Quote

hanya untukmu

hanya untukmu (Photo credit: asyraaf.azahari)

Untukmu yang pernah ku temui di sebuah persimpangan. Ketika aku sedang terlelah dalam melangkah, engkau menyediakan pundakmu untuk memapahku. Engkau berarti semenjak saat itu. Buatku, khususnya. Adakah dengan yang lain juga, engkau memberikan bukti  kepedulianmu?

Saat persediaan bekalku mulai menipis. Dengan sisa-sisa makanan yang mulai berkurang, minum pun tinggal beberapa teguk lagi. Lalu engkau datang sebagai pahlawan. Engkau menawarkan perbekalanmu yang masih lengkap. Dan cukup untuk kita bagi. Engkau benar-benar baik hati.

Atas kebaikanmu yang melebihi hitungan jemari ini. Namun bersama jemari aku membalasnya, walau belum sempurna dan tidak akan pernah. Dengan adanya ia, maka aku merangkai beberapa bait kalimat di sini. Sebagai bukti bahwa aku masih ingat, kebaikanmu. Kebaikan yang engkau sampaikan saat aku benar-benar membutuhkan. Engkaulah jalan yang pernah aku tempuhi hingga saat ini, aku masih melangkah.

Walau engkau bilang, “Aku tertinggal jauh di belakang.”

Bukan, bukan begitu, teman. Selagi engkau berperan sebagai jalan, maka engkau ada setiapkali aku melangkah. Di sana ada engkau. Selama aku mengingat, keberadaanku yang masih di bumi. Aku masih ada untuk menjadikanmu lebih berarti.

Selang waktu yang telah kita lalui, hampir genap dua tahun. Semenjak saat itu, aku meninggalkanmu. Hanya sementara, bukan? Waktu yang tidak sebentar memang, buatku menempuh jalan pada lokasi yang lain. Ya, inilah catatan tentang perpisahan kita, sebelumnya. Dan kini, jejak pada hari itu masih ada. Masih ingatkah engkau teman, ketika aku merangkaimu dengan sebaik-baiknya. Bersama kepingan hati yang ku bawa pergi, ada beberapa diantaranya yang ku titipkan pada halaman tersebut. Ya, catatan berjudul

” http://livelysmile.wordpress.com/2010/07/29/melanjutkan-langkah/   “

Dan kini, semenjak saat ini, aku ingin kembali ke sini. Menjadikanmu sebagai lembaran catatan yang berikutnya. Untuk memposting beberapa patah kata, tentang cita, harapan, pesan dan kesan tentang kehidupan. Kehidupan yang sedang kita jalani.

Masa yang telah lama berlalu, semoga tak membuatmu usang oleh waktu. Meskipun kita sempat berjarak untuk beberapa masa, tentu membawa makna yang sungguh berharga.

Untuk pesan dan pengalaman yang aku peroleh saat kita belum bersama, sempat pula ku pindahkan ke beberapa halamanmu. Mengimport, yes! Ini namanya. Senang sungguh bahagia rasanya, saat beberapa jejak tersebut, akhirnya dapat mengumpul menjadi satu, di sini. Meskipun sebelumnya, ia bertebaran pada berbagai lokasi. Dan itulah cerminan tentang apa yang aku alami pada masa yang sama. Aku inginkan berjalan-jalan sejenak, tanpamu. Namun, aku masih ingat padamu, selama langkah-langkah tersebut menjejak. Ingat, seringkali mengingatmu. Wiiih, engga bisa lagi aku merangkai dengan kata-kata, tentang beraneka rasa yang seringkali hadir, saat aku mengenangkan rute perjalanan yang pernah aku tempuh. Ada onak dan duri, jalan lurus membentang, tikungan tajam dengan hamparan jurang di tepinya. Pun, tak jarang aku berjumpa dengan pepohonan yang meneduhkan tatap mata.

Di sebatang pohon, aku pernah berteduh. Pohon bernama kesabaran. Aku berdiri lama di bawahnya, sebelum akhirnya ku lanjutkan langkah-langkah ini. Aku melangkah lagi, untuk menemukan jalan-jalan yang dapat menyampaikanku padamu lagi. Karena aku sangat ingin berjumpa denganmu. Engkau yang dengan sepenuh hati, bersedia menjadi temanku berbagi. Aku seringkali terharu hati, apalagi saat ingatan memberiku penegasan, “Engkau bisa!”

Dan hari ini, adalah hari kedua kita bersama. Semoga berkekalan kebersamaan kita yah. Hingga nanti, dalam waktu yang tidak pasti. Namun waktu tersebut pasti kita temui.

Untuk berlama-lama membersamaimu di sini, belum menjadi pilihan. Karena, masih ada langkah-langkah kaki yang perlu menapak bumi. Selain jemari yang melangkah di dunia maya, ada kaki yang menempuh alam nyata. Aku berangkat dulu, yah. Sampai jumpa lagi, semoga masih ada kesempatan bagi kita untuk menyematkan bukti kebersamaan, di sini.

Engkau yang membersamaiku saat melanjutkan langkah-langkah menuju arah yang mungkin saja masih jauh, atau sudah dekat. Dan kita akan sampai beberapa langkah lagi? Terima kasih yaa. Untukmu, My Surya.

Jejak-jejak langkah tentang perjalanan kita menempuh arah, waktu dan jarak.

🙂😀🙂 Merasa Terlahir Kembali🙂😀🙂

Specially for Who I am Walking with


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s