Warna – warni di Sepanjang Perjalanan Hidup


Pigura Hari Ini

Pigura Hari Ini

See You Teh Bella
Sweety

Membutuhkan waktu yang tidak sejenak memang, agar kita dapat mewujudkan asa menjadi kenyataan. Bukan lagi sehari atau dua hari, berbulan  masa pun kita jalani dengan sebaik-baik perjuangan. Tahun ke tahun terus berganti. Ia berubah tanpa sempat kita sadari. Tiba-tiba sudah hampir menuju akhir tahun saja. Hoiyaaa..😀 terpesona aku dengan segala yang ada. Engga pernah terbayang sebelumnya, tentang semua yang sedang ada di hadapan mata. Hanya saja, terselip asa di dalam jiwa. Nun jauh di dalam ruangnya, sempat ku menitipkan suara. Ya, walaupun belum terbayangkan, sama sekali.

Tentang kebersamaan yang tercipta hingga saat ini. Bersama para sahabat yang sedang meneruskan perjuangan pula. Meskipun baru beberapa hari kebersamaan kita. Walaupun angka tahun belum mencapai satu. Ya, ternyata kita belum setahun bersama. Namun demikian, sepenuhnya suara yang sempat terhadirkan semenjak mula, mulai menggaungkan suara berikutnya. Gemanya mulai terdengar, walau dari kejauhan. Masih jauh perjalanan yang sedang kita tempuh. Belum lama, baru beberapa puluh hari saja.

Engkau yang ku temui di sini. Ataukah aku yang menemuimu? Yang jelas, kita telah bersama-sama. Bukankah engkau pun pernah menyelipkan suara walaupun sekata, di ruang jiwamu? Tentang asa yang mungkin saja belum pernah engkau bayangkan. Ya, sama sepertiku. Atau bagaimana?

Meski belum lama kebersamaan kita, namun seakan sudah lama terasa. Ada keakraban yang kita bangun semenjak mula. Melalui tatapan mata setiap kali berjumpa, lewat nada suara yang mengalir dengan lembutnya, pun tentang beraneka ekspresi lainnