Quote

Tahukah Anda: Bunga Tulip, Warisan Kekhilafahan Islam Turki Ustmani

Tahukah Anda: Bunga Tulip, Warisan Kekhilafahan Islam Turki Ustmani

Hidup, adalah tentang proses. Menjalani proses untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita dengan baik, adalah salah satu usaha untuk membaiki kehidupan.

Hari ini, Jum’at datang lagi. Setelah selama enam hari yang berlalu, kita lewati hari tanpanya. Bagi saya, Jum’at adalah hari yang istimewa. Yach, bukan berarti hari-hari yang selainnya tidak istimewa, yaa. Namun, serasa ada aura berbeda pada hari ini. Bermula semenjak mentari belum menunjukkan senyuman terindahnya pagi ini, saya memulai hari dengan sebait mimpi. “Oiya? Belum genapkah mimpi-mimpi yang engkau rangkai dalam rehatmu, semalam?,” begini sebuah suara menanyai.

“Yes! Selama hari masih berlangsung, selagi mentari bersinar dengan cemerlang sinarnya, selama itu pula mimpi-mimpi ini sambung menyambung menjadi satu, hingga ke ujung usia hamba.”

Mimpi. Ada banyak kesempatan yang dapat kita manfaatkan untuk melanjutkan mimpi-mimpi kita yang sempat terputus, ketika tiba-tiba kita siuman dari tidur. Namun, aslinya kita masih sangat ingin bersama-sama dengannya. Apalagi mimpi-mimpi tersebut berupa kebahagiaan. Wah! Inginkan tidur dech, buat selama-lamanya. Inginnya saya khususnya, memang begitu. Akan tetapi, apa boleh buat. Bukan kita yang menentukan tentang perjalanan waktu. Ada masanya siang, untuk beraktivitas dengan optimal, ada malam untuk berehat mensegarkan raga yang akan bergerak lagi pada keesokan harinya. So, tidak mungkin kaaan keinginan untuk terus terlelap bersama mimpi, dapat menjadi kenyataan. Walaupun begitu adanya, saya masih ingin selalu bersama dengan mimpi-mimpi itu. Mimpiku yang sebelum ini telah hadir, ia tidak boleh buyar oleh terjaganya raga saat ini. Ia perlu terus ada. Nah! Untuk itulah teman, saat ini saya kembali ada di halaman ini. Sebuah halaman maya, tempat saya meneruskan mimpi. Yes! Meneruskan mimpi-mimpi besar yang selama ini hanya ada di dalam pikiran. Termasuk mimpi-mimpi indah yang masih ada dalam bayangan. Wah! Mimpi apakah itu?

Kita tidak akan pernah tahu  kalau kita pernah memimpikan suatu hal, kalau kita tidak mau tahu dengan apa yang kita mimpikan itu. Kita juga tidak akan pernah mau tahu akan semua mimpi yang pernah kita tahu, kalau kita tidak mempunyai kepedulian padanya. So, buat apa kita bermimpi? Apakah untuk merehat raga yang semestinya berjuang dan bergerak serta terus melangkah? Adakah untuk berpaling dari kehidupan, dan kita inginkan hidup yang serba enak tanpa berusaha sebelumnya? Itukah mimpi-mimpi kita yang pernah hadir? Oooo… tidak mungkin ia akan tercapai, kalau kita tidak mengusahakannya. Karena dalam menjalani kehidupan, kita tidak akan bisa menjadi seperti yang kita inginkan, kalau kita tidak berusaha untuk menjadi. So, bagaimana dengan mimpi-mimpi yang terlanjur engkau hadirkan, teman? Akankah ia tertinggalkan begitu saja, lalu engkau segera bergerak untuk berjuang? Ataukah engkau berusaha bersamanya? Yes! Kita memang perlu mengingat selalu, tentang kondisinya.

