Pesan Kedamaian


Bila Rasaku Ini Rasamu – Kerispatih

Aku memang terlanjur mencintaimu
Dan tak kan pernah ku sesali itu
Seluruh jiwa telah kuserahkan
Mengenang janji setiaku

Ku mohon jangan jadikan semua ini
Alasan kau menyakitiku
Meskipun cintamu tak hanya untukku
Tapi cobalah sejenak mengerti

Bila rasaku ini rasamu
Sanggupkah engkau menahan sakitnya terhianati cinta yang kau jaga
Coba bayangkan kembali betapa hancurnya hati ini kasih
Semua telah terjadi

***

Tidak seperti biasanya, memang. Lagu pengiring yang pertama kali mengalun dari VLC media player bukanlah ‘Selamat Berjuang – Brother’, yang syahdu itu. Namun, saat ini ia berganti menjadi Kerispatih. Entah mengapa? Tiba-tiba jemariku bergerak untuk menyetelnya lebih awal. Setelah itu, baru kembali pada Brother.

Senin pagiii…😀 Alhamdulillahirabbil’aalamiin. Aura hari ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya. Hari kemarin telah berlalu, saat ini adalah hari baru. Bersama semangat baru tentunya, mari kita memulai perjuangan lagi. Masa masih menyediakan kesempatan untuk kita agar mau melangkah lagi. Sedangkan mentari pagi belum bersinar. Buktinya, masih kelam di sini, teman. Ketika paragraf yang ke – dua pada catatan yang berada pada judul ‘tiga ratus delapan puluh delapan’ ini tercipta, memang belum ada kemilau sinar mentari di sekitar. Begitu pula dengan bunyi-bunyian suara burung pipit yang mampu menjadi jalan untuk menghangatkan suasana. Begitu dingin di sini. Brrrrrrr… Ditambah lagi dengan guyuran hujan yang tiada hentinya semenjak kemarin siang, hingga malam menjelang. Kini, sisa-sisa hujan masih ada. Apabila kita menyediakan beberapa menit waktu untuk menginjak tanah,  maka masih ada tetesan embun yang akan membekas pada telapak kaki ini. Namun, untuk saat ini, aktivitas ini belum saya lakukan. Karena kondisi alam masih gelap. Sunyi, sepi, ini yang sedang terjadi di luar sana. Sedangkan di sekitarku kini, sedang mengalun suara indahnya Brother – Lagu Kedamaian. Setelah senandung usai, VLC media player, saya matikan.

Cling… hening.

Kedamaian adalah suatu kondisi yang terjadi, ketika hanya ada damai yang mengelilingi. Hehee… intinya, kedamaian ada kalau suasana begitu tenang, tenteram, dan tanpa adanya gangguan dari arah manapun. Kedamaian, adalah suatu kondisi yang sangat menyenangkan. Bersama kedamaian, kita dapat melakukan berbagai upaya untuk menemukan kebahagiaan. Apakah wilayah tempat beradamu saat ini dalam kedamaian, teman?

Kedamaian adalah keadaan yang sangat kita butuhkan. Karena tanpa kedamaian, kita tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik. Lalu, apakah yang dapat kita lakukan, kalau kedamaian sedang berada di sekitaran? Bagaimana kita tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk melakukan yang terbaik? Ketika suasana alam begitu teduhnya. Ketika yang kita dengar hanya detak jam di dinding, yang terus bergerak maju, melaju. Jam yang memesankan kita untuk mengambil pelajaran darinya. Agar kita juga mau untuk melangkah, dan terus melangkah sebagaimana ia yang tidak pernah henti berbakti. Ya, kalau energi baterainya belum habis, tentu saja.

Saat yang kita dengar dari kejauhan hanya kokok ayam jantan yang bersahut-sahutan, ia membangunkan penghuni bumi yang masih ketiduran. Ya, saat mentari pagi belum lagi memberikan penerangan pada alam, maka ini adalah suasana yang sangat cocok untuk kembali ke pembaringan. Apalagi kalau cuaca juga hujan, semalam. Maka, jangan lewatkan kesempatan! Yuuks, kita melanjutkan petualangan. Berangkat ke alam mimpi, adalah salah satu pilihan. Saya memilih untuk berada di sini sampai beberapa jam ke depan. Untuk meneruskan rangkaian perjuangan, merangkai catatan.  Karena saat ini masih pagi, teman. Sedangkan pagi, adalah waktu yang paling pas untuk meneruskan impian. Itupun,  kalau semenjak semalam, ia telah membersamai kita dengan segala kemewahannya.

