, pada akhirnya. Hari itu adalah hari ini. Yes! Hari ini yang menjadi awal dari hari-hari kita yang selanjutnya.

Teman, sebagai apapun profesimu saat ini, saya yakin, bahwa engkau adalah para pemenang. Ya, engkau menang dalam menaklukkan dirimu sendiri. Lalu, engkau membawanya untuk menemanimu dalam mencapai cita yang telah lama engkau pancangkan. Kokohnya citamu yang tersangkut. Ia tetap ada. Ia menyambutmu, saat engkau merengkuhnya. Cita itu adalah hasil yang sedang engkau nikmati pada hari ini. 

Teman…. wahai teman-teman…. engkau sungguh… sungguh, terlalu!  Terlalu banyak kebaikan yang engkau sampaikan padaku, hingga terkenang sampai kini. Terlalu mudah menebarkannya di dalam salah satu catatan hari ini yang sedang saya usaha untuk tercipta. Karena ia adalah salah satu bukti bahwa kita ada di dalam kebersamaan. Meski hanya untuk beberapa waktu saja kita berada di sini pada hari ini, namun ketika ia telah tercipta, maka keberadaannya adalah untuk selama-lamanya/ Bahkan sampai nanti semua kita sudah tidak berwajah belia lagi. Namun yakinku hatimu tetap belia, ceria dan tersenyum saat ini. Ya, pesona jiwamu segera berekspresi, “Jangan gil@ don-k….”

Teman, engkau selamanya teman, meski raga-raga kita tidak dapat lagi bertatap dalam nyata. Walaupun dunia rasa, kini menjadi jembatan yang menghubungkan pertautan jiwa-jiwa kita atas nama sesama hamba-Nya. Semoga kita dapat melanjutkan ekspresi ini hingga pada masa yang tidak akan berujung. Semoga ekspresi kita pada ‘hari ini’ dalam masa yang telah berlalu itu, dapat mengingatkan kita untuk kembali mau mengekspresikannya pada hari ini. Ya, hari ini yang sedang kita jalani, tepatnya saat ini. Apabila pada saat itu kita dengan bebasnya tersenyum, maka kini pun kita bisa melakukannya.

Wahai teman, siapa coba? Yang pada picture tidak berekspresi? Mari kita perhatikan lagi dengan sepenuh hati, lebih teliti dan hati-hati di jalan yaa.. Selamat melanjutkan perjalanan yang teman-temanku semua. Semoga hari ini yang sedang engkau jalani adalah benar-benar sesuai dengan cita yang pernah engkau rangkai di relung hati. Yakinkan diri, bahwa kita bisa. Maka kita bisa untuk mencapainya. Seperti halnya pejalan yang sedang meneruskan langkah-langkah kakinya, begitu pula dengan kita. Karena kita adalah bagian dari para pejalan itu. Ya, pejalan yang memang pernah mengalami apa itu lelah, penat, dan sebagainya ekspresi yang kalau kita kumpulkan nama dan jenisnya semua, maka kita hanya akan menghabiskan waktu kita yang  ada ‘hari ini’  untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. So, berrehat sejenak, lalu mensenyumkan wajah-wajah kita adalah pilihan yang dapat kita lakukan saat ini.  Kita dapat melakukannya untuk beberapa saat saja. Setelah itu, kita dapat melangkah lagi. Dengan terus mengingatkan diri, bahwa masih ada cita di ujung sana. Ketika pada satu kesempatan kita temui ia sedang terusik oleh keadaan.

Saling membantu dalam mencapai cita adalah kemestian sesama teman. Apalagi kalau kita temukan teman sudah sangat kelelahan. Ai! Akan menjadi lebih ‘so sweet’ lagi, kalau kita mau membagi persediaan bekal yang masih tersedia. Indahnya berteman, menjadi jalan hadirkan sebuah catatan. Catatan yang kita rangkai karena sebab adanya perhatian pada teman.

Teman, sepertinya sekarang sudah terlalu larut malam. Namun, saya masih perlu menitipkan beberapa kalimat lagi di sini. Kalimat yang semoga bermakna untuk kenang-kenangan. Kalimat yang meski panjangnya tidaklah sepanjang jalan kenangan, namun semoga ia dapat menjadi semacam ‘souvenir’ buatmu teman. Masing-masing dapat satu yaach;

Buatmu Sahabat:

🙂 Hendri Anggara: Hey, Ndri… (senyum)

🙂 Budi Darmawan: Hiasi hari ini menjadi semakin menawan

🙂 Akhmad Nur Ikhsan: Dalam berbuat, perlu keikhlasan

🙂 Dadang Setiawan: Ipang…

🙂 Hendri Permana: Hari ini perlu lebih bermakna

🙂 Gunawan Setia Nugraha: Gunakan masa usia untuk hal-hal yang berharga

🙂 Siti Nurhalimah: Cup-cup… Jadi anak yang manis,  ya Neng..

🙂 Lara Astri Rizky Suryanti: Berbahagialah hari ini, teman

🙂 Fitria Mayasari: Kaito, kapan kita ke salon lagi? Hehehe.. 😀

🙂 Intan Natalia: Titip salam buat Jho-Jho yang pastinya sudah gede.

🙂 Yusniar: Adakah di sana baik-baik saja?

🙂 Fitria Rosdiana: Semangat, Bu. Hari ini adalah awal untuk senyuman yang lebih indah

🙂 Mariana Sevita: Titip salam buat keluarga di Ciamis, yach.

🙂 Suci Amaliah: Wne, ajarin lagi Yn bahasa Sunda yang paling lembut dan haluussss, nyak..?

🙂 Ima Sukmawati: Bagaimana kabar dan keluarga?

🙂 Teteh Saodah: Masih cute, kannn?

🙂 Lestari Dewi Purwati: Tariiiiiiiiiiii……. 

🙂 Lisbeta Oktania Girsang: Ibet, cantiiik… 😉

🙂 Yuyun Sri Dewi: Iyun, setiap kali Yn lewat di Jl. Tubagus, teringat padamu, ai! Rinduuunya lama tak jumpa.

🙂 Pitri Meiyanti: Teh Mey, bersama kita bisa!

🙂 Siti Nurani: Ochi, bagaimana kabarnya? Sekarang ada di mana? Sama siapa? 😀

🙂 Iis Kurniawati: Semenjak hari itu, kita belum lagi bersua

🙂 Roy Adli Suniawan: Roy, Hoy…. 😀

🙂 Titih Mardiyah: Yakinlah, engkau mampu bersabar dalam melanjutkan langkah

🙂 Eni Setiyoningsih: Wah! Selamat yaa, Bu..

🙂 Marya Suryani (is me): Yes!

🙂 Dede Rohanah: Tolong, izinkan kami bertemuuuu…. (Me and De’Azmy)

🙂 🙂 🙂

 

 

 

 

 


One comment


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s