Mimpi, ia bukanlah hanya sekedar bunga-bunga bermekaran dalam tidur. Pun, mimpi bukanlah hayalan panjang yang tidak berkesudahan. Mimpi juga bukanlah angan-angan kosong yang tanpa makna. Mimpi tidak akan pernah bernama mimpi, kalau kita tidak berusaha untuk merengkuhnya. Ya, seperti halnya mimpi-mimpi yang kita temui pada malam hari, kita hanya akan dapat membersamainya, kalau kita berusaha untuk memejamkan mata, lalu terlelap dengan nyenyak. Kemudian tanpa kita sadari, ternyata kita telah ada di negeri-negeri yang nun jauh di mata. Negeri itu sungguh indah dan menarik. Dan salah satu dari negeri yang berhasil kita kunjungi adalah sebuah taman bunga. Ya, taman bunga yang bertumbuhan tulip-tulip dan segar wajahnya. Ia tersenyum pada kita yang datang menyapanya. Bunga-bunga tulip itu ada beraneka warnanya. Ada pingki yang menyejukkan hati, ada merah yang membangkitkan semangat, ada putih nan bening, subhanallah…. bunga tulip yang berwarna kuning itu, sedang mensenyumi kita yang terpana padanya. Adakah salah satu dari bunga-bunga tulip yang sedang berbaris rapi tersebut dapat kita petik meski setangkai saja? Wahai tulip-tulip yang menarik, tolong izinkan kami untuk menyentuhmu, lalu mencium semerbak aroma yang engkau tebarkan. (Oia, kalau bunga tulip itu ada aroma harumnya engga yaaa….) ^^ Jadi pingin ke taman tulip, untuk menyapanya dengan senyuman yang menandakan kebahagiaan hati. Ya, saya bahagia karena salah satu dari mimpi-mimpiku akhirnya menjadi kenyataan. Senangnyaaa… ^^

Mimpi, bukanlah tentang keberanian untuk mewujudkannya. Namun, bagaimana cara yang kita tempuh untuk menjadikannya nyata, adalah proses yang perlu kita tempuh. Selagi kita mau untuk menuntun langkah-langkah ini menuju negeri impian yang ingin kita kunjungi, maka kita bisa! Hanya memerlukan waktu, teman. Bagaimanakah pengalamanmu tentang mimpi-mimpimu itu? Apakah ia benar-benar menjadi kenyataan, bahkan setelah engkau lupa padanya. Ya, engkau belum mengingat lagi, kapan terakhir kali engkau ingat padanya.

Ada banyak hal, kondisi, dan situasi yang saat ini kita jalani, namun sebelumnya kita tidak pernah memimpikannya. Dan akhirnya kita menjalaninya dengan senyuman. Lalu, bagaimana pula dengan impian yang pernah kita cantumkan di dalam ruang jiwa. Ya, kita sempatkan waktu untuk menghadirkannya walaupun di alam mimpi. Semoga ia menjadi nyata. Kalau tidak sekarang, semoga segera. Begitu pula dengan para hamba-hamba-Nya yang ada di dunia ini. Tanpa kita pernah me-list nama-nama beliau untuk kita temui, ternyata tiba-tiba beliau-beliau sudah ada di depan mata. Dan kita bahagia saat perjumpaan itu terjadi. Lalu, apa yang akan kita alami, setelah pertemuan dengan beliau-beliau yang namanya kita list dalam daftar “Sosok-sosok yang sangat ingin saya temui.” Wah! Pasti bunga-bunga bahagia segera bermekaran sejuk aromanya, di dalam hati. HmMmmmmm… pesona yang hati alami seketika itu, menebar pada wajah, berwujud senyuman nan merekah. Mewah tampilannya, sungguh tiada dapat terbeli dengan apapun juga. So, bermimpilah teman, tentang segala hal yang indah-indah. Maka, ketika kita terus berjuang dan berusaha untuk menempuh jalan menujunya, ia menjadi nyata.

Mimpi, ketika tidak banyak waktu yang kita luangkan untuk menjadinyatakannya, maka selamanya ia hanya akan menjadi mimpi untuk selama-lamanya. Selama kita tidak bergerak untuk merengkuhnya, maka mimpi-mimpi kita tidak akan pernah tahu, bahwa kita sangat ingin membuatnya menjadi nyata.  Tanpa usaha yang kita tempuh bersama ketegaran dan tekad yang kuat untuk dapat mengubahnya menjadi kenyataan, maka selamanya mimpi-mimpi kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan telah ada bersama kita selama ini. Ya, mimpi, adalah bagian dari kehidupan yang sedang kita jalani. Tanpa adanya mimpi-mimpi yang kita rangkai, maka kita tidak dapat merasakan lagi, bagaimana kehidupan ini yang sesungguhnya. Kita masih ada hingga saat inipun, adalah karena kita pernah mempunyai mimpi untuk dapat sampai di sini. Sedangkan apa yang sedang kita lakukan saat ini, menjadi bagian dari usaha dan upaya yang perlu kita tempuh untuk mewujudkan mimpi.

