Terbitnya Fajar Harapan


Wahai fajar yang sedang menyingsing…

Saat kelam engkau hadir…

Bermula pagi semenjak engkau ada…

Meskipun engkau bukan sumber penerangan, namun engkau adalah jalan hadirnya terang…

Menjelang mentari menyinari bumi, engkau datang menyapa kami…

Mestikah kami tak menyambut sapamu yang membangunkan kami dari lelap panjang ini?

Kami tidak tahu pasti, akan perjalanan usia ini…

Sedetik setelah saat inikah ajal diri?

Dapatkan esok hari, kita berjumpa lagi?

Meski hanya untuk menyampaikan sebaris kalimat, “Bangkitlah, sebelum fajar harapan menemui.”

Kami di sini, ada untuk negeri.

Kalau bukan untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang masih terbengkalai, kami tidak mungkin ada di sini.

Kalau bukan untuk menjadi lebih berarti, kita tidak akan berani untuk menyambut hari esok yang belum pasti.

 🙂🙂🙂

Sebelumnya, saya mendapat kesempatan menempuh pendidikan formal di Politeknik LP3I Bandung, dengan bantuan dana pendidikan yang sempurna. Ya, saya tinggal kuliah saja. Mulai dari tahun pertama masa pendidikan, sampai akhir tahun ke tiga. Ya, tinggal kuliah saja. Tanpa perlu memikirkan biaya pendidikan. Saya mengikuti saran beliau. “Belajar yang benar dan rajin ya, Yan,” ini salah satu pesan Bapak Ir. Adriza, M.Si,  yang ketika saya mengingatnya, maka meneteslah airmataku. Haru. Dalam sedu dan sedan yang menyisakan isak, saya hanya mampu tertunduk. Sedangkan butiran permata kehidupan yang membanjiri kedua pipiku, semakin banyak saja. Banjir airmata. Itu yang seringkali saya alami setiap kali teringat pada pesan-pesan beliau. “Jaga diri baik-baik di Bandung yaaa…, Yan,” ini pesan yang Ibu Elly Watti Noorhan, SE. MM sampaikan, beberapa saat sebelum kami berjarak raga lebih jauh, untuk pertama kalinya. Semenjak kami bertemu. Begitu inti salah satu pesan dari beberapa pesan penting yang beliau-beliau sampaikan  pada diriku ini.

Saya? Siapa saya? Seorang yang bukan siapa-siapa, sebelum akhirnya kami bersama semenjak awal Januari 2006. Tidak banyak kesan yang saya ingat saat pertemuan pertama kalinya dengan beliau.  Namun, satu kesan indah yang seringkali saya ingat bahwa, beliau, adalah jalan kebaikan. Kebaikan demi kebaikan nan melimpah, seringkali saya terima melalui beliau. Bagaimana beliau dapat menjadi seperti demikian?

Tiga tahun pun berlalu. Setelah menempuh pendidikan formal pada salah satu lembaga pendidikan tinggi di kota ini, akhirnya kamipun berhasil menyelesaikan masa studi.  Adapun nilainya sesuai dengan apa yang pernah kami impikan sebelum memulai semuanya. Alhamdulillah… Kostum merah marun beserta kerudung yang senada, menjadi saksi bagaimana suasana hati yang kami rasakan pada hari wisuda. Legaaaaaaaaaaaaa….. rasanya. Ada banyak kata-kata yang tiada mampu terucap. Ada berjuta nuansa yang terbawa serta dalam merayakannya. Entah apa namanya. Yang jelas, pada hari itu Ibunda pun hadir, serta, dan menyaksikan. Tanpa Ayahanda. Ayah… bisakah kami menjadi seperti engkau, yang sangat pemaaf?

Hari itu, hanya berlangsung sehari saja. Hari kemenangan dan lambang kebebasan. Hanya sehari saja. Untuk selanjutnya, kita perlu meneruskan perjuangan. Karena jalan masih membentang indah. Ada cita yang belum tercapai. Masih banyak impian yang melambai-lambaikan tangannya untuk segera kita rengkuh. Hari esok perlu lebih cerah dari merahnya warna kostum yang kami (saya dan Ibu Elly) kenakan pada hari yang sama. Ibu, terima kasih yaa… Banyak cerita yang masih akan terangkai tentang kita. Banyaaakk, Bu. Semoga Allah meridhai pertemuan kita, kebersamaan kita, maupun kenangan yang tercipta atas jalinan kasih dan sayang yang Ibu ulurkan, selalu. Bagaimana cara untuk membalas kebaikan?

