Jali-Jali


Ibu Lina

Ibu Lina

Banyak tempat yang dapat kita kunjungi, untuk menemukan inspirasi. Salah satunya adalah tempat yang sunyi, sepi dan hening. Adapun lokasi yang saya maksudkan adalah alam. Yach, karena alam penuh dengan inspirasi, tiada bertepi. Ketika kita mau menyempatkan waktu untuk mendekapinya, maka alam menjadi jalan sampaikan kita pada apa yang kita kehendaki.

Teman, dalam berbagai waktu yang kita jalani, terkadang kita inginkan kembali ke alam. Terkadang, kita inginkan menyapa dedaunan yang hijau, lebih dekat lagi. Terkadang, kita ingin menikmati sejuknya semilir angin ketika menerpa wajah ini, langsung. Bahkan, terkadang kita sangat ingin berada di bawah sinaran mentari yang sangat terik. Untuk apa semua ini? Tidak lain adalah untuk menemukan inspirasi.

Bersama alam yang tenang, teduh dan damai, kita tentu sangat senang. Lalu, bagaimana halnya kalau kita berada pada alam yang panas, bertaburan teriknya mentari? Apakah kita masih senang menjalani waktu bersama suasana yang seperti ini?

Teman, tidak banyak kesempatan yang kita miliki, dalam perjalanan kehidupan ini. Hanya dalam detik yang sedang berlangsung, kita benar-benar mempunyai kesempatan terbaik. Waktu dan masa yang telah berlalu, hanya tinggal kenangan. Sedangkan detik yang akan datang, kita tidak dapat memastikan akan membersamainya. So, enjoyourtime, now.

Ketika keriuhan suasana kota berhasil kita bersamai dalam waktu-waktu yang panjang, maka tibalah saatnya untuk kembali ke alam yang penuh dengan ketenangan. Menjejakkan kaki di antara rangkaian rerumputan yang saling bergenggaman, adalah salah satu cara untuk dapat menemukan ketenangan. Berada di bawah pepohonan yang sedang menjulang tinggi dan rimbun daunnya, adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan agar merasakan, teduh. Ketika mentari hari ini, bersinar sepenuhnya. Maka, terus melangkahkan kaki menyusuri jalan yang mendaki, menurun, berjumpa tikungan, bertemu jalan yang lurus, adalah pilihan untuk dapat menikmati indahnya pemandangan pada lokasi lain, di sana.

Nun di kejauhan, terlihat awan putih nan berlarian, pelan. Di penghujung arah tatap, berjejer perumahan yang sedang berbaris dengan rapinya. Ketika kita menyempatkan waktu untuk mengedarkan pandangan ke sekeliling, ada pemandangan yang berbeda dari biasanya. Ya, hijaunya hamparan rerumputan, membuat bibir ini segera bergerak, mengucap lirih, “Alhamdulillah… hari ini kita masih dapat melihat indahnya pemandangan alam. Lalu, bagaimana kita tidak menambah rasa syukur yang selama ini ada?

Ketika kaki-kaki ini masih mau melangkah untuk meneruskan perjuangannya, maka ia sedang memberikan kontribusi pada segenap anggota yang sedang menempel pada tubuh kita. Saat kita berkenan membawa raga pada daerah yang pernah kita pikirkan, maka saat itu ia akan memberikan kita gugusan senyuman yang menenteramkan. Bahkan, saat hati berkata dengan sebait pinta, ia ingin mengunjungi alam. Maka mari kita berangkaaat… wahai para sahabat yang baik.

Sesungguhnya, tidak ada yang dapat menghalangi apabila kita ingin melangkah. Tidak juga ada yang memberikan penolakan, apabila kita menyampaikan tanya. Semua sedang memberikan bantuan terbaik pada kita yang sedang meneruskan perjuangan. Selanjutnya, kembali lagi kepada diri kita masing-masing, apakah kita mau melangkah? Apakah kita mau bertanya saat melangkah? Apakah kita juga mau memberikan yang terbaik, pada sesiapapun yang sedang ada bersama kita, kapanpun dan di manapun? Sekalipun kita baru pertama kali berjumpa, belum pernah berkenalan, dan memang pertemuan kita saat itu adalah awal bersua. Yakinlah teman, banyak gerbang rasa yang sedang membuka, di dunia ini. Banyak jalan pikiran yang sedang membentang, di sekitar kita. Ada beraneka jenis insan yang kita temui, semua sedang memberikan kontribusi kepada kita. Tidak hanya makhluk hidup yang membantu kita, namun benda-benda tidak bernyawa juga, sedang menunjukkan bukti, bahwa ia ada untuk bermakna.

Bersama selembar hati yang ingin memperoleh kesan, pesan dan kenangan pada hari ini, saya melanjutkan langkah-langkah lagi. Bermula semenjak pagi hari, sebelum mentari benar-benar menampakkan senyumannya. Hingga terlihat pesona megah dari raut wajahnya yang begitu memukau. Ku langkahkan kaki dengan senyuman di hati. Berbekal keinginan untuk menemukan inspirasi dan penyegaran pada ruang pikir. Maka hari ini menjadi sebuah kesempatan untuk kembali ke alam, lagiii… Hihiii… 😀

Menjadi lebih dekat dengan alam, untuk beberapa lama, adalah salah satu aktivitas yang sangat saya sukai. Berlama-lama melangkah menyusuri indahnya jalan yang sedang membentang, menyisakan kebahagiaan yang tidak dapat diungkapkan dengan rangkaian kata-kata yang tersusun di sini. Betapa kelegaan yang sempurna sedang menaungi ruang jiwa, juga belum sepenuhnya tercurahkan kalau menyampaikannya dengan susunan huruf-huruf ini. Namun demikian, saya sangat ingin untuk meluruhkannya meski beberapa tetes dari meruahnya kesejukan yang membanjiri ruang hati. Agar, ada sebait dua bait diantaranya, yang dapat memprasasti, sebagai bukti bahwa pada hari ini, ada aktivitas yang terjadi.

Untuk menemukan ketenangan, kita tidak mesti melangkah jauh ke berbagai tempat yang indah dan canggih berteknologi. Pun, tidak mesti mengelilingi berbagai negeri yang sangat jauh nun di ujung mata. Kita hanya perlu membuka mata hati. Agar ia dapat melihat. Lalu ia pun tahu, bahwa ternyata, di sekitar kita ada sumber-sumber yang dapat menenangkan hati, apabila kita mau memperhatikannya.  Karena, di manapun kita berada, bersama siapapun kita menjalani waktu, di sana pastikan ada ketenangan. Selagi kita mau menangkap pesan, kesan dan kenangan dalam detik-detik waktu yang sedang berlangsung, maka hari demi hari menjadi demikian berarti. Apalagi kalau kita sampai pula pada tempat-tempat yang sangat ingin kita kunjungi. Lokasi yang sebelumnya, masih berada di alam mimpi, dalam harapan, dan baru dapat kita bayangkan saja. Nah! Ketika akhirnya kita benar-benar berada pada arena tersebut, bersoraklah jiwa dengan gembira, “Yesssss….! Akhirnya, sampai juga”.

Teman, ketika kita mempunyai arah dan tujuan yang mau kita kunjungi, maka kita merencanakan untuk dapat sampai di sana. Kalau kita mengiringi kemauan tersebut dengan bergerak menuju padanya, maka kita benar-benar sampai. Apakah engkau masih meragukan tentang upaya yang sedang berlangsung?

Ketika engkau benar-benar yakin dapat sampai pada lokasi yang engkau idam-idamkan, maka seiring berlangsungnya proses, bersama ikhtiar dan doa yang terus mengalir, bersiaplah untuk menikmati keindahan yang sedang menembangkan nada-nada bahagia. Ia sedang melebarkan kesempatan bagi kita. Kemudian, memberikan kita waktu untuk dapat memanfaatkannya dengan optimal.

Ada saatnya kita merasakan keteduhan dalam melangkah. Karena kita sedang berada di bawah sepohon rindang yang menjadi tempat berlindung. Pun, pada kesempatan yang lain, kita benar-benar merasakan betapa terik mentari itu menyengat sangat. Nah! Mengambil kesempatan demi kesempatan yang menawarkan kebaikan, merupakan salah satu upaya dalam menikmati waktu. Saat teduh benar-benar kita nikmat, ketika berjumpa dengan teriknya panas, kita dapat pula menikmatinya. Karena, kita merasakan bagaimana tenangnya berjalan bersama teduh. Dan kita berharap, dapat kembali menemukannya, di ujung sana. Melangkah lagi, kita melangkah. Bersama harapan yang sedang bersemu. Harap, di hadapan ada keteduhan, saat sekarang kita sedang melangkah di bawah sengatan terik mentari. Harap ada sinar mentari yang kembali menjadi jalan tumbuhnya energi, setelah teduh menaungi. Begitu selanjutnya.

