Mmm… Yummy!


Sahabat itu, seperti cokelat yang warnanya oren
Sahabat itu, seperti cokelat yang warnanya oren

Ada manis yang ia tebarkan, bertambah lama bertambah so sweet. Yes! Cokelat yang berhiaskan oren di hamparannya, menjadi awal catatan hari ini. Cokelat. Ya, cokelat ini berteman dengan oren. Ia berasal dari Teh Siti. Teh Siti adalah salah seorang teman saya di sini. Teh Siti yang berbeda usia tidak sampai satu tahun dari saya adalah muslimah yang baik hati. Beliau yang seringkali berbunga-bunga, menarikku untuk turut berbunga-bunga setiap kali memandang wajah beliau. Teh Siti, beliau kini lebih dekat denganku. Walaupun tidak setiap saat kita bersama, namun kita adalah soulmate. Ya, Teh Siti yang pada awal berkenalan, terlihat begitu biasa. Namun kini, beliau saya maknai sebagai sahabat yang istimewa. Bersama senyuman yang seringkali Teh Siti tebarkan, engkau menitipkan seberkas kedamaian di dalam jiwa ini. Ya, ada aura yang berbeda saya rasakan, setiapkali memandang wajah beliau. Teh Siti, tercatat namamu sebagai bagian dari prasasti perjalanan ini. Agar pada saatnya, ia menjadi jalan bagi kita untuk kembali merasakan kebersamaan. Ketika nanti raga kita sudah tidak dapat bersua lagi. Karena tidak selamanya kita dapat seperti ini. Ya, saya yakin akan hal ini. Karena ada waktu yang senantiasa bergulir meninggalkan segala kesan yang terukir. Pun, banyak pesan yang dapat kita rangkai selama kebersamaan ini.

Teh Siti, mister ‘S‘ adalah jalan yang menjadikan kita lebih dekat. Bagaimana tidak? Setiap kali saya menemui dirimu, Teh Siti… pasti lagi berteleponan dengan beliau. Ai! Dengan senyuman yang penuh bunga-bunga berwarna-warni, engkau melirikkan mata jelitamu. Wah!  Inikah wajah yang sedang berbunga-bunga itu? Secerah inikah hari walaupun tiada sinar mentari yang menerangi bumi? Walaupun beliau belum pasti menjadi jodohmu Teh, namun jodohmu nanti adalah yang terbaik. Entah siapa ya..? Tidak perlu kita bertanya-tanya. Apalagi mempertanyakan tentang hal ini. Hanya saja, kita perlu siap ketika rahasia itu terungkap. Wah! Pasti dag-dig-dug itu akan ada ya, Teh… pada detik-detik menjelang pertemuan. Dan senyuman hari ini yang berbunga-bunga, semoga nanti menjadi lebih bermekaran lagi. He! Membayangkan indahnya pertemuan, tidak akan ada habis-habisnya. Namun, sesekali, boleh lah. Kita mendambakan bagaimana sosok idaman yang kita harapkan. Semoga menjadi kenyataan. Lalu, bagaimana kabar hari ini, Teh? Tentang siapa beliau yang akhirnya menjadikan senyumanmu lebih sering memancarkan bunga-bunga bermekaran?

Teh Siti yang pemurah, seringkali menjadi jalan bagi saya untuk memperoleh kemudahan. Ketika detik-detik menjelang pulang kampung pada tahun-tahun tertentu. Maka Teh Siti pasti memberikan kontribusi dan berpartisipasi pada saya. Ya, beliau menawarkan beberapa oleh-oleh untuk saya bawa. Termasuk menjelang lebaran pun begitu, walaupun saya belum mengenal siapa beliau yang sesungguhnya sebelum ini. Namun, Teh Siti yang gemarnya berdikari, seringkali memberikan saya kesempatan untuk menerima kebaikan beliau. Ditambah lagi pada waktu akhir tahun kemarin ini, Teh Siti juga memberikan saya beberapa lembar kalender. Akan tetapi, saya hanya perlu satu. Dan pernah pada beberapa tahun yang lalu, saya pesan sebuah kalender dari beliau. Namun, kalender tersebut akhirnya saya kirimkan ke kampung halaman nan jauh nun di seberang pulau. Lalu, saya bilang ke Teh Siti akan hal ini. Bahwa kalender yang Teh Siti berikan, sudah engga ada lagi. Eeeee…. pas saya mau beliau kasih lagi kalender pada akhir tahun 2011 yang baru saja berlalu, beliau mengingatkan begini, “Wah! Nanti jangan dikirim lagi pulang kampung, yaa..”. Hahaa.. serta merta saya tertawa😀 Karena beliau begitu peduli padaku. Lalu, saya menjawab dengan, “Hehehee..”. Udah, gitu aja.