Hari wisuda pertama, tanda berakhirnya masa menempuh pendidikan di Politeknik LP3I Bandung, telah berlangsung menjelang akhir tahun 2009 yang lalu. Namun kita masih ada pada hari ini. Impian dan cita masih tersisa. Sedangkan hari demi hari terus berjalan. Ia maju bersama waktu yang bergerak melaju. Tiada waktu yang hadir tanpa kesempatan terbaik di dalamnya. Begitu pula dengan hari ini. Ia hadir untuk memberikan kesempatan bagi kita untuk meneruskan perjuangan. Karena saat ini kita masih ada?

Setelah kesempatan menempuh pendidikan di Politeknik LP3I Bandung, maka kesempatan berikutnya adalah menjejakkan kaki-kaki  jiwa di Universitas Sangga Buana. Ya, kesempatan yang mengajak kami, untuk mengikutinya pula. Pada kesempatan ini, kami memperoleh kemudahan lagi. Kemudahan yang apabila kami lebih rajin merangkai syukur, maka ia akan bertambah banyak lagi. Kami yakin, tidak ada pergeseran rezeki? Bukan kami yang mengendalikannya. Adalah usaha yang menjadi jalan mengalirnya lebih deras lagi, menuju pada kami. Ya, karena Allah Yang Maha Pemberi, senantiasa rela dan  baik pada hamba-hamba-Nya yang menjadi jalan sampaikan rezeki bagi hamba-hamba-Nya yang lain. Dengan sepenuh hati, kami menghayati firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya,  “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak…. (Q.S Al Baqarah [2] :245).

Apakah kontribusi yang dapat kita salurkan untuk menjadi lebih bermanfaat dari saat ini, selain melakukan yang terbaik? Apakah kita mau? Jalan selalu terbuka untuk kita tempuhi. Meski sebait niat terbersit di dalam hati, Allah Maha Tahu.

🙂😀🙂

Saya senang, berteman dengan para sahabat yang menjadi jalan untuk mengenalkan saya pada, panti sosial asuhan anak “Fajar Harapan.” Karena, para sahabat yang saya pertemani, telah bergabung pada salah satu lembaga sosial ini, semenjak beliau-beliau masih menempuh pendidikan pada jenjang pendidikan atas. Saat itu, saya masih berada di kampung halaman tercinta. Saya masih menerima biaya pendidikan dari orang tua tersayang, masih tinggal bersama beliau, masih dapat memandang wajah-wajah lelah beliau sepulang dari beraktivitas seharian, dengan profesi beliau sebagai petani. Di samping itu, Ayah dan Ibunda seringkali dimintai pertolongan oleh para warga yang membutuhkan bantuan beliau. Ai! Menjadi bermanfaat itu, ternyata memperindah kehidupan yang sedang kita jalani. Hari demi hari, beliau jalani dengan senang hati. Saya selalu mengingat, bagaimana beliau mengusahakan biaya pendidikan kami. Demi kebahagiaan kami, agar dapat bersekolah seperti teman-teman yang seusia beliau banting tulang, peras keringat, bekerja keras.  Dengan segala upaya yang beliau dayakan, meski tertatih-tatih, akhirnya kami para buah hati beliau pun menamatkan pendidikan atas.  Kami ingin membuat beliau tersenyum lebih sering…..

Ketika saya masih dalam pengayoman penuh kedua orang tua, berbeda halnya dengan para sahabat yang saya kenali di sini. Beliau telah terlebih dahulu memperolah fasilitas dari panti asuhan anak “Fajar Harapan.” Jalan hidup kita memang berbeda, teman. Namun, bukankah jalan tersebut yang mengajarkan kita untuk mengenal diri ini? Buat apa kita ada. Ketika kesempatan datang dan menyapa, mestikah kita tidak memanfaatkannya dengan baik? Bukankah kita tidak pernah tahu, kapan lagi kesempatan itu datang menghampiri? Saat kita belum memberikan perhatian penuh padanya, lalu untuk apa ia datang pada kita? Kita ada hanya pada hari ini.