Ketika di sepanjang perjalanan, kita menyempatkan waktu untuk mengabadikan beraneka pemandangan yang sempat kita saksikan, betapa indahnya. Agar kita kembali dapat memperhatikannya setelah kita sampai pada tujuan. Dengan mengabadikan berbagai moment yang sedang kita jalani, maka kita dapat menjadikannya sebagai salah satu jalan hadirkan inspirasi saat kita sedang berehat. Ya, memperhatikan jejak-jejak prasasti, dapat meluruhkan beraneka rasa yang sedang menerpa. Terkadang, kita dapat tersenyum lebih lebar, saat memperhatikannya. Ada pula waktunya, kita menyuarakan isi hati, atas kesan yang sangat menyentuh. Seakan tidak percaya atas apa yang pernah kita alami. Sekelumit kenangan yang telah memprasasti itu berusaha meyakinkan kita, bahwa memang kita pernah bersamanya. Baik untuk beberapa waktu saja, ataupun dalam jangka waktu yang lama. Ia senantiasa berkenan memberikan inspirasi tak bertepi, ketika kita memintanya untuk membantu dalam mengembalikan ingatan.  Karena tidak selamanya kita mengingat apa yang pernah terjadi, ia akan meleleh terbawa masa. Ia akan tertinggal jauh di belakang ketika kita meneruskan langkah-langkah yang berikutnya.  Akan tetapi, ia akan selamanya ada, kalau kita mau memprasastikannya, saat ini.

Teman, banyak kisah terindah yang kita sangat ingin agar ia selamanya ada. Banyak pula cerita sebaliknya, yang kita ingin agar ia ada hanya pada saat terjadi saja. Berulangkali kita berjumpa dengan tampilan alam yang menyenangkan, dan kita ingin kembali menyaksikannya pada masa yang akan datang. Ada pula kenangan hari ini yang pada saat nanti dapat mensenyumkan. Maka abadikanlah dengan sepenuh hati. Agar, kita kembali dapat mengalami hal yang sama, seperti yang kita alami saat ini.

Agar, banyak kisah yang tidak terlewat begitu saja, untuk itulah salah satu catatan hari ini hadir. Catatan tentang perjalanan diri menjalani waktu, menyepi bersama alam. Menemukan inspirasi ke berbagai penjurunya, agar hati kembali menitikkan syukur saat  ini. Semoga ia dapat menjadi jalan, ingatkan diri tentang makna hari ini.

Teman, selangkah yang sedang menapak bumi hari ini, merupakan pendukung untuk dapat melangkah mengelilingi dunia. Ai!  Selamat menempuh jalan baru yang telah engkau pilih, teman… semoga keselamatan senantiasa menyelingi setiap langkah yang sedang engkau jejakkan. Agar, kita dapat berjumpa pada tujuan yang sama, yaa. Walau dalam melangkah, kita tidak pernah berjumpa, karena jalanmu ada di sana, sedangkan jalanku ada di sini. Namun, bersama tekad dan keyakinan akan tujuan kita yang sama, masih ada harapan untuk berjumpa, kann…? Mari bersiap untuk pertemuan. Walaupun tidak di dunia, semoga di akhirat nanti, kita bereuni dalam bahagia.  Karena kita pernah bersama, kita pernah bertemu. Ya?

Teman, semoga kita dapat kembali berintrospeksi dengan diri, apakah ada yang salah dengan langkah-langkah ini? Hingga kita belum lagi dapat bertemu. Apakah kita telah memilih jalan yang berbeda, sebelumnya?  Jalan yang menjadi awal lebih jauhnya jarak yang terbentang. Jarak yang membuat kita belum lagi bersua.  Semoga kita mendapatkan petunjuk ke jalan yang semestinya kita lalui, yaa. Semoga kita sama-sama tersadarkan, bahwa jalan yang sebelumnya bukanlah jalan yang seharusnya kita lalui. Semoga kita kembali sama-sama mau melanjutkan langkah, meskipun perlu berputar arah seratus delapan puluh derajat dari rute semula. Ya.

