Aha!


😀

Adalah baiknya, saya memulai catatan yang akan hadir saat ini, dengan sebuah ekspresi demikian. Sebuah senyuman yang mengembang dengan lepas, bebas, dan indah. Luaskan pandangan pikirmu, maka engkau akan mampu memetik pesan-pesan hikmah dari berbagai kejadian yang engkau temui. Dalam perjalanan kita menempuh berbagai proses, tentu saja ada beraneka goda yang menyapa. Seperti halnya seorang yang sedang menyusun sebuah tulisan. Akan ada kekurangan dan keterbalikan penempatan huruf, angka maupun tanda-tanda baca. Baik ia sadari ataupun tidak, pasti akan terjadi. Sesempurna apapun tulisan yang ia rangkai, sebaik apapun hasil yang saat ini kita nikmati, yakinlah dalam proses pengerjaan tulisan itu pasti ada kekeliruan. Sebelum tulisan yang indah tersebut muncul ke permukaan, sebelum sosoknya kita pandangi, kemudian kita hayati,  dan akhirnya kita meyakinkan diri bahwa ternyata tulisan ini adalah salah satu dari tulisan terindah yang pernah kita baca. Aha! Proses yang penulis tempuh tentu sangat panjang. Dimulai dengan menyalakan sang pici yang menjadi sarana untuk menulis, menghadirkan pikiran dengan kekuatan penuh, lalu menata jiwa dengan sebaik-baiknya. Kemudian, sang penulispun menekan beberapa tombol yang menjadi jalan menyalanya itu komputer. Ini adalah bagian dari proses.

Untuk selanjutnya, tahukah kita wahai teman… aktivitas apa yang sedang penulis lakukan? Kita, engkau dan aku tidak akan pernah tahu atau pun mau tahu, kalau engkau tidak mengalaminya sendiri. Ataupun bagaimana engkau akan mengerti, kalau engkau tidak pernah mau memahami, bagaimana semua ini terjadi. Iyaaaaaaa……. saat ini, saya sedang dalam kondisi pikir yang entah berada di mana. Ya, karena kemarin-kemarin itu yaa…… adddaaaaaa aja yang menyalahkan saya. Sure! Bukan kesengajaaan yang saya lakukan, namun kita hanyalah insan yang tentu saja pernah khilaf dan salah. Bagaimana denganmu teman? Yakinkah engkau tidak pernah melakukan kekeliruan? Termasuk dalam menulis dan merangkai sebuah kalimat? Oiaa…. ? Yes! Kalau engkaupun pernah melakukannya, berarti kita sama. Ya, sama-sama insan yang kadang terlupa dan apakah engkau melakukannya dengan sengaja?

Proses. Banyak orang melihat sesuatu hanya dari hasilnya saja. Dengan tidak mau untuk merunut ke belakang terlebih dahulu. Tentang bagaimana prosesnya sehingga hasil tersebut dapat tercipta. Lalu, dengan mudahnya memberikan penyalahan atas hasil yang memang selamanya tidak akan pernah sempurna kalau kita tidak menyempurnakannya. But, selagi kita mau berusaha untuk menatanya kembali, maka hasil yang terbaik akan dapat kita nikmati. Begitu, ya begitu teman. Lalu, tahukah kita, bahwa proses ada di dalamnya? Ya, proses yang selamanya akan selalu ada, kalau kita mau untuk menjalaninya. Proses yang keberadaannya tidak dapat kita lihat dengan jelas, kalau kita tidak mengalami dan menjalaninya. Proses yang akan kita sia-siakan keberadaannya, kalau kita tidak menyadarinya. Ya, proses adalah bagian dari terciptanya hasil yang optimal.

Dalam menempuh proses, kita tidak hanya mengerjakannya sendiri. Namun, ada banyak sarana yang kita manfaatkan, begitu pula dengan prosedur yang perlu kita ikuti. Ya, kalau kita inginkan hasil yang bernilai maka kita memerlukan proses. Dan proses itu, tidak hanya terjadi dalam sekejap. Proses bukanlah kilat yang dengan cepat ia memperlihatkan diri. Proses itu adalah tentang perjalanan waktu. Karena proseslah, akhirnya kita kembali dapat jumpa di sini… “Semangat Pagiiii!”, bagaimana perasaan yang engkau alami saat ini wahai teman? Adakah engkau menemukan pencerahan? Setelah sebelum berangkat ke sini, engkau sangat-sangat-sangat berbeda dari biasanya. Adakah engkau baik-baik saja, wahai temanku yang baik.

“Bagaimana aku akan baik-baik saja, sedangkan pikiranku saat ini masih terasa panas, membara, mendidih, mengembarakan hasil pikirnya”, jawab pikir lalu berlalu. “Hey, kemana engkau akan pergi, wahai pikir yang manis. Baiklah, kita tetap berada di sini untuk sementara waktu. Baiklah kalau kita menyusun apa yang saat ini sedang engkau pikirkan, di dalam salah satu lembar catatan kita, bagaimana?”, sapa jiwa yang sangat peduli pada pikir, seraya merengkuh tangannya. Sebelum pikir sempat menjauh. “Enggaaa mauuuuuu….. aku ingin pergi aja. Aku engga mau berteman denganmu lagi. Aku ingin membebaskan diriku. Aku ingin memandang tempat lain yang bukan di sini lagi. Pokoknya, saat ini aku enggaaaaa mu bersamamu. Aku panaaasssssssss. Aku mendidiiiiiiiiiiiih. Aku mencair, dan melumer, karena segala yang aku alami saat ini. Aku sangat-sangat tidak nyaman dengan semua ini. Aku pergiiiiiiiiii,” pikir menarik tangannya dengan sangat kuat. Lalu, terlepas. Ia berlari, dan kemudian berlari. Entah kemana perginya. Jiwa terdiam. Jiwa menangis. Jiwa terharu. Jiwa. “Adakah yang salah denganku, mengapa sang pikir pergi dan berlalu. Padahal selama ini kami bersahabat dengan akrab. Padahal selama ini, kami adalah soulmate yang saling mengingatkan. Padahal, selama ini….. memang kami pernah berselisih paham. Tapi, hari ini, kejadian yang sama terjadi lagi. Adakah yang perlu kita lakukan, untuk menjadi lebih baik lagi, wahai jemari,” sang jiwa bergerak. Lalu, ia menemui jemari yang sedari tadi sibuk sendiri. Entah apa yang ia lakukan bersama sebuah mouse yang berkedipan. Setelah sekian lama, ia mengklik beberapa tombol pada dunia maya ini. Akhirnya, sampaikan pandangan mata pada selembar catatan. Catatan penulis pujaan. Catatan yang indah, catatan yang mencerahkan. Catatan yang saya baca sebagai pengganti sarapan pagi ini. Mmm… lezaat. Bagi yang belum sarapan, atau makan siang, atau belum makan semalam, baiklah kalau mampir sebentar. Karena ada beberapa kiat yang penulis sampaikan dalam rangka memberdaya kata. Buat beliau, terima kasih ya, atas hidangannya. Saya sangat menikmatinya.

Sarapan Pagi yang Bermakna

Sarapan Pagi yang Bermakna

Meskipun belum sarapan pagi ini, namun saya merasa sudah menyantap hidangan yang lezat dan mewah, berharga. Memang iya, saya membetulkan bahwa ketika kita berupaya untuk memberikan yang terbaik, maka kebaikan akan ada banyak orang yang menikmatinya. Jelas terlihat oleh tatapan mata, bahwa ada ekspresi yang muncul atas sebuah catatan yang telah beliau tuliskan. Oia, padahal beliau menulisnya dalam kondisi seperti ini,*ditulis saat ngantuk berat. Wah! kerennya. Selamattt!

