Dari Hari ke Hari


Keep a Diary

Keep Your Best to Be Better

I think that I don’t like to be like this situation for a long time.  So that, I wish to change from this condition. Because on situation like this, I fell not free. I wish to be better. I wish my heart feel  free. I wish many people who life arround me and near me, be nearer with me.  I wish make something that created by my self. And one of the function is make many people enjoy their time and happy in their life. I wish produce a creation.

As usually, I woke up at 04.00 am, then pray. After that, I read Al-Quran, pray Subuh then I swept the floor. One day, after Subuh, I went in front of my house and looked arround. I saw the sky, but I can’t seen it.  Although I couldn’t saw the sky, but I still looked arround it. Wow, there was a light that moving on the sky. It was very beautiful. I think that, it was a star. I saw it, again. There was a lighting there. Very fantastic moment one and I felt happy so much. I like that viewed. Oh, actually it was a plane.

After seen that view, I went to a place that there was much of water arround it. Beside that, there was ‘ember too, gayung, aneka sabun, and others’. Do you know, where I went? Yeah, that is tempat cucian. There were many clothes that dirty. And I wish to cleaned them all. First, I was watering them, ‘merendam’ for twenty minutes only. Then, I back to a room for ironing. I ironed another clothes that was dried.  Because I washed them all, one day before that morning came, yesterday. Now, I am standing in front of the ironing table. And I believe that you are knowing what I am doing, now. Yes! I am ironing some clothes.   I did it happily. After ironing, I was washing clothes.

On another time in same days, you would know that I cleaned the kitchen utensils, too. Then, I take a bath, berdandan and breakfast.  After that, I came to my room and reading a book.  That all were my activities in the morning.  And my other activity when morning come is walking arround while seeing the sunrise. I did this activity sometimes, only. Because there was many routine activity at home, everyday. But lately, I can see the sunrise while walking arround everyday, if there is no rain in the morning.  Certainly.

This night, I was pray Magrib and read Al-Quran, too.  Thirty days later, I will get my birthday. I hope that I will be a young muslimah who more patient in this live opportunity, more diligent and be a wise person, kind and easier to share my smile with other whose I meet. I hope.

Oh, yaa. A month in here, I can get much of knowledge from a kitab that I read, such as:

    Give a giving for everyone

    Don’t  leave Tahajud

    Pray at first time…

    Don’t pay your money for not important thing

    Save your money for future (last day; akhirat)

    Don’t eat and drink too much. Cause you can lazy, sleepy and sleeping everyday

    Don’t forget to read (where, when, what?)

I hope this situation is the best for me, now. I will thank to Allah, forever… Alhamdulillah.

***

That note above is one of my note on diary in two thousands and seven. One day in February, five years ago. Wihiihiii… It was so sweet and  beauty story. (Saat  liburan semester satu bulan di Jakarta) 😀

It is easier for us to remembering about our live story. One of way to know about that by reading our old diary.  But, not all of us have diary, right? How about you, friend? Do you have diary too? Or you have a plan to create it, also?

Diary is our free note. We can write it everyday, everytime, or everywhere we wish to create sentences. We can write our diary in a book, in our mind, or on the wall. But, we wish to prepare it before. Because, we can’t write in our friend book. We can’t write in our friend mind also. But, how about writing in our friend wall? We should get permission before do that, right?

There are many theme that happen in our live. Since morning come, at noon, in the afternoon, until night. All of them can give us much of inspirations to begin write something. There are many people that we meet everytime if we go to many places. There are much of feeling that we feel, too. And one of them is our topic to write sentences in diary. Yes! I like this activity one, so much.

When we can’t tell something with our voice to other, we can write it in sentences, then we send it for them. When we can’t meet with our friend now, but we wish to meet, we can write some sentences to tell them about our feeling. We can send messages with another people in other country, then we feel have meet with them. Although in sentences only. In past era, we can send message to other people who live far with us by letter or paper. But in this era, we can feel that much closer. We can call them everytime we wish, then share more knowledges and experiences  each other, quickly. Ai!

