Attachment of Some Kind


 3 + 6 = 9

“Yes! Saya bisaaa!!,” engkau tersenyum bahagia. 🙂

Ah, adikku juga bisa,” jawabku. 😀

 Apz!, siapa yang nanyaaaaaa,” engkau mengedipkan sebelah matamu.😉

Silau, yaaaa,” ucapku.😆

(kita tersenyum bersama)

 ***

Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata surya menjadi hanya 8.    Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Planet

Menatap Matahari dari Bumi

Kerjasama yang baik sedang tercipta. Dua angka yang datang lebih awal, sedang berupaya mewujudkan angka yang lebih besar. Hingga akhirnya terciptalah angka sembilan. Angka sembilan adalah angka yang nilainya lebih tinggi dari semua angka yang ada, iya kan teman?

Kita dapat sampai pada tingkatan yang lebih tinggi, kalau kita terus berjuang dalam mencapainya. Namun demikian, kita tidak sedang berjuang sendiri tanpa sesiapa yang menemani. Pasti dan pastikan, ada yang menjadi pemerhati kita senantiasa. Agar, kita tidak segera lelah saat kaki-kaki ini berkata, “Aku lemahhhhh.”

Agar kita kembali berkata, “Yes! Bersama kita bisa.”

Tidak ada sesuatupun hal besar yang tercipta, tanpa campur tangan orang-orang besar. Bahkan hasil terbesar sekalipun, sesungguhnya bukanlah atas upaya seorang yang paling besar. Namun, ada kebesaran di sebalik usaha besar yang terus tercipta. Apakah yang paling besar, dalam ingatanmu saat ini, teman?

Ai! Saya sangat senang bersama angka-angka yang sedang tersusun pada awal paragraf perdana catatan kali ini. Karena mereka adalah kumpulan dari angka-angka yang mencipta angka yang lebih besar. Angka tiga dan angka enam, tidak  lebih besar, memang… dari angka sembilan. Namun, yakinkah kita, bahwa angka sembilan tercipta dengan sendirinya? Bukankah sesuatu yang besar, berawal dari yang kecil-kecil-kecil-kecil-kecil, semua berkumpul menjadi satu. Lalu, terciptalah sesuatu yang besar. Apakah begini pula yang engkau pikirkan, teman? Ataukah engkau berpikir dengan cara yang lain? How is?

Meskipun benar adanya, bahwa sesuatu yang besar tercipta dari kumpulan kecil demi kecil yang sedang berkolaborasi.  Namun, kalau yang awalnya besar, tetaplah besar. Karena ia telah ada dari sebelumnya. Karena sesuatu yang besar tercipta untuk memberikan bukti bahwa besar dan kecil hanyalah kumpulan huruf-huruf yang tersusun. Dalam artian, kita yang saat ini merasa kecil, dapat menjadi besar, kalau kita berpikir besar. Sebesar apakah inginmu, teman? Apakah engkau sedang melonggarkan rongga kepala yang di dalamnya terdapat sarana berpikir. Ataukah, engkau sedang meluaskan cara berpikir, meskipun alat pikir tetap dalam wujudnya semula. Ya.

“Bagaimana cara agar… ,” adalah salah satu tanya yang dapat kita susun untuk dapat meluaskan cara pikir. Dengan demikian, ruang pikir kita kembali menjadi longgar dan ia bersedia untuk kembali kita isi dengan the newest think. Berpikir dengan cara baru, memperbarui pikir, untuk menemukan solusi demi solusi.

Teman, engkau tercipta bersama pikiran yang dititipkan-Nya padamu. Begitu pula dengan saya. Kita sama. Lalu, dapatkah kita membayangkan apa yang akan terjadi, kalau dua pikiran bahkan lebih, bersatu padu bahu membahu saling membantu untuk menciptakan pikiran yang baru? Wah! Betapa indahnya dunia yang akan kita jalani selanjutnya. Saat kita-kita ini mau terus berpikir untuk maju. Ya, karena saat ini, kita sedang melangkah, teman. Bukankah melangkah maju, adalah langkah-langkah yang terbaik? So, what is your next idea?