Semakin sering kita melangkah untuk menelusuri berbagai sisi alam ini, maka akan lebih banyak lagi pesan yang dapat kita petik darinya. Ketika kita sedang melangkah, misalnya. Ada kalanya kita bertemu dengan beraneka warna yang sebelumnya kita tak bersentuhan dengannya. Pernah pula kita bertemu dengan sesosok wajah yang sepertinya lagi terbawa suasana. Dari kejauhan, kita melihat sosok tersebut sedang berekspresi sangat berbeda dari yang sebelumnya kita tahu. Semakin lama, kita pun menjadi lebih dekat dengan sosok tersebut. Hingga jelas kita lihat, reaksi yang sedang beliau pakai saat itu. Ya, beliau sedang berkomunikasi dengan seseorang yang lain di sana. Entah siapa… Dalam ruang pikir, timbul prasangka dan praduga terhadap beliau. Kalau kita tidak menanyakan langsung kepada yang bersangkutan, tentang apa yang sedang beliau alami, maka kita sedang terjebak dalam prasangka yang kita ciptakan sendiri. Namun, sesungguhnya yang terjadi bukanlah sebagaimana yang kita pikirkan. Ya, sangat jauh berbeda. Beliau yang sedari tadi terlihat sedang berseteru dengan entah siapa di sana, ternyata sedang memberikan petunjuk, tentang lokasi keberadaan beliau kini.

Rosma, nama beliau. Ai! Nama yang sama dengan salah seorang teman saya. Sesaat setelah kami berkenalan, akhirnya beliaupun tersenyum… Selamat jalan ya Mba, semoga selamat sampai ke tujuan. Hati-hati di jalan yaa. 😀 Kejadian tersebut, menitipkan pesan tentang pentingnya bertanya, ketika kita berada pada wilayah baru, yang kita sedang kunjungi.  Karena dengan bertanya, maka senyuman akan kembali menebari wajah, segera.

Pesan selanjutnya, yang dapat kita baca dari sebuah kejadian adalah tentang pentingnya memperhatikan sikap dalam berinteraksi dengan alam-Nya. Ya, begini kisahnya. Ketika pada suatu waktu, saya sedang berjalan-jalan memanfaatkan waktu yang luang. Hingga akhirnya, terjadilah pertemuan dengan beliau, bernama Ibu Lina. Seorang ibu yang juga sedang berjalan, melanjutkan langkah perjuangan. Bersama seorang putra beliau yang bernama Lukman, terlihat beliau sedang menenteng bawaan yang terdiri dari beberapa kilogram. Ai! Kasihan…

Tanpa banyak pertimbangan, akhirnya kamipun berjalan beriringan. Kami akhirnya berjalan beriringan. Beliau yang sedang berjalan tepat di depan saya, bercerita tentang aktivitas yang sedang beliau jalani saat ini. Bermula dari menjadi ibu rumah tangga hingga tentang peran beliau sebagai seorang perempuan pembekam.

“Ibu yang hebat!”, pikirku.

Di sela-sela berkisah, beliau sempat menitipkan sebaris pesan, “Selagi kita masih dalam kondisi sehat, maka kita perlu menjadi lebih bermanfaat bagi sesama.   Karena, menjadi bermanfaat  itu, sungguh menyenangkan,” tambah beliau pula.

Tidak lama waktu kebersamaan kami. Karena, saya perlu melanjutkan langkah-langkah lagi,  untuk dapat sampai ke tujuan. Sedangkan Ibu Lina juga begitu.  Pada persimpangan, kami berpisah. Semoga kita dapat berjumpa kembali dalam kesempatan terbaik, ya Ibu Lina.  Terima kasih atas pesanan yang Ibu titipkan. Walaupun kita baru bersua.  Namun, kebersamaan yang terjadi tadi, seakan kita telah bercakap untuk jangka waktu yang lama. Walaupun dalam kondisi tubuh yang terlihat lelah dan bersimbah keringat, namun Ibu masih rela menyusun bait-bait kalimat pada saya. Ai! Rentang jarak yang sedang membentang diantara kita hingga saat ini, bukanlah penghalang untuk tetap saling mengingat.  Memang tidak ada yang sia-sia. Untuk menjadi bermanfaat, kita hanya perlu memanfaatkan setiap peluang yang datang menyapa.  Ataupun menyapa peluang yang sedang menitipkan pesan penuh manfaat untuk kita.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s