Tulisan, seberapa lamapun penulis menggunakan waktu untuk menulisnya, hingga sebuah tulisan tercipta. Ya, walaupun sudah berapa tahun usia tulisan tersebut, namun kalau penulis merangkainya dengan penuh makna, maka terus saja bermakna. Seperti yang pagi ini saya rasakan. Setelah membaca baris-baris kalimat yang teruntai menawan, saya merasakan kehidupan yang baru lagi. Setelah pada paragraf sebelumnya, saya alami aura yang tidak semestinya begitu. Iya, lihatlah bagaimana kondisi pikir yang membekas sebelum ini. Ai! Saya sangat mencintai membaca. Saya suka akan aktivitas yang satu ini. Dan saat ini, saya semakin menyenangi aktivitas menulis. Karena dengan menulis, kita dapat menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan. Pun dengan menulis pula, kita dapat berbagi dengan lebih banyak orang. Baik tentang berbagai pengetahuan maupun aneka pengalaman yang kita jalani. Karena tidak semua orang mengalami apa yang kita alami. Juga tidak semua orang mengetahui apa yang sedang kita pikirkan, kalau kita tidak berupaya untuk menyampaikannya. Dan salah satu cara yang dapat kita tempuh agar apa yang sedang kita pikirkan dapat terlihat adalah dengan menuliskannya. Yes.

Tidak terasa, waktu berjalan terus. Sedangkan setelah ini, saya akan meneruskan langkah-langkah lagi, wahai teman. Ya, tidak selamanya saya ada di sini untuk membersamaimu. Karena akan ada lebih banyak lagi pikiran yang akan hadir setelah ini. Termasuk pikiran akan kehidupan yang lebih baik lagi di masa yang setelah ini. Saya yakin, siapapun engkau yang saat ini berada dalam nuansa kurang mengenakkan, yakinlah ada solusi. Bahkan ketika kita mengalami sakit sekalipun akibat terpaan badai kehidupan. Maka jadikan ia sebagai jalan bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi. Jadikan pengalaman yang kita peroleh pada hari kemarin sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk berbuat pada hari ini. Dengan demikian, kita tidak akan pernah lagi untuk melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Saya selalu meyakinkan diri, dengan hal ini. Seperti halnya engkau yang juga insan biasa, saya juga menyadari akan siapa diri ini. So, mohon maaf atas berbagai hal yang kurang engkau mengerti dan terjadi pada diri ini. Semoga catatan hari ini menjadi bukti bahwa saya sedang menyampaikan apa hasil pikir yang kembali hadir.

Guratan takdir, tentang perjalanan kehidupan seorang hamba di dunia, tidaklah pernah terlepas dari pandangan-Nya. Siapakah kita pada hari ini? Sudah berapa besar kontribusi yang kita upayakan dalam berbakti? Sudah sejauh apa perjalanan yang kita tempuhi dalam merangkai cita dan harapan? Adakah kita akan berhenti, lelah lalu berkata, “Cukup! sampai di sini”. Ai! Bukankah kita tidak mengenal apa itu putus asaa. Bukankah kita adalah bagian dari hamba-hambanya yang tercipta untuk membuktikan bahwa kita mampu menjadi seperti apa yang kita mau. Nah! Untuk mencapai semua itu, kita membutuhkan proses. Ya, proses yang tidak terjadi dengan sekejap mata memandang. Proses yang sedang kita jalani saat ini pun, dapat menjadi bahan pelajaran bagi kita. Ya, semoga kita menjadi lebih mudah untuk memberikan pemaafan kepada siapa saja yang berbuat, namun belum sesuai dengan keinginan kita. Semoga kecewa engga ada, yaa. Dan kalaupun ada yang merasa kecewa dengan perilaku dan sikap kita. Adalah menjadi jalan bagi kita untuk kembali mengenal diri, dan menanyainya lebih sering.

“Begitu juga dengan dirimu teman, tetaplah berpikir bahwa kita mampu menjadi lebih baik lagi. Kalaupun memang, pada hari yang telah berlalu, kita terlanjur berbuat yang menimbulkan ketidakpuasan bagi orang lain. Ya, karena masih ada hari ini untuk kita jalani dengan sebaik-baiknya. Yakinlah, bahwa bersama kita bisa!,” begini suara jiwa menguatkan saya saat ini.