Teh Siti, pada kesempatan yang lain, juga menitipkan saya dengan beraneka jenis permainan. Dan salah satu permainan yang pernah saya praktikkan adalah ‘Cubis’. Cubis adalah bukan kol atau sejenis sayuran. Namun ‘Cubis’ adalah sebuah permainan yang berhiaskan kerang, mutiara-mutiara, dan aneka makhluk lainnya yang hidup di dasar lautan. Di sana, ada air juga. Pun ada bunyi-bunyian kalau kita menyalakan volumenya. Nah! Pada suatu pagi, saya bermain ‘Cubis’ . Sebelumnya, saya engga tahu, ini permainan tentang apa yaa? Akhirnya, saya bermain aja, sebebasnya. Berulangkali ‘Cubis’ bilang bahwa time is over. Kemudian beberapa waktu kemudian time is over lagi. Sementara itu, saya masih terus belajar untuk mengerti. Lalu bertanya di dalam hati, “Ini maksud dari permainan apa, ya?.” Yang walaupun sudah membaca petunjuk, namun kalau belum biasa, tetap saja belum bisa. Bisa itu karena biasa, ternyata.

Aku Bisa

Aku Bisa

Tidak ada satu aktivitaspun yang tidak dapat kita ambil pelajaran dan makna darinya. Termasuk salah satu permainan yang sedang kita lakukan. Baik permainan tersebut sudah kita pahami, ataupun belum. Yakinlah, ada pesan yang ia sampaikan, pun ada kesan yang dapat kita tangkap selama kebersamaan dengannya. Nah! Dari permainan ‘Cubis’ tersebut, pun demikian.  Permainan ‘Cubis’ adalah sebuah permainan yang perlu kita mulai dengan membaca Bismillah, terlebih dahulu, lalu ucapkan istighfar berulangkali selama bersamanya. Kemudian, akhiri permainan dengan membaca Alhamdulillah…. selamanya ia memesankan tentang solusi.

‘Cubis’ adalah permainan yang mengingatkan saya pada kehidupan ini. Ya, karena ada level-levelnya. Seperti permainan lainnya yang terdiri dari tingkatan-tingkatan. ‘Cubis’ pun begitu. Untuk dapat sampai pada level yang lebih tinggi, maka kita perlu menempuh level terbawah lebih dahulu. Pada setiap level, ada tantangan tersendiri. Bila pada level satu kita hanya perlu memecahkan tiga balok mutiara saja, dalam waktu yang ditentukan. Maka lain halnya dengan level dua. Kita perlu memecahkan tiga kali lipatnya. Apabila telah sukses, maka kita dapat berpindah ke level yang selanjutnya. Dan apabila kita kembali mengumpamakan dengan kehidupan yang kita jalani. Maka balok-balok mutiara yang perlu kita temukan, adalah solusi dalam kehidupan. Sedangkan balok-balok lainnya yang tidak bersinar, bagaikan beraneka warna yang kita temui dalam menjalani hari. Ia ada mengeliling para balok mutiara nan bersinar. Ia berada menyebar dan tidak tertata. Ia berdiam semaunya, datang dan pergi tanpa pernah kita menduganya terlebih dahulu. Sedangkan solusi yang keberadaannya seringkali pada posisi-posisi tertentu, perlu kita tuju. Tidak mudah memang, untuk dapat menemukan di mana solusi berada. Walaupun telah membaca petunjuk bagaimana permainan dapat kita lakukan, namun kalau kita belum segera mempraktikkannya, maka kita tidak akan pernah tahu bagaimana indahnya permainan tersebut. ‘Cubis’ adalah salah satu jalan yang menjadikan kita kembali mau untuk berpikir. Bagaimana cara agar solusi dapat kita temukan, lalu kita mendapatkan nilai tambah setelah berhasil menemukannya.