Berbekal semangat dan tekad yang bulat, akhirnya saya pun bergabung dengan lembaga sosial yang sama. Pengurus panti  sosial asuhan anak dan para sahabat yang baik, menjadi jalan bagi saya untuk dapat meneruskan pendidikan lagi.  Kepada Bapak Ir. H. Srijanto Prono, terima kasih yaa, Pak. Bersama, kami merangkai asa, meneruskan perjuangan. Ketika pertama kali bergabung dengan “Fajar Harapan,” masing-masing kami memperoleh brosur untuk kami sebarkan. Ya, kami adalah jalan sampaikan sang brosur pada tujuannya. Andakah tujuan tersebut?

Adapun brosur yang kami terima, untuk kami sebarkan, berisi tentang:

  • PENDAHULUAN

Perkembangan kehidupan sosial masyarakat kian hari makin terpuruk akibat dampak krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Hal ini sudah tentu akan berakibat meluasnya krisis diberbagai aspek kehidupan, diantaranya jumlah pengangguran meningkat, krisis akhlaq / moral dan yang sangat dikhawatirkan adalah meningkatnya frekuensi kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak, padahal mereka inilah yang akan menjadi subjek sejarah pada masa yang akan datang.

Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam berupaya terus menerus meningkatkan peran dalam ikut menyumbang solusi terhadap permasalahan tersebut.

Panti asuhan adalah salah satu amal usaha Muhammadiyah yang bergerak dibidang kesejahteraan sosial memberikan pelayanan kepada anak yatim dan anak miskin untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental, agar mereka dapat bersosialisasi dengan baik di masyarakat dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

  • ANAK ASUH DAN PENGASUHAN

Dimulai dengan menampung 5 anak asuh di rumah kontrakan pada tanggal 24 Juni 2002 didirikan Panti Sosial Asuhan Anak Fajar Harapan. Dengan tambahan menampung lima anak pertahun, pada Juli 2009 ini jumlah anak asuh yang dibina sebanyak 37 orang yang terinci atas 16 putri tinggal di asrama dan selebihnya tinggal di luar asrama karena keterbatasan dana membeli rumah asrama. Mereka yang tinggal di luar asrama pada umumnya adalah anak asuh yang melanjutkan kuliah setelah tamat SLTA, bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk menambah biaya kuliah.

Pengasuhan dilaksanakan melewati sistim asrama dan di luar asrama. Pada dasarnya fungsi PSAA adalah memfasilitasi agar anak asuh dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, keterampilan dan kesejahteraannya, lahir dan batin. Anak yang masih mungkin dikembangkan di luar asrama dengan sedekat mungkin bersama orang tuanya, kami berikan bantuan pengasuhan luar asrama. Anak asuh yang kesulitan berkembang di luar asrama, yang memiliki bakat dan kemampuan tinggi, kami tampung dalam sistem asrama.

Jumlah anak asuh tercatat hingga Juli 2011 adalah 50 orang, 17 anak asuh putri tinggal di dalam asrama, selebihnya di luar asrama. Ke 50 anak asuh tersebut pendidikannya tersebar dari SD hingga Perguruan Tinggi. Yang perguruan tinggi tersebar di IPB (2 orang), LP3I Bandung (7 orang), USB-YPKP (4 orang ~(*) salah satu  dari empat orang ini adalah saya. Mohon doanya yaa, agar kami dapat menjadi insan yang berguna, bermanfaat, dan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu…. Aamin) dan 2 orang kursus pelatihan menjahit dan bordir.

  • FUNGSI PANTI ASUHAN

Sesuai dengan sifat pelayanan, maka Panti Asuhan ini berfungsi :

  1. Pemulihan, yaitu mengembalikan kondisi fisik, mental dan sosial anak asuh pada kondisi yang semestinya dimiliki oleh anak pada umumnya
  2. Perlindungan, yaitu melindungi anak asuh dari gangguan fisik, mental dan sosial dari pengaruh luar
  3. Pembinaan, yaitu membina anak asuh agar tercegah dari pengaruh negatif
  4. Pengembangan, mengembangkan sumberdaya yang ada pada anak asuh untuk diarahkan kepada peningkatan pemahaman, Dienul Islam, Intelektualitas dan keterampilan sebagai bekal bagi kehidupan kelak.
  • BIAYA

Rincian biaya rutin PSAA Fajar Harapan tahun 2011-2012 sebagai berikut :

No.