Mimpi. Berdamai dengan mimpi, adalah salah satu cara untuk menemukan semangat dalam melangkah. Mimpi-mimpi yang hadir tanpa kejelasan, meninggalkan sebentuk ingatan dalam pikiran. Ia yang memberikan kita beraneka pemandangan, sungguh diluar dugaan. Kita, yang seringkali melangkah, berjalan dalam menempuh jalan kehidupan, merasa belum pernah bertemu dengan apa yang ada di alam mimpi. Ya, mimpi di dalam tidur adalah hiburan kalau ia berupa kesenangan, kebahagiaan dan atau hal-hal yang mengasyikkan. Namun, kalau apa yang hadir di dalam mimpi adalah hal yang berseberangan dengan kebahagiaan, semoga ia tidak menjadi buah pikiran. Karena, itu hanya mimpi. Dan sekarang, ketika saat ini kita masih berada di alam, adalah kita perlu memanfaatkan kesempatan. Tidak ada lagi waktu untuk membuang-buang angan, saat kita masih ada. Kembali menelorkan harapan saat ini dalam meraih cita, semoga bermanfaat kemudian. (Aits, memangnya kita ayam, sampe bertelor… ? Hohooo…. pikiran ini hadir, karena beberapa kali, saya mendengarkan si petok berteriak-teriak dari kejauhan. Hingga akhirnya, suara yang sangat mengesankan itu, sampai pula pada indera pendengaran ini. Aih! Saya begitu mudah terbawa suasana. Tolong maafkan yaa, teman…) 😉

Tidak ada lagi alunan merdu dari VLC media player, seperti yang pada awalnya saya putar. Hening, adalah kondisi yang terjadi saat ini. Hanya detak jam di dinding yang terdengar sangat nyaring. Oia, ada lagi suara yang baru saya sadari, yaitu bunyi ketukan keyboard dengan irama khasnya, merupakan suara yang menderukan gemuruh dalam jiwaku, kini. Aku terharu bersamanya. Ai! Tiba-tiba saja begitu.

Bersama kedamaian yang seperti ini, ada banyak kesan yang ingin saya sampaikan pada sebuah catatan pagi. Ya, ini adalah catatan yang kembali terangkai atas nama cinta. Cinta yang menyapa. Wah! Betapa senangnya, ketika nanti angka judul pada catatan ini telah sampai pada angka satu. Memang masih impian, sampai saat ini. Karena, sekarang ia masih berada pada angka dengan jejeran yang berjumlah tiga. Kapan yaa, semua ini tercapai. Saya kembali ada saat ini, untuk mengentaskannya satu per satu. Karena saya sangat ingin menyaksikan bagaimana wujudnya setelah berada pada angka satu. Semerdu suara kokok ayam jantan yang masih terdengar bersahutan, adalah suara kedamaian yang ingin saya hadirkan dari ruang jiwa. Saya ingin, ia menemukan kedamaian, setelah bergejolak karena gemuruh rasa. Saya ingin, ia menemukan kedamaian itu ada  bersamanya lagi, setelah membuatnya terbuai beberapa lama oleh keadaan. Yach, dengan menuliskan apa yang ia alami, maka kedamaian pun menggenapi kehadirannya saat ini. Inikah proses terwujudnya misi?

Ketika kokok ayam jantan tidak lagi kedengaran, datanglah kicau beburung. Ai! Alam, engkau membuatku terharu. Denting jam di dinding mulai terkalahkan oleh nyanyiannya. Burung-burung itu, belum lagi kelihatan, karena di luar masih gelap, teman. Walaupun saya usahakan untuk mengintip pergerakannya, namun beburung masih belum terlihat, karena warnanya kecokelatan. Begini wujudnya, ketika pada suatu kesempatan, kami saling berpandangan.

Ada banyak suara yang dapat menjadi jalan bagi kita untuk menemukan kedamaian. Suara kokok ayam jantan, suara detak jam di dinding, gemuruh suara keyboard  yang berirama (ini tergantung kecepatan gerak jemari), pun suara nyanyian burung pipit di sekitaran. Ini adalah suara-suara yang menjadi jalan bagi saya untuk menemukan kedamaian, saat ini. Lalu, suara apakah yang dapat membuatmu menemukan kedamaian, teman?

