Penyuka Matahari Bersinar


Bersamamu teman, ku temukan diriku

Bersamamu teman, ku temukan diriku

“Hal terunik yang ada pada diriku adalah penyuka matahari bersinar,” saya menulis sebuah kalimat.

“Waaah, puitis sekali Teteeeeh,” kata Ajeng.

Yah, begitulah ekspresi yang saya terima dari seorang gadis berdarah Sunda. Ketika pada suatu siang, kami duduk berbaris, berjejer dan bersenyuman. Pada waktu itu, kami diminta untuk menuliskan hal unik yang menjadi ciri khas kami masing-masing. Setelah beberapa lama pikir berkelana, hingga ke ujung dunia, namun belum juga kutemukan hal terunik pada diriku. Sedangkan pikir terus bertanya dan menanyai. Pertanyaannya perlu mendapatkan jawaban, segera. Karena, waktu yang kami punyai untuk menyusun hal terunik yang kami miliki, menjadi kalimat, tidaklah lama. Hanya beberapa menit saja waktu yang tersedia. Sedangkan menit ke menit telah berjalan beberapa detik. Ia bergulir dan terus mengalir. Kami teruskan pikir hingga pikirpun sampai pada ujungnya.

Berhubung masih belum tertemukan hal unik yang menjadi ciri khasku, makanya, untuk menjawab tanya dari pikiran yang terus menanyai, akhirnya tiga kata tersebut terangkai sudah. Untuk menjawab pertanyaan, “Hal terunik apakah yang menjadi ciri khasku?

Kalimat tersebut, benarkah dapat menjadi hal terunik yang kumiliki? Benar ataupun salah, adalah hal yang biasa. Karena, kebenaran itu adalah bersesuaian dengan persepsi kita masing-masing. Apalagi yang menyangkut hal terunik yang kita miliki. Bagiku, khususnya, kalimat tersebut adalah benar. Yes! Yakin, dech. Dengan alasan, bahwa kalimat tersebut dapat menjadi salah satu jalan pengingat bagimu, teman, terhadapku.

Ya, setiapkali engkau melihat mentari bersinar dalam hari-hari yang engkau jalani, maka ingatlah saya, haha. 😀 Karena, saya sangat suka dengan sinar yang memancar dari mentari yang tersenyum. Mudah, kan? Cara untuk mengingatku. Hohoo.

Lalu, engkau? Bagaimana denganmu, teman? Apakah hal terunik yang menjadi ciri khasmu? Hal terunik yang menjadi jalan untuk memudahkanku ingat padamu, kapan saja. Ingatan yang dengan ringannya melayang- di nuansa pikir. Karena itulah salah satu keunikanmu. Dengan mengingat keunikanmu, maka menjadi lebih mudah bagiku untuk mengingatmu.

Tentang keunikan. Sesungguhnya, setiap kita adalah unik. Kita yang tercipta dengan ciri khas  masing-masing. Tidak ada yang menyamai, ataupun mempersamakan. Keunikan yang merupakan lambang kehadiran kita di dunia ini. Keunikan yang membuat kita menjadi lebih tersemangatkan dalam menempuh waktu detik ke detiknya. Dan tentu saja, keunikan yang kita miliki, dapat menjadi jalan bagi kita untuk mencapai tujuan. Keunikan dan hal unik yang membuat kita segera tergerak dan bergerak, segera. Setiapkali kita menyadari bahwa hal tersebut hanya ada pada kita.

Tidak pula hal terunik yang kita miliki, merupakan keunikan kita sendiri. Karena, mungkin saja orang lain atau sesiapa saja para sahabat yang berada di luar sana, pun penyuka matahari bersinar. Mungkin, kann? Nah! Karena kita sama-sama penyuka matahari bersinar, maka kita menjadikannya unik bagi kita.