Mimpi, tidak hanya pada malam hari. Ya, tidak hanya malam hari yang dapat kita gunakan untuk bermimpi. Waktu pagi yang baru saja hadir, dapat juga kita manfaatkan untuk bermimpi. Apa mimpimu pagi ini, wahai teman?

Ketika malam telah menjelang saja, dengan segala kepenatan yang kita bawa setelah seharian beraktivitas dengan raga, hati, dan pikiran yang penuh oleh beraneka warna yang menumpuk, malamnya kita masih bisa bermimpi atau bertemu dengan mimpi. Lalu, bagaimana pula dengan suasana pagi hari yang penuh dengan kejutan ini? Ya, salah satu kejutan  yang sangat kita tunggu-tunggu adalah, tentang kehadiran sang mentari, “Adakah mentari bersinar hari ini?.”

Sungguh, kita dapat saja melangkah ke luar sana, untuk memastikan apakah sang mentari sudah bersinar cemerlang atau belum. Namun, kalau sampai saat ini, alam belum menunjukkan tanda-tanda akan hadirnya sang raja siang, pasti kita masih khawatir, bagaimana kabar mentari hari ini? Adakah engkau baik-baik saja, teman. Ataukah engkau telah lebih dahulu kalah oleh awan gemawan yang membungkus tatapmu dengan ketebalan kacamatanya. Wah! Wan.. awan… tolong selamatkan si raja siang, dari mendung yang menyelimutinya. Wan, bukankah kita berkawan? Wan, oh iya… Iwan adalah nama salah seorang adikku di sini. Beliau baru semester satu saat ini. Iwan adalah temannya Shanty. Iwan, saat ini sudah bangun, kah? Lihatlah, mentari sedang mensenyumi persada, teman…

Iwan, sebelum ini saya tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan beliau di kota ini. Iwan, yang berusia lebih muda beberapa tahun dari saya, saat ini menyusul diriku. Ya, beliau saat ini pun rela berjauhan dengan kedua orang tua yang sangat mencintai dan menyayangi, demi melanjutkan pendidikan di kota ini. Kota dengan kembang-kembangnya yang bermekaran, membuat saya merasa betah di sini. Namun,  bagaimana dengan Iwan, ya? Apakah ia baik-baik saja?

Iwan, adalah seorang laki-laki. So, untuk ngekost, tentu saja berbeda lokasi dengan kami. Karena ada kostan yang membedakan antara penghuni perempuan dengan penghuni laki-laki. Di kota ini, terkadang kita bertemu dengan kostan yang semua penghuninya adalah perempuan, karena memang begitu peraturan yang Ibu dan Bapak kostan susun sebelumnya. So, tidak boleh ada satupun kaum Adam yang berdiam di sini. Ihiiiy, beruntungnya saya, menemukan lokasi yang seperti ini.

Lalu, apa hubungannya antara kostan, mimpi, adik saya yang bernama Iwan, pagi hari, dan sebagainya yang saya singgung sebelum ini? Tidak lain adalah tentang mimpi, teman. Ya, kembali lagi ke mimpi. Sure, semua yang sedang saya jalani saat ini di sini, belum pernah hadir dalam mimpi saya sebelumnya. Tentang episode nge-kost, lalu tinggal berjauhan raga dari kedua orang tua, jauh dari keluarga tercinta, untuk melanjutkan cita merengkuh asa.  Ai! Sungguh-sungguh ini belum pernah terbayangkan sebelumnya. Lalu, ketika semua ini saya temui dalam kenyataan, maka apa lagi yang perlu saya perbuat? Bukankah ini adalah kesempatan yang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya? Kesempatan untuk merasakan bagaimana rindu itu, ketika ia hadir menyapa. Kesempatan untuk merasakan bagaimana sendunya ketika tiba-tiba mata ingin menatap wajah-wajah beliau yang selama ini ada bersama kita. Ya, ini adalah kesempatan untuk mengalami beraneka pesona rasa yang semuanya ada di dunia. Kesempatan ini adalah untuk mengabadikan rasa-rasa yang ada. Kesempatan ini adalah untuk merangkai kisah yang sedang saya alami, yang pastinya tidak semua orang mempunyai kisah yang persis dengan apa yang saya alami. Mungkin saya kita sama-sama jauh dari orang tua dan keluarga, namun tentu saja kisah kita berbeda, teman. So, untuk itulah saat ini, saya kembali ke dunia maya. Dunia yang menjadi jalan bagi saya untuk dapat berbagi dengan sesiapa saja, di sana.