Uraian

Biaya/thn (Rp)

1. Biaya Kursus-kursus dan SPP

47.850.000

2. Transport

49.500.000

3. Beras, lauk pauk & Kesehatan

50.050.000

4. ATK

3.025.000

5. Peralatan asrama / panti

8.250.000

6. Tutor

11.000.000

7. Pembayaran listrik, telp & ledeng

4.235.000

Jumlah Biaya rutin

173.910.000

Rencana Pembelian Rumah Asrama untuk kursus dan pelatihan

350.000.000

JUMLAH

523.910.000

Sumber biaya rutin: 20% berasal dari para donatur tetap, 50% dari donatur tidak tetap, 10% berasal dari Departemen Sosial dan 20% berasal dari APBD Kota Bandung.

  • PENUTUP

Demikian gambaran singkat tentang Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Fajar Harapan, PCM Cibeunying Kaler. Untuk kelangsungan dan pengembangan panti sosial ini, kami berharap uluran tangan berupa Zakat, Infaq, Shadaqah serta partisipasi para dermawan. Allah menjanjikan  pahala besar bagi mereka yang menafkahkan harta di jalan-Nya,

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak…” (Q.S Al Baqarah [2]: 245). Juga sebagaimana hadis Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diterima dari Sahl bin Sa’ad r.a: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim dengan baik di surga bagaikan jari telunjuk dan jari tengah” (H.R Bukhari). Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan pendusta agama seperti firman Allah “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menelantarkan anak yatim dan tidak membantu memberi makan orang miskin” (Q.S Al Maa’uun [107]: 1-3).

Kami berdoa semoga Zakat, Infaq dan Shadaqah serta bentuk bantuan lainnya baik Bapak/Ibu/Saudara/i mendapat ganjaran yang berlipat ganda dari Allah subhanahu wa ta’ala dan berkah kehidupan lahir & batin, dunia & akhirat. Amiin.

Sesepuh Drs. Budi Handojo, Msc Jl. Cikutra Baru IV No. 3 Bandung 022-7275235
H. Suwanda B.A Jl. Giringsing No. 44 Bandung 022-2506848
Drs. Sumpeno Jl. Surapati No. 205 Bandung 022-2501066
Drs. R. Kamin K. SE, MM. Jl. Neglasari IV No. 18 Bandung 022-7213851
Drs. H. Uun Hasan Abdullah Jl. Surapati No. 209 Bandung 022-2500793
Kepala Panti Ir. H. Srijanto Prono Jl. Rereng Barong No. 8 Bandung 022-2507505
Pembina PC. Muhammadiyah Cibeunying Kaler Komplek Perumnas Sukaluyu Blok E1 No. 107 022-2503078
PC Aisyiah Cibeunying Kaler Komplek Perumnas Sukaluyu Blok E1 No. 107 022-2503078
Sekretaris I H. Dahrur Charori, BE Jl. Alamanda 1 No. 8 Bandung 022-2508033
Sekretaris II Ahmad Rifai, S. Sos. I Kmp. Sekemerak RT03/18 No. 122 Bandung 081572707676
Bagian Keuangan H. Emo Sudarma Jl. Sidomukti No. 17 Bandung 022-2503236
Seksi Usaha Asep Wawan Jl. Cigadung Raya Timur 91A 022-70025595
Pembantu Umum Dr. Rachmaniar Prono Jl. Rereng Barong No. 8 Bandung 022-2507505
Alinafiah Siregar Jl. Kamp. Jiwanaya RT. 02/04 Bukit Ligar Bandung 022-70383150
Dodih S, S.Ag Jl. Batik Pekalongan No. 34 Bandung 022-2510618
Dudun Jaenudin Ds. Cilangkap Tegalwaru Purwakarta
Usep Hidayat Kamp. Jiwanaya RT. 02/04 Bukit Ligar Bandung
Imam Santosa Jl. Rereng Manis No. 23 Bandung 022-2501626
M. Edwin Azhar. SH. MH. Komplek Persada Depok Blok B4/ 05Jl. Raya Tapos KM-3, Cimanggis, Depok 16959 021-87921861
Didi Wahdi, SH. Jl. Surapati No. 173 Bandung 022-2513174
Nanan Sumarna Jl. Sukaluyu II No. 42 Bandung
Jajang Rahmat Desa Cinta, Karang Tengah Garut 08572402821

“SEMANTAP FAJAR HARAPAN DINI HARI, MARI MEMBUKA MATA HATI”

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s