Meskipun sama-sama menyukai matahari yang bersinar, namun pasti ada perbedaannya, ya kan? Entah matahari bersinar pada pagi hari yang engkau sukai, ataupun mentari yang bersinar pada sore hari? Bebas dan semua itu adalah kesukaanmu. Namun ada satu hal yang membuat kita sama, yaitu matahari yang kita sukai adalah satu. Ai! Matahari yang satu, ia disukai oleh kita-kita. Asyiiik, kan? So, mari kita berbagi sinar matahari, agar tiap-tiap kita dapat merasakan pancaran sinarnya yang menerangi hari. Agar kita dapat merasakan manfaat atas kehadirannya dalam berbagai kesempatan.

Penyuka matahari yang bersinar adalah keunikan yang menjadi ciri khasku? Jawabannya adalah, iya, benar.  Karena adanya makna yang tersimpan pada kalimat yang terdiri dari tiga buah kata, tersebut. Bahwa susunan katanya saja, sudah unik, bagiku. Keunikan tersebut dapat menjadi jalan tersenyumku, segera.

Di dalam rangkaian kata yang telah berubah menjadi kalimat, terdapat kata “Penyuka – Matahari – dan Bersinar.” Adalah tiga kata tersebut, membuat kita segera berbinar? Ketika kita melantunkan kata penyuka? Apakah yang ada di dalam pikiran kita, teman? Apakah kita membayangkan sesosok wajah jelita yang sedang tersenyum dengan indahnya? Dan kita suka menyaksikan senyuman yang sedang mengembangkan bahagia. Kita suka, sangat suka. Eits! Engkau suka, dan sangat suka.

Lalu, ada lagi kata berikutnya yang mengikuti. Kata yang akhir-akhir ini menjadi tema dalam kehidupanku. Kata yang menjadi tema bagiku  dalam merangkai prasasti eksistensi selama di bumi. Matahari.

Alhamdulillah, sampai saat ini, kita masih ada di dunia, untuk berbagi, meski suara hati. Karena di dalamnya terdapat harapan. Harapan yang perlu kita suarakan, agar kita tahu bahwa ia ada. Harapan yang sedang menggaungkan suara ke arah kita. Gemanya memecah sunyi ruang hari. Gemanya menggerakkan kita untuk segera bangkit dari duduk. Kemudian melayangkan tatapan sejauh-jauhnya, hingga ke ujung mata memandang.

Di ujung sana, terdapat beraneka pemandangan untuk kita saksikan. Menyaksikan dengan penghayatan tertinggi. Agar kita dapat memahami makna, memaknai kejadian dan menyadari kehadiran di sini, saat ini, hingga nanti dalam rentang waktu yang tidak pasti. Agar kita dapat menjadikan kesempatan hidup di dunia ini sebagai jalan yang menyampaikan kita pada tujuan akhir. Bahagia. Menjadikan dunia sebagai sarana saja, bukan tujuan yang sedang kita raih.

Dengan demikian, kita dapat kembali bersenyuman lebih indah, ketika dalam perjalanan yang sedang kita tempuhi ada yang tidak bersesuaian dengan ingin dan harapan yang kita sampaikan. Ingin yang kita harap dapat tercapai. Harapan yang dapat tertunaikan. Walaupun hanya beberapa menit, saya ingin bercerita tentang kesukaanku pada matahari. Lihat, lihatlah teman… apa yang pernah saya kisahkan pada 30 April pada tahun-tahun yang lalu.

“Kisah masa lalu?,” begini tanggapmu beriring tanya.

“Iya, ini catatan masa laluku,” mari-mari kita berreuniiii… 😀 pada catatan ke tiga ratus empat puluh delapan ini:

333333333333333 … 444444444444444 … 888888888888888

~2009 BUNGA MATAHARI~

Saat ini waktu menunjukkan pukul 1.55 PM.  Tiba-tiba kantuk menyerang!!!! sampai-sampai saat aku sedang menulis di atas selembar kertas, dalam tulisanku ada pemandangan yang aneh, naik… turun… bergelombang….  :D

Dalam kondisi begini, aku teringat nostalgia di suatu siang saat ada jadwal perkuliahan.