Mimpi, pernahkah terbersit di dalam pikiranmu, teman? Untuk menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Lalu, bersama kehidupan tersebut, engkau memberikan kontribusi sesuai dengan peran yang seharusnya engkau jalankan. Ya, dengan peran yang pantas untukmu, engkau kembali melanjutkan mimpi-mimpimu bersamanya. Karena engkau adalah bagian dari keseluruhan insan yang beraneka ragam karakternya.  Bersama beliau semua, engkau merasakan bahwa kehidupanmu menjadi lebih hidup. Pun, bersama beliau semua, engkau dapat lebih bebas berekspresi. Engkau mau dan mampu untuk kembali menatap mentari yang bersinar cerah setiap pagi. Bersama beliau semua, engkau kembali mengayunkan langkah dengan pasti. Yes! Karena engkau, dia, mereka, dan semuanya sama-sama menyadari, bahwa kehidupan adalah tentang hari ini. Bagaimana kita menjalani hari ini, maka begitulah kehidupan yang sedang kita jalani. Hidup bukanlah tentang mimpi. Namun, berani menghadapi kenyataan, adalah salah satu ciri pribadi yang pernah mempunyai mimpi.

Mimpi, ia selamanya akan menjadi nyata, kalau kita berusaha untuk menyatakannya. So, buat kamu-kamu yang saat ini mempunyai mimpi, tidak ada waktu lagi untuk terus bermimpi. Cut ia untuk sejenak waktu saja, kemudian melangkahlah. Ya, melangkahlah lagi, untuk menjadikannya nyata. Karena mimpi-mimpi kita tidak akan berarti apa-apa kalau ia tidak kita buktikan. Apakah engkau bermimpi untuk mengabadikan kisah perjalananmu? Lakukanlah semenjak saat ini, teman. Mulailah dengan merangkai satu kata saja setiap hari. Lalu, keesokan harinya, tulislah satu kata lagi tentang apa yang engkau alami. Untuk selanjutnya, tidak satu kata lagi yang perlu engkau rangkai, namun sekalimat tidaklah cukup. Agar lebih banyak lagi kisah yang dapat engkau abadikan. Yes! Bersemangatlah, demi mewujudkan impianmu, apapun itu. Karena kalau kita berani bermimpi, maka kita juga memerlukan keberanian untuk menyatakannya.

Mimpi, terkadang ia tidak dapat kita ketahui. Apakah mimpi-mimpi itu adalah segala hal yang benar-benar kita inginkan? Ataukah hanya bayangan yang hadir sekilas dalam pikiran? Wah! Dengan begini, kita menjadi bingung sendiri, yaa, lalu menanyai diri begini, “Sebenarnya, mimpi saya yang tertinggi, apa, yaa?”.  Sesungguhnya, tidak ada yang mengetahui bahwa kita punya mimpi, kecuali Ilahi Rabbi dan diri kita sendiri. Kecuali kalau kita menyampaikannya, menuliskannya, atau merekamnya. Kemudian kita memberitahukannya kepada khalayak. Semakin banyak orang yang tahu tentang mimpi-mimpi kita, maka semakin banyak pula yang akan menjadi jalan untuk menjadinyatakannya. Karena apa yang kita mimpikan, adalah juga mimpi-mimpi semesta. Apa yang kita pikirkan adalah juga yang sedang dipikirkan oleh alamnya. So, perlu dech, berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Karena, kalau kita menginginkan kebaikan berada di sekeliling kita, maka kebaikan demi kebaikan akan segera mendekat. Begitu pula dengan yang sebaliknya. Kehidupan ini yang kita jalani saat ini, adalah tentang bagaimana persepsi kita terhadapnya. Apabila kita berpikiran baik, maka baik-baiklah dalam membaiki kebaikan. Karena kebaikan itu akan selamanya baik. Tentu tidak ada, kan, ya yang inginkan hidupnya tanpa kebaikan. Pasti semua kita ingin menjadi seorang yang baik. Lalu, bagaimana cara yang kita tempuh untuk mencapai semua itu?

🙂🙂🙂

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al Mujadillaah [58]: 11)

 

Sebuah Taman di Negara Kincir Angin


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s