Beside that, we can using this technology to write diary too. Waaaw, it is very wonderful. In my mind, this condition still like dreaming, you know.  You can know about my feeling now, after reading my diary. Then, you can read more about me. Although you never meet me.  But, if we ever met, let’s we are ber-reuni di sini. Yeah! And you too. I can read more sentences that you wrote in your pages.  Although we don’t know each other. Where do you come from, I know from your notes. Who are you, I know from your diary. And whose your friend, I know from your interaction with them. And you, you will know more about who am I, when you are spending your time to read my diary. All?

 You will don’t know about my past, if I not tell you in here. And you too. I will don’t know about, who are you? When you never write about that. But, if you wish to tell me about your past, it is ok.  You justifiable proud of your performance in past. But, I will be proud of you when you are telling about your expectation. Because it will happen if you believe it so much. I don’t tell about me, but,  I am telling about you, my friend. I wish to be better with you. Yes, you. Who make me still feel in dreamland until now. Who are you?

Friend, when you are looking this world, there are multifarious color on it.  We can’t turn the color. But, we can colored our day with them. Yes, we can be a colorful figure as we wish.  We can write our life story everytime we wish. Although the story was utterly, but we still have today to be a diarist. Day by day, I am with you in here. Have you coloring my life with your story, too? We also can’t decolorize that filled on our old diary, but we still have today as the best opportunity to make it beutiful.  We can’t discolor today, because today is multicolored.

  ***

Intinya, diari adalah catatan harian yang kita tulis berkesinambungan. Walau bagaimanapun warna hari yang kita temui, ia menjadi bukti tersendiri dalam perjalanan yang ‘hari ini’. Akan tetapi, yang perlu kita sadari, bahwa hari ini adalah hari yang penuh dengan warna. Terserah kepada kita lagi, mau menitipkan warna  bagaimana yang sedang kita rangkai di dalam catatan hari ini. Hal ini bersesuaian dan tidak akan jauh larinya dari apa yang kita pikirkan. Itu saja.

Ketika kita inginkan hari ini berwarna-warni seperti indahnya pelangi, maka kita dapat melukisnya dari waktu ke waktu, dengan semangat tinggi. Begitu pula dengan hasil lukisan selanjutnya yang ingin kita pandangi. Kita bebas menentukan tema yang akan kita abadikan sebagai bukti eksistensi pada hari ini. Apakah berurai tali temali hati yang saling berangkaian dari ujung ke ujung. Ataukah berupa titik-titik cahaya yang menetes dengan perlahan menembus hingga ke ruang jiwa. Ai! Sempurnanya hari ini dengan berbagi.

Tidak akan ada yang mempunyai kesempatan untuk mengingat banyak aktivitas yang sedang terjadi pada hari ini, kalau ia tidak segera mewujud rangkaian kalimat. Begitu pula dengan kita, teman. Bersama pikir yang seringkali pergi entah ke mana, seringkali kita begitu mudah ikut dengannya. Sehingga, untuk kembali mengingat apa yang terjadi pada hari ini saja, kita membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Wahai, bagaimana dengan kejadian dan aktivitas yang telah lama berlangsung? Sudikah ia kembali menyapa kita, kalau kita tidak bersegera menuliskannya saat ini?

Bukan untuk mengembalikan tayangan episode kehidupan yang telah berlalu. Namun tanpa menyaksikannya walau beberapa menit saja, maka kita akan begitu mudahnya  berkata, “Sudahlah… aku tidak sanggup lagi. Aku cukupkan sampai di sini saja.” Wahai, dapatkah kita membayangkan bagaimana tatapannya yang sedari dulu menjadi teman kita dalam menjalani waktu? Bagaimana dengan rangkaian pengalaman yang terus saja menanyai kita, adakah yang saat ini telah berubah denganmu? Lalu, bagaimana dengan cita, asa dan impian yang pada waktu dulu pernah kita rangkai bersama? Apakah engkau masih ingat denganku?”, tanya masa lalu. Oh, … you are.