Seperti halnya waktu yang terus saja datang dan pergi, bergerak silih berganti. Dari masa ke masa, kita bertemu dengannya. Namun, apakah kita menemukan hal yang sama dalam waktu-waktu yang berbeda? Pikirkanlah…

Bagaimanakah keadaanmu saat ini, teman? Kalau mau, engkau juga boleh menoleh sejenak ke belakang. Ya, memalingkan arah tatapmu untuk beberapa waktu saja, ke masa lalu. Masa yang pernah engkau jalani. Apa yang dapat engkau pandang di dalamnya, teman?  Lalu, putar kembali arah pandangmu pada saat ini, apa yang sedang terjadi? Adakah yang sama ataukah telah terjadi perubahan? Berapa usiamu saat ini?  Eh, tanya ini buat saya aja ding. Berapa yaa, usia saya detik ini?

Di dalam ruang kehidupan, kita memperoleh kesempatan untuk terus berusaha, berdoa dan bertawakal. Agar kita kembali mau melanjutkan langkah. Karena ketiga buah kata yang berimbuhan ber- tersebut, merupakan rangkaian yang perlu terus kita pakai. Dari waktu ke waktu, ia perlu kita ingat. Setelah kita berdoa, perlu ada usaha yang kita lakukan. Setelah berusaha, kita mesti bertawakal pada Allah subhanahu wa Ta’ala…. Ya Rabbana bimbinglah kami selalu dalam langkah-langkah ini, agar kami selamat sampai pada tujuan akhir yang kami harapkan, bahagia. Dan bahagiakanlah kami dalam menempuh perjalanan menuju ke sana. Bahagia yang silih berganti. Bahagia yang meskipun tidak terlihat tatap mata dalam nyata, namun kami yakin Engkau Maha Tahu bagaimana bisik hati kami. Ia yang berbahagia, mampu mensenyumkan wajah. Allaahu Akbar. Namun, kebahagiaan terbesar kami, adalah saat hati-hati kami kembali mengingat-Mu, mengingat-Mu kembali, mengembalikan ingatan pada-Mu, lebih sering… Kami ingin selamat… selamatkanlah kami di dunia ini hingga ke akhirat nanti, aamin ya Rabb…^^

Dalam menjalani kehidupan bersama waktu demi waktu yang terus bergerak maju, meski tidak terlihat, kita sedang berkolaborasi. Berkolaborasi dengan segala sesuatu yang kita ingat. Lalu, sampai sejauh manakah ingatan kita mengalir, teman…? Apakah ia telah sampai pula ke kutub-kutub di ujung sana? Kutub utara dan kutub selatan. Ataukah, ia sempat mampir sejenak di negeri matahari? Bagaimana dengan planet  Mars, Merkurius, Venus, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, … eits, kalau saya tidak salah ingat, semua planet ada sembilan, jumlahnya. Begini hasil pelajaran ketika masih menempuh pendidikan di bangku sekolah, dulu. Nah! Bagaimana dengan saat ini ya? Apakah planet-planet tersebut masih berjumlah sama? Ha!

Saya perlu belajar lagi, dalam hal ini. Karena, kemungkinan besar, telah terjadi perubahan angka.  Namun yakinku, bumi dan matahari masih terdata sebagai bagian dari planet-planet yang sedang berotasi dan berevolusi.  Planet manakah yang sedang berotasi? Lalu, planet apakah yang sedang berevolusi? Maka jawabannya adalah bumi dan matahari. Yes! Nilaiku sepuluh… karena yakin betul. Namun, karena saat ini, saya belum terlalu yakin tentang jumlah planet tersebut, apakah masih sembilan atau tidak. Maka saya rela, nilai yang sepuluh itu berubah menjadi angka sembilan. Ya,….  1 nilai tersebut bukan hak saya. Karena, apa yang saya ketahui tentang teman-temannya bumi dan matahari, belum optimal.  Padahal, mereka adalah kumpulan planet yang saling berkolaborasi.  Karena mereka berada pada garis edar yang sedang bersinergi untuk menjalankan bakti. Mereka bergerak terus, agar keseimbangan terjadi. Bagaimana jadinya, kalau salah satu dari planet-planet tersebut enggan beredar? Tentu akan terjadi tabrakan! Lalu, pecah! Berbenturan. Ai! Pikiran saya sudah kemana-mana…😀

Lha, setelah menemukan penjelasan langsung dari Ibu Wiki, sekarang nilaiku jadi berapa yaaa…. ?

Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata surya menjadi hanya 8.

Saat ini, kita kembali lagi ke inti catatan. Tentang pentingnya berkolaborasi. Karena, kerjasama yang kita ciptakan, dapat menjadi salah satu langkah nyata untuk menghasilkan nilai yang lebih besar. Bukankah kita tercipta dengan kadar masing-masing? Kita yang akan menjadi sesuatu yang kecil selamanya, kalau kita tidak mau berpikir besar; luas. Kita yang berfisik kecil, bukanlah apa-apa dibandingkan dengan semesta raya yang sedang membentang dengan megahnya. Tidak akan pernah mampu menghasilkan hal-hal besar, kalau pikiran kita tidak kita alirkan. Bukankah kita mengenal orang-orang besar dengan hal-hal besar yang beliau tinggalkan setelah wafat, karena beliau berpikir demikian, semenjak mula? Lalu, kita?

Teman, tidak dapat kita pungkiri, bahwa kita memang berbeda. Berbeda dalam banyak hal. Berbeda tentang cara berpikir, berbeda dari tampilan raga, berbeda dan berbeda … ya, carilah perbedaan demi perbedaan yang menjadi pembeda kita. Teruslah mencari dan mencari. Maka kita akan menemukan banyaaaaak sangat perbedaan. Memang, demikian yang terjadi. Saya menyadari akan hal ini. Namun, ada satu hal yang kembali mau membuat pikir ini berkelebat cepat. Ia sedang memberikan satu alasan, mengapa saat ini, kita dapat bersama di sini, dalam halaman bercahaya yang terdiri dari susunan huruf demi huruf. Bagaimana bisa? Ada satu kesamaan yang perlu kita yakini, teman. Bahwa kita dicipta oleh Satu Zat Yang Sama.  Ya, karena izin dari-Nya, akhirnya tergerak jemarimu untuk menjelajahi ruangan ini. Hingga akhirnya kita bersua. Haaai, beruntungnya, Anda selamat!

Teman, semoga kita dapat berkolaborasi, untuk mencipta hasil yang bernilai besar. Untuk mengarahkan pikir melanjutkan langkah bersama. Melangkah lagi, setelah beberapa lama, kita tertegun di jalan kehidupan ini. Jalan yang sedang kita lalui, sedang membentang hingga nun jauh ke ujung pandangan. Kita tidak dapat melihatnya dengan jelas, saat ini. Hanya dengan menjejakkan langkah-langkah ini satu persatu, maka kita dapat menelusuri lagi seberapa jauh jarak tempuh yang kita lewati. Ketika pada suatu masa, kita ingin mengetahuinya.

Teman, ketika nanti engkau kembali setelah dari sini, semoga kita dapat terus melanjutkan perjalanan pikir.  Karena dengan demikian, kita dapat kembali bersua, entah kapan lagi, yaa. Semoga lebih sering kita bertatap dan bersama, yaa.

Teman, hingga sejauh ini engkau bergerak, sudah sampai di manakah engkau saat ini? Apakah masih di negeri yang sama? Bagaimana kabarnya dengan alam tempat engkau berada kini, mentari masih bersinar dengan cerahnya, kan? Buminya masih berhiaskan ketenangan dan kedamaian, kan? Bagaimana pula dengan para sahabat yang saat ini sedang berkolaborasi denganmu, dalam melanjutkan perjuangan bersama. Apakah beliau dalam kondisi terbaiknya?  Semoga sahabat-sahabat terbaik kita, sedang berbahagia. Karena hingga saat ini, beliau masih dapat membersamai kita. Apakah engkau berbahagia pula bersama para sahabatmu?

Teman, sesungguhnya tidak ada yang sia-sia dari segala yang kita alami. Karena pasti ada hikmahnya. Sejauh kita mau berbesar hati untuk menyelami lautan makna yang sedang membentang di hadapan, maka kita dapat menemukan hikmah terbesar di dalamnya.

Teman, sepanjang perjalanan yang engkau tempuh dalam kehidupanmu hingga saat ini, apakah ada sesuatu yang berkesan bagimu? Bagaimana engkau mengalirkannya dalam bentuk tulisan? Atau, engkau lebih sering mengabadikannya berupa ucapan lisan yang engkau rekam? Bagaimana pula dengan ekspresi yang engkau tampilkan? Ai! Tentu saja cara kita berbeda dalam hal ini. Engkau, beliau, para sahabat yang lainnya di sana, tentu memilih metode yang berbeda dalam merangkai kesan terpenting yang tertemui dari waktu ke waktu. Kalau kita menyadari akan hal ini, maka kita dapat lebih bermudah-mudah untuk memahami kondisi.