Ketika aktivitas yang terjadi di alam sempat mengusik perhatian, maka kita akan terlarut bersamanya. Saat kondisi pikiran sedang berada dalam ketenangan, maka kita dapat menikmati apa yang kita dengarkan. Ketika kita memanfaatkan keadaan, maka kita dapat menghasilkan bait-bait catatan. Yes! Ini adalah pengalaman pribadiku. Sampai di sini, kita dapat memetik kesimpulan, bahwa, walau bagaimanapun keadaan di sekitar, kalau kita ingin memetik pesan darinya, maka kita bisa. Kalau kita ingin merangkai catatan dari apa yang kita dengarkan, maka kita bisa. Kalau kita mempunyai pengalaman untuk kita bagikan, maka kita bisa. Itupun kalau kita mau. Ya, semua tergantung kemauan.

Terkadang, kita mengalami suasana yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Suasana yang membuat kita merasakan ketidakdamaian selama bersamanya. Lalu, merangkai sebuah catatan tentang suasana tersebut, adalah salah satu pilihan yang dapat kita ambil saat itu juga. Lalu, membacanya lagi setelah beberapa saat kemudian, maka kita akan tersenyum.

Lho, ternyata begini tha, suasana pikiran yang saya alami barusan…. ? ? !!!”, kita menjadi tidak percaya, kita pun keheranan. Kita terpana, kita bertanya-tanya.

This am I?,” kita meyakinkan diri.

Akhirnya kita tahu, siapa kita, bersama bait-bait kalimat yang kita cipta, sebelumnya.

Bait-bait kalimat yang telah kita cipta tersebut, tidak dapat kita hapus lagi. Ia telah mengabadi, menjadi jejak-jejak dalam perjalanan. Hingga akhirnya nanti, ia memberikan kita bukti sebagai prasasti perjalanan. Itukah saya yang sesungguhnya? Meskipun semua telah berlalu, namun yakinlah teman, bahwa kita mengalami hal yang demikian. Beraneka rasa yang mencurahkan seluruh perasaan dalam catatan demi catatan, adalah jalan untuk hadirkan senyuman setelahnya. Saya, benar-benar mengalami akan hal ini.  Xiixiii… :D  Itulah salah satu jalan yang pernah kita tempuh untuk menemukan harapan.

Kembali ke masa lalu, tiada yang berkeinginan, kalau masa lalu itu berupa ketidakdamaian. Lalu, kembali ke masa lalu yang penuh dengan kebahagiaan, juga tidak akan pernah terjadi, walau kita sangat ingin. Namun, ada satu harapan yang kembali kita semaikan saat ini, semoga kehidupan pada masa selanjutnya, menjadi lebih indah bersama kebahagiaan yang sempurna, aamiin.

Teman, sampai para paragraf ini, sudah sejam saya berada di sini. Ai! Nulisnya kelamaan atau standar, atau cepat yaa? Ai! Bagaimanapun yang terjadi, saat ini saya sedang belajar untuk merangkai catatan, mewujud isi pikiran, suara hati dan melatih jemari untuk terus bergerak. Olahraga pagiiii….😀 Inilah salah satu aktivitas yang sangat mendamaikan, ketika raga belum lagi mampu untuk kita gerakkan, kecuali jemari dan teman-temannya berupa tangan, dan sekitarnya. Betul, teman…  saat ini, saya masih berada di tempat berehat.  Meskipun raga masih lemah… namun ketika kita masih ada, maka kesempatan tidak boleh kita sia-siakan. Lakukan apa yang mampu kita dayakan, dengan semaksimal upaya yang dapat kita perjuangkan. Jalan masih panjang. Selama harapan masih kita bentangkan, maka jalan untuk mencapai tujuan pun memberikan kemudahan demi kemudahan. Biarlah ragamu belum dapat menginjak tanah, namun saat jiwamu sedang melangkah, maka kaki-kakinya akan membawamu pada perubahan. Ya, hingga impian, cita dan harapan itu tidak lagi berada dalam ingatan saja. Namun, ia telah berada pada kenyataan. Sedangkan dalam kondisi demikian, engkau dapat mensenyuminya. Di sana, engkau temukan kedamaian. Kedamaian pikiran, kedamaian jiwa, dan kedamaian raga. Beristirahatlah, kalau memang itu yang engkau butuhkan.