Walau bagaimanapun juga, kita bukanlah siapa-siapa kalau kita belum mau menempuhi apa itu proses. Kita juga tidak akan pernah menjadi apa-apa, kalau kita belum mau berelahati dalam mengambil makna dari apapun kondisi yang sedang kita alami. Ai! Kok bisa, ya. Semenjak pagi hari tadi, suasana dan kondisi pikir ini berulangkali menyampaikan apa yang ia alami. Eits, apapun yang engkau cipta, wahai teman, saya menghargainya. Karena hingga saat ini, engkau telah membantu saya dalam rangka menciptakan meski hanya sebuah catatan saja pada pagi hari.Catatan yang menjadi jalan tersenyumnya kita lebih indah lagi. Catatan yang menjadi bukti bahwa kita ada saat ini, adalah atas berbagai peran yang kita hayati. Termasuk catatan menawan yang kita baca tadi. Catatan yang menjadikan kita tertawa senyuum lalu ingin membacanya lagi. Oia, gimana kalau suatu saat nanti, kita kembali membaca catatan yang kita tulis pada hari ini. Tentu ia akan menjadi jalan bagi kita untuk dapat tersenyum pula. Ok?

Baiklah teman, selama keberadaan saya di sini, semenjak pagi tadi. Rasanya ada banyak hal yang saya lakukan. Namun, kalau tidak untuk menyampaikan makna, buat apa saya ada di sini. Kalau bukan untuk mengalirkan hasil pikir, bukankah dunia nyata adalah jalan yang perlu kita tempuh lagi. So, atas suara hati yang masih terus ku belajar untuk menatanya, buat pikir yang seringkali pergi dan kemana-mana, maka saya nyatakan bahwa catatan pagi ini akan segera saya akhiri. Karena saya, untuk saat ini, perlu melanjutkan perjuangan lagi. Dunia masih berputar, mentari sudah bersinar, cahayanya cemerlangkan bumi hingga terang benderang. Setelah sejenak, saya sempatkan waktu untuk menatap ke luar jendela. Lalu, memandang langit yang mulai membiru. Sedangkan di sekitarnya, ada awan putih yang mulai bergerak, perlahan. Ia mempercantik tampilan semesta, pagi ini. Selain itu, juga ada sesuatu yang menerpa wajah ini, menyapa kulit ini, lalu ia mengalirkan kesejukan. Angin….

Angin, walaupun kita tidak dapat melihatnya. Meskipun kita tidak dapat menatap bagaimana ia sesungguhnya, namun dari bakti yang ia tebarkan, kita menjadi tahu bahwa ia ada. Lalu, bagaimana pula dengan Pencipta kita yang mengirimkan berbagai nuansa untuk kita jalani? Adakah kita merasakan kehadiran-Nya saat ini, dekat dengan kita? Dapatkah kita mengingatkan diri, tentang berbagai kejadian yang ia alami saat ini? Atas izin siapakah semua ini terjadi? Ai! Alangkah indahnya kalau kita menyempatkan waktu untuk menelaah lagi, membaca, menghayati, hingga akhirnya memahami bahan pelajaran yang ada bersama kita saat ini. Dengan menyadari, bahwa kita adalah bagian dari para siswa kehidupan, yang selamanya perlu belajar dalam berbagai keadaan. “So, bagaimana kondisimu kini, wahai pikir?”, tanya hati yang dari tadi menatap pikir. Pikir yang sedang sarapan pagi dengan lahapnya. Mmmmm…. mari kita membaca lagiiii…. Bukankah dengan aktivitas yang satu ini, kita dapat tersenyum. 🙂

Oia, bukan hanya membaca, namun kita perlu memahami dan menghayati apapun yang kita baca. Lalu, menuliskannya kembali adalah salah satu jalan untuk menebarkan senyuman. Seindah pagi yang bertaburan gemawan di langit, secerah sinar mentari yang mensenyumi, mari kita melanjutkan perjuangan hari ini. Bukankah kita ada di sini, untuk menjadi lebih baik lagi? Bukankah perjalanan masih perlu untuk kita tempuhi? Bukanlah hari ini ada sebagai salah satu hadiah untuk kita? Bukankah kemarin…. kita telah menempuh sebuah proses? Lalu, bagaimana dengan proses yang selanjutnya? Mari kita lihat.

Tenang, everything will be oke. Selama bersama, kita bisa. InsyaAllah. Innallaaha ma’ana.

🙂 🙂 🙂

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.  Q.S Ar Ra’d [13]: 28)


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s