Solusi, ia tidak ada dengan sendirinya, kalau kita tidak berusaha untuk menemukannya. Secepat apapun kita bergerak untuk mencarinya, namun kalau kita belum mempunyai metode untuk melangkah ke sana, maka kita belum akan dapat membersamainya. Solusi, adalah jalan keluar dari kungkungan masalah yang sedang menghimpit. Kadangkala, solusi berada pada sisi-sisi terpinggir. Sehingga kita dapat segera mendeteksi keberadaannya, lalu segera menemuinya. Apabila kita membutuhkannya. Namun, seringkali solusi berlokasi pada tempat-tempat yang kita belum pernah menemukannya. Bahkan untuk menempuh jarak menuju satu solusi saja, terkadang kita perlu berkeliling-ria terlebih dahulu. Ya, kadang kita melangkah ke kiri, dan pada kesempatan yang lain segera berpindah ke kanan. Begitu selanjutnya. Sampai akhirnya, kita bertemu dengan balok-balok mutiara nan menjadi jalan tersenyumnya kita lebih indah lagi.

Dalam permainan ‘Cubis’, semakin cepat kita menggerakkan mouse, maka semakin banyak kesempatan yang kita miliki untuk dapat memecahkan balok-balok mutiara. Namun, kecepatan saja belumlah alasan untuk bergerak semau kita. Karena di manapun juga, aturan pasti ada. Kalau kita mengikuti aturan yang telah terpasang pada satu sisi, dan memenuhi persyaratan untuk bergabung dengan aturan tersebut, maka senyuman akan segera menampakkan dirinya. Ia ada untuk kita. Namun, kalau kita membawa persyaratan yang kurang lengkap, seperti baru ada dua balok saja yang sedang berbaris rapi, maka kita belum dapat melanjutkan perjalanan. Kecuali kalau sudah ada yang sama, minimal tiga balok. Maka, segera saja melaju ke hadapan. Kemudian, temukan lagi kesamaan dari balok-balok yang telah berpindah dengan cepat itu. Ya, untuk selanjutnya, biarkanlah ia melihat ke sekelilingnya. Berusahalah! Ya, bergiatlah! Giat untuk menemukan kesamaan lagi. Ketika para balok-balok tersebut telah bersapaan dengan teman-temannya yang lain maka mereka pun melebur. Kecuali kalau ada warna berbeda yang berdekatan. Maka mereka membangun benteng ketangguhan yang tidak akan dapat terrobohkan. Begitu kuatnya ia. Apabila perbedaan itu semakin banyak, maka kekuatan yang mereka cipta pun bertambah-tambah. Ya, tidak tergoyahkan.

Berbeda halnya, kalau para balok memiliki kesamaan. Maka, serta merta terciptalah keruntuhan seketika. Mereka melebur, lalu balok baru yang sedang kita luncurkan. Balok-balok itu membawa warna dirinya yang baru. Ia segera bergerak dengan sangat cepat. Seperti kilat, gitu. Begitu tentang ‘Cubis’. Ehee..😀 Buat  Teh Siti yang menjadi jalan hingga saya mengenal ‘Cubis’, tercipta senyuman hari ini.

Teh Siti, adalah seorang Aikidoers. Yes! Beliau adalah seorang yang gemar belajar beladiri. Hasilnya? Lihatlah teman, beliau menjadi demikian tangguh dan unik. Selain itu, yang menjadi ciri khas beliau adalah bahwa beliau penyuka anak-anak. Beliau adalah seorang yang penyayang dan yang tidak kalah pentingnya, saat ini Teh Siti sedang menyenangi juga ‘Shaun the Sheep’.  Shaun the Sheep. Ya, dari beliau pula saya mengenal tayangan menarik yang satu ini. Ketika pada suatu hari, Teh Siti mengajak saya buat nonton bersama, hehehhee..😀 Padahal, awalnya saya engga tahu menahu tentang hal ini. Yes! Benar kan, teman. Kalau Teh Siti gemar berbagi. Ketika ada salah seorang dari teman beliau yang belum mengenal apa yang beliau telah kenal, beliau mengenalkan segera. Apa yang beliau tahu, lebih mudah bagi beliau untuk memberitahukan yang lain. Sehingga kita sama-sama tahu. Dan alangkah indahnya ketika keingintahuan kita terus bertambah dari waktu ke waktu.

Desktop Background

Desktop Background

Mudah memang, menemukan seorang yang benar-benar baik. Salah satu caranya adalah dengan membaikinya. Wah! “Makanya, kamu baik ke aku”, begini Teh Siti pernah bilang, pada suatu hari. “Iya, Teh Siti,..”, lalu, sayapun tersenyum, seraya ikut dengan beliau. Ketika pada suatu kesempatan, kami jumpa di jalan. Kemudian, kamipun melanjutkan perjalanan bersama-sama. Beliau menjadi teman dalam perjalanan menuju pulangku. Semoga Teh Siti makin baik, makin cantik dan selalu tersenyum berbunga-bungaaaaaaaa, yaaaaa…… Terima kasih ya, Teh. See you.