Siang itu, Mentari tersenyum dengan ceria sambil menatap bumi dan seluruh isinya.  Senyuman itu menambah kehangatan alam yang telah lama gersang dan tandus ini.  Cuaca yang kurang begitu bersahabat untuk melakukan aktivitas di luar rumah.  Namun apa hendak dikata, aku tetap ada aktivitas di luar rumah siang itu.  Yupz, ada jadwal perkuliahan.  Mata kuliah Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPN & PPn BM). Mata kuliah yang membutuhkan semangat dan konsentrasi tinggi,  agar aku bisa memahami materi yang  disampaikan oleh Sang Dosen.  Dengan semangat ’45, akupun berangkat ke kampus tercinta, dengan tujuan mulia….

Beberapa saat setelah bel berdering, tanda perkuliahan segera dimulai.

Bismillahirrohmaanirrohiim, ….

Detik waktu terus bergerak, seiring dengan perputaran jarum jam mengikuti angka demi angka.  Menit ke menit terus berlalu.  Tanpa terasa telah satu jam lebih 10 menit,  aku berada di ruangan yang nyaman, adem dan ayem , bersama Sang Dosen dan teman-teman seperjuangan. Kami begitu asyik dengan suasana saat itu.  Sang Dosen menjelaskan materi dengan semangat yang tinggi,  sedangkan  kami menyimak sepenuh hati sambil mencatat hal-hal yang penting di file catatan masing-masing.  Begitu juga dengan Aku.  Ketika keasyikan ini berlanjut, tiba-tiba aku sempat melihat kalimat demi kalimat dalam lembar catatanku berubah menjadi berbunga-bunga dengan berbagai jenisnya.  Ada bunga mawar, melati, dahlia, bunga matahari, dan bunga sakura.   Aku menjadi penasaran.  Saat aku perhatikan lagi bunga-bunga itu dengan seksama, ternyata mereka bukan bunga.  Aku hanya bermimpi.

Aku masih tidak percaya, benarkah ini hanya mimpi???  Setelah aku  benar-benar tersadar dan menyadari, rupanya aku telah mengantuk sambil menulis.  Saat aku coba membaca lagi apa yang telah ku tulis, (waduw…gak karuan banget,sss…!!!). Aku hanya bisa tersenyum menatap kejadian itu. :)

Yang terjadi biarlah terjadi.  Akibatnya, aku pinjam catatan teman yang rapi dan mengulang lagi pencatatan di bagian yang sempat ditumbuhi bunga-bungaan,……

Tentu saja setelah perkuliahan usai.

Lumayan…….., ada beberapa baris yang perlu di revisi …

:)

****************

:)

~2010 MENTARIPUN TERSENYUM~

Hari ini, ku kembali melanjutkan langkah kaki.  Bermula sejak mentari diam-diam menunjukkan senyumannya yang indah di ufuk timur, ku sambut hadirnya dengan senyuman pula.  Sesaat setelah fajar menjelang, ku tengadahkan wajah ke angkasa yang luas, Subhanallah…. bintang gemintang masih bertaburan, berteman bulan purnama yang melirikku manja.  Sungguh indah alam ciptaanNya, hingga aku begitu terpesona.  Terpana dalam tatap yang tak pernah henti pada mereka semua. 

Langit yang menaungi semesta seakan mengucap lirih, “Kami begitu damai di sini, dalam menjalankan tugas suci mengabdi pada Ilahi, Tuhan kita. 

“Lalu… bagaimana denganmu…?”, begitu ia menanyaku. 

Aku kembali tertunduk dalam tafakurku yang dalam. Sudahkah aku bersyukur hari ini?  Apa wujud syukurku pada Rabb yang senantiasa Mengasihi dan Menyayangiku?  Kini ku kembali menyadari, saat ini ku masih dititipi waktu untuk mengabdi dengan semangat diri.  Mengisi hari bersama Ilahi, menambah indah karuniaNya di hari ini.