Pagi, ini masih pagi, teman. Sedangkan detak jam di dinding juga masih bergerak, maju. Ia berpesan satu hal untuk sesiapa saja yang kembali menatapnya, dengan penuh harapan. Bersama waktu yang terus berjalan, kita akan menemukan apa yang kita cari. Bersama gerakan yang terus kita upayakan, ada harapan yang kembali menyala.  Melangkah bersama harapan yang menggerakkan, adalah salah satu upaya untuk memanfaatkan kesempatan.

Kembali bersuanya kita saat ini, di sini, adalah salah satu jalan untuk menemukan kedamaian. Yach, untuk berbagi pengalaman, berbagi ilmu pengetahuan dan berbagi catatan. Walau bagaimanapun, kita masih ada hingga saat ini. Adakah kita memanfaatkannya dengan penuh rasa syukur? Kalau apapun yang kita jalani saat ini memang sesuai dengan yang kita harapkan. Kita senang bersamanya. Sedangkan kesabaran? Ya, di mana kita menitipkan kesabaran? Kalau ternyata apa yang sedang kita jalani saat ini, bukan yang kita inginkan. Ah! Tidak perlu berlama-lama mikirnya, teman. Saya tidak meminta jawaban, hanya sedang menanyai diri sendiri. Tentang kondisi yang sedang ia alami saat ini.

Setelah sekian lama kita berada di muka bumi, pasti banyak masa yang telah kita jalani. Banyak pula pengalaman dan ilmu pengetahuan yang kita petiki dari hasil berinteraksi dengan sesiapapun yang kita temui. Dari sana, kita belajar banyak hal. Baik tentang kondisi alam, tentang kisah perjalanan, tentang harapan, tentang pertemanan, serta tentang banyak hal yang kita belum mengalaminya. Dari cerita-cerita dan kisah yang kita terima, kita dapat mengambil pelajaran. Walaupun kita tidak menyaksikannya langsung. Namun, ketika dengan sepenuh hati kita mau mendengarkan sebuah kisah yang sedang beliau-beliau paparkan dalam bahasa lisan, maka kita dapat mengambil pelajaran. Saat kita mau membaca kisah-kisah yang beliau-beliau sampaikan dalam bentuk tulisan dengan kedamaian pikiran, maka saat itu kita sedang belajar.

Meskipun kita belum dapat berjumpa dengan beliau-beliau yang menitipkan kita banyak bahan pelajaran untuk kita pahami, semoga senyuman sedang menebar indah pada jiwa-jiwa beliau yang sedang berbahagia. Karena kita menerima bahan yang beliau sampaikan. Lalu, dengan segala upaya yang kita dayakan, kita memahami.

Lalu, bagaimana halnya dengan Allah subhanahu wa ta’ala yang menitipkan alam-Nya? Alam yang sedang kita tinggali, sedang menitipkan kita banyak pelajaran. Suara beburung yang berkicauan, bernyanyi dengan riangnya, dapatkah kita memahami pesan yang ia sampaikan? Ia memesankan kedamaian. Sedangkan suara kokok ayam jantan yang terdengar dari kejauhan, juga memesankan kita pada kedamaian. Meski sayup-sayup, namun akhirnya suara itu sampai pula kepada kita.

Pada umumnya, ayam jantan yang berkokok pada pagi hari, membawa pesan agar kita segera bangkit dari rehat. Kemudian, melangkah, berjalan, menyentuh air lalu membasuh muka. Niscaya, mata yang sedari tadi menutup bersama buaian mimpi, akan membuka. Segaaaaaarrrrrnya udara pagi, terasa sangat saat ini. Fresh! Segarkan pikiran kita, damaikan jiwa kita, dan sehatkan raga kita. Hari ini masih ada. Yuuks, kita melangkah lagi.

Setelah beberapa lama di sini, ada baiknya kita meneruskan perjuangan di alam lain yang tentu saja berbeda dengan dunia maya ini. Alam yang sedang menitipkan kita banyak pesan untuk kita petiki dari waktu ke waktu, kemudian menitipkannya di sini. Semoga, kesempatan waktu yang berikutnya, bersedia untuk menemani kita hingga sampai lagi ke sini. Sehingga, kita masih dapat bersama di sini dalam catatan yang akan tercipta.

Ketika tujuan sudah ada, maka melangkah menuju padanya adalah proses yang perlu kita lakukan dalam berbagai kesempatan terbaik.

🙂😀🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s