Kebaikan. Ada kebaikan yang berwujud dalam bentuk tindakan, sikap dan gerak-gerik yang terlihat nyata. Ada pula kebaikan yang walaupun kita belum pernah memandangnya dengan jelas, namun ternyata ia ada. Kebaikan adalah jalan hadirnya senyuman. Kebaikan juga yang menjadi jalan berserinya hari-hari yang kita jalani. Bersama kebaikan yang menebar di sekitar, kita dapat merasakan kehidupan yang semakin hidup. Walaupun tidak selamanya ia terlihat, namun kebaikan itu pastinya ada. Baik berasal dari orang-orang yang telah lama kita kenal, maupun dari beliau yang kita bahkan belum pernah bertemu. Baik seorang yang masih belia, muda dan belum tahu apa-apa, maupun dengan seorang yang telah banyak mencicipi asam dan garam kehidupan. Apalagi seorang yang telah banyak tahu tentang seluk beluk dalam kehidupan ini, pastinya lebih banyak kebaikan yang ia punyai. Namun, seorang yang baik, tidak akan pernah mau untuk merasakan indahnya kebaikan itu dengan dirinya sendiri. Ia akan berusaha dengan sebaik-baiknya, bagaimana agar selain ia dan dirinya, dapat pula menikmati bagaimana rasanya satu kata bernama kebaikan. Walau dengan cara apapun, ia akan lebih sering mengusahakan. Karena kebaikan itu memang ada.

Banyak orang yang baik. Namun sangat banyak lagi orang yang menebarkan kebaikan. Banyak kebaikan yang terlihat, namun lebih banyak lagi kebaikan yang terasa. Ya, walau dalam pandangan mata yang nyata ia tidak mudah terdeteksi. Namun, kenyamanan dan ketenangan berada di dekat seorang yang baik, memberikan kesan dan pesan bahwa orang tersebut memang baik. Pokoknya gitu dech. Ada ketenteraman yang dapat kita nikmati karena aura kesejukan yang ia pancarkan. Bukan seperti di padang pasir yang ada banyak pasirnya, (begitukah…? Ai! Padang pasir yang mengingatkan saya pada sesuatu. Aku rinduuuu, menyentuh kotak hitam yang kokoh ituuuu huhuhuuuu…). Berada di sekeliling orang yang baik, seperti berada di antara dua aliran sungai yang  bergemericik. Seperti berlindung di bawah pepohonan yang rindang daunnya, kehijauan. Sepertinya kita sedang bermain-main di sebuah taman yang penuh dengan aneka bunga-bunga yang bermekaran. Sepertinya, kita sedang berada di tengah padang luas berhiaskan rumput hijauuuu dan di sana, terpaan semilir angin membelai lembut wajah ini. Sungguh! Senyuman yang lebih indah lagi, akan kembali menghiasi wajah-wajah yang ada bersama beliau yang baik. Lalu, bagaimana teman, adakah engkaupun mengalami hal yang seperti begini, ini…? Hihii..😀 Teh Siti, engkau menjadi jalan hadirnya inspirasi. Hingga sudah sejauh ini, para jemari masih saja berlari-lari di tuts-tuts yang berbaris rapi. Ia sepertinya tidak akan mau berhenti untuk mensuarakan isi hati. Kalau saja saya belum lagi menyudahi catatan ini. Ya, karena kebaikan yang ada belum lagi dapat tertulisi satu persatu secara detil, di sini. Untuk itulah, berhubung saat ini sudah mendekati dini hari, sedangkan saya masih perlu berehat raga ini. Saya ingin selalu bersama dengan Teh Siti, untuk melanjutkan langkah-langkah ini. Akan tetapi, harus bagaimana lagi… saya cukupkan sampai di sini. Ai! Saya akan selalu merindukanmu, Tetehku yang baik…. Sampai berjumpa lagiiiii…..

“Nawas Ibnu Sam’an Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tentang kebaikan dan kejahatan. Beliau bersabda: “Kebaikan ialah akhlak yang baik dan kejahatan ialah sesuatu yang tercetus di dadamu dan engkau tidak suka bila orang lain mengetahuinya.” Riwayat Muslim.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s