Ada banyak kenangan yang kita alami pada masa lalu. Begitu pula dengan pelajaran dan pengajaran yang ia berikan kepada kita. Dengan adanya ia, kita kembali mau melanjutkan langkah-langkah pada hari ini. Kalau bukan untuk meneruskan jejak-jejak perjalanan, tiadalah diari hari ini. Karena ia perlu terus bekerjasama dengan para sahabat yang telah terlebih dahulu ada bersamanya. Walaupun diari lama telah ada lebih dahulu dengan ceritanya, namun ia bukan tanpa makna. Ada pesan kiranya, yang ia titipkan pada kita. Ketika kita mau untuk membacanya lagi. Pesan yang bukan untuk kita saja, namun untuk para sahabat juga.  Ketika pada suatu kesempatan terbaik para sahabat menemukannya pula, semoga ia dapat tersenyum dengan lebih indah. Agar tidak hanya kita saja yang tersenyum membacanya.

Wahai sahabat, adakah engkau mengalami hal yang sama pula. Saat engkau kembali membolak-balik beberapa lembaran usang yang pernah engkau coreti. Di dalamnya engkau temui nuansa yang berbeda dengan hari ini? Ataukah keadaannya kembali engkau alami, saat ini. Padahal, semua itu sudah berlalu selang beberapa masa. Lalu, bagaimana dengan berbagai harapan yang ternyata juga pernah ada di sana? Apakah engkau menemukan pesona indah bersamanya? Bukankah tidak ada satupun yang sia-sia, yaa. Bagaimana kiat yang kita lakukan dalam memanfaatkan kesempatan yang ada sekarang? Karena ia akan menjadi kisah masa lalu pula pada masa yang akan datang. Bersama, mereka akan saling bersenyuman.

Diari yang pernah kita rangkai dalam berbagai kesempatan terbaik, pun menjadi salah satu bukti siapa kita yang sesungguhnya. Apakah kita merangkainya dengan tujuan? Tanpa tujuan yang kita ciptakan, maka tiada akan ada lagi harapan yang bertumbuhan. Namun, kalau harapan telah kita semaikan semenjak awal perjalanan, insya Allah kemudahan demi kemudahan akan datang bergantian. Ketika satu harapan tercapai, maka harapan yang lain pun sedang bersiap untuk kita capai. Hidup dengan harapan, menjadi lebih indah kiranya. Lalu, apa saja harapan yang sedang engkau bubuhkan dalam lembaran hari ini, wahai teman?  Ia akan menjadi kenyataan, lho.. hohoo.. 😀

Belajar dari pengalaman, tidak akan pernah usai. Karena tidak akan ada waktu istirahat bagi kita untuk aktivitas yang satu ini. Selagi kita masih bergerak dan bersedia serta mau untuk mengambil pelajaran darinya. Maka pengalaman selalu siap sedia membantu kita. Ai! Baiknya ia, yaa. Lalu, pengalaman seperti apa yang saat ini sedang engkau tulis di dalam diari, teman? Bagaimana langkah-langkah yang sedang engkau tempuh dalam mengabadikannya. Seperti apa pula proses yang sedang engkau lakukan dalam memprasastikannya?  Apakah ia terjadi dengan sendirinya? Apakah ia tercipta dengan begitu mudah? Ataukah banyak kendala yang engkau alami bersamanya? Ia mempengalamankan, ia mengajarkan, ia menitipkan banyak pesan kalau kita mau memahami kehadirannya.

Ada proses yang senantiasa menemani untuk terciptanya sebuah hasil. Begitu pula dengan pengalaman hari ini yang telah kita alami. Ia merupakan hasil dari beraneka pengalaman yang kita peroleh pada masa-masa yang telah berlalu. Ia adalah pengetahuan untuk masa yang akan datang. So, buat pengalaman hari ini, tercipta senyuman. Kami bahagia engkau ada. Karena engkau menjadi jalan tersenyumnya kami lebih indah lagi, setelah engkau menyapa. Selamat bertanya, namun berusaha terlebih dahulu, adalah langkah yang mampu melegakan jiwa.

🙂 🙂 🙂

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s