Bismillahirrahmaanirrahiim…

~2011 MY SURYA’S FRIEND~

  1. “Optimalize our nothing time to do something. Then, we can be what we wish. We can meet who we wish to meet. We can do our manything that we thought”.

    “We can learn the lesson that we not understand yet. If we wish to be better”.

    http://enjoyourtime.wordpress.com now, while learn again for our brighten future life”.

    “Our next steps are learning and learning. Learning have grateful, improving our gratitude. Saying ‘thank you very much’ for YoU’. After that, we are continue it all. See you on our best time to meet. I miss you so much. ;) Keep share, yaa.. Thank you very much for your kindness.”

    “When we are walking in this way, we should more dilligent and looking for our spare time”.

    “All can from the habit. YoU, too”.

    “When I see your eyes, then I am smiling. Because of it’s smiling and twinkling to me. It’s so beautiful. The wonderful moment one”.

    “Other person will help us when we are helping ourself, first”.

    “How can? We understand others, if we not understand ourself first.”

    :):):)

  2. Belajar lagi belajar, as can as we can. Then we help other as can as we can. Because of “Our Love”, we are doing it all lovely. Ai! So sweet. We are enjoying what we do because of we are loving it. And we are loving what we do. It’s so cool. Nice activity. So, we spend all of our time with love. When you are asking about love? Feel it only. Then you are getting the best answer. And you love be with you forever.

    We are opening our eyes because of “Our Love”…

    We are smiling from our heart because of “Our Love”..

    We are continue our steps today because of “Our Love”…

    We are still in here, until now because of “Our Love”…

    We are meet, know, share each other because of “Our Love”…

    … And I am loving YoU because of “Our Love”…
    Love… is the most beautiful word one,

    Love… is the powerful word one,

    Love… is YoU,
    Love… is Me,
    Love… is Us (we are),
    So, Love… is YoU ;) and ;) me,
    Yes! :D

  3. I wish to keep you in my heart, should you?

    I wish be with you in my life until my end age, would you?

    I wish to create my life story with together with you, should you?

    I choosed you because of I love YoU, and YoU?

    So that, I think that I will be better with your accompany me. I feel happier when you are accepting it. Then, I am smiling for You. Yes! I give you my more beautiful smile. Like this…> :):):)

  4. Flash back to our past, for a minute. Then thinking. After that, we are ready to continue our life today. Because today is the best opportunity for us. Let’s coloring it with our best. Because it will be our past. And we will leave it also.

    Oke, keep smiling beautiful to this world today. As our wonderful experience that will be our past. Yes! We can. ;)

  5. Nevel late to learn. If we are optimist for it. By learn, we have many power to catch our dream. Because everything happen in this word with learn. There aren’t person whose very clever and they are not learn before. They begin from one steps. Then continue it time by time. And now, we see. Yes! Look at! They can smile more beautiful. And they share it with us. They tell more about their effort. And we have new spirit after they told. Sure. I wish to be like them all. I wish share my life story, too. And many people can get it everytime they wish. Yes! They can read about me more, from many sentences that I wrote. Aamin ya Rabbal’alamiin.

    “Sharing is loving”, I ever read this sentences. Then, I remember it now. By write it in here. Yes! I save it because of I like.
    :D Opz! I am sorry. I told more about me, just know. How are you, wahai sahabat My Surya? :)

  6. Thinking about “Go International? Yes! :D

    “If we think ‘Can’, so ‘We Can’. Insya Allah.

    Keep pray each other, yaa.. for our better life. I am very happy with you, My Surya’s friend. Thank you very much ya… for your kindness.  I miss YoU so much. ;)

Aaaaaa … 😀 Saya histeria sendiri, ketika pada tanggal 1 Mai tertulis kalimat  “Thinking about “Go International? Yes! :D

Inilah cuplikan kisahku bersama matahari yang bersinar plus histeriaku bersamanya. Then, bagaimana denganmu teman?

😀 🙂 😀


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s