Teman, terarahnya perjalanan yang sedang kita tempuhi saat ini, merupakan awal untuk mengarahkan langkah yang berikutnya. Kalau dengan memvisualisasikan langkah, kita merasa lebih bahagia, maka lakukanlah. Begitu pula dengan menuliskannya. Saat kita merasa lega merangkainya dalam susunan huruf demi huruf, maka segeralah memprasastikan! Segera, ya, segera. Bukankah kita tidak pernah tahu, berapa lama lagi kesempatan yang kita punyai untuk melakukan semua itu? Kalau saja, sedetik setelah saat ini, waktu kita berakhir, niscaya apa yang telah pernah kita lakukan saja, yang akan tersisa. Sedangkan yang selainnya, tidak dapat terlihat. Ia hilang… ia tenggelam… ia terselip bersama jiwa dan raga kita yang telah berpulang.

Teman, tidakkah kita menyadari tentang arti pentingnya kerjasama? Kerjasama yang dapat menjadi jalan kuatkan kita kembali, setelah luluh energi ini tergerus hari-hari. Bekerja bersama, sangat indah kesannya. Ada nuansa yang berbeda bersamanya, seindah leluasanya pikir yang sedang berkelana. Hingga sampailah ia ke sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga. Begitulah suasana yang kita damba, agar semerbak kehidupan menjadi membekas.  Mengena hingga ke relung jiwa, lalu tumbuh pula ia di sana. Berbenih-benih senyuman, menyampaikan pesan kepada kita yang sedang menjalani waktu. Ia memberikan kita kesempatan demi kesempatan lagi. Untuk meneruskan kolaborasi. Agar, kita dapat memberikan bukti, bahwa ada sebuah energi, disebalik energi yang kita punya. Ada peran lain, bersama peran yang sedang kita upaya. Karena, tidak pernah kita sendiri. Pastikanlah  keyakinan kita akan hal ini. Agar kita tidak segera merasa besar, atas apapun yang sedang kita upaya. Semoga kita kembali menyadari, tentang makna penting kolaborasi.

Teman, ketika tiga ditambah enam sama dengan sembilan, maka ada makna berbeda dalam catatan saat ini. Angka tersebut sesungguhnya adalah pecahan dari jumlah angka yang sedang berehat sejenak. Yes, catatan saat ini telah sampai pada angka ke tiga ratus enam puluh sembilan. Oke, kan?  Terjadi perubahan. Dari yang semulanya empat ratus empat puluh, berangsur berkurang menjadi angka yang lebih kecil. Heheee…  hanya untuk mengabadikan perjalanan.

Teman, semoga masih ada kesempatan, bagi kita untuk bersama menuntaskan hingga ke ujungnya. Walaupun nanti usiaku terhenti sebelum semuanya beres, adalah baiknya kita kembali mencerahkan pikir. Bahwa perjalanan di dunia memang terhenti, namun perjalanan yang berikutnya masih berlanjut. Semoga kita dapat terus saling mendoakan yaa.  Karena doa adalah bentuk ingatan yang menjadikan kolaborasi tercipta dengan lebih indah. Insya Allah.

Teman, selagi hari ini kita masih mampu berdiri, maka melangkahlah. Kalau kesempatan untuk melangkah masih terbentang, maka lanjutkanlah. Bukankah kita ada saat ini, karena kita berarti. Karena tidak ada satupun yang ada di dunia ini, tanpa makna. Sedikitpun, tidak ada yang tidak bermanfaat. Engkau ada, karena engkau bermanfaat, maka berjuanglah dalam hal apapun yang menjadikan engkau bermanfaat.

Teman, ada seorang sahabat yang ingin sangat untuk saya kisahkan di sini. Sahabat yang sangat berarti dan manfaat beliau begitu jelas terlihat. Akan tetapi, untuk saat ini belumlah saatnya untuk membagi kisah tentang beliau. Karena, saya belum meminta izin pada yang bersangkutan. Semoga pada saat terbaik, saya dapat memberaikan di sini. Sebagai salah satu wujud atas kolaborasi yang sedang  terjadi. Hiiihiii…

Teman, engkaukah pribadi yang saya maksudkan di sini? Yang hadirmu mampu menjadi jalan merekahnya celah fikir, agar ia mau mengalir hingga saat ini. Engkaukah yang akan saya wawancarai, untuk sebuah tujuan pasti. Ya, temanya tentang kolaborasi.  Semoga ada kemudahan dalam prosesnya, karena saya sangat berharap akan hal ini. Harapan yang semula ada di alam mimpi. Mengabadikan sosok-sosok yang sangat mengerti dan memahami tentang tujuan penting kehadirannya dalam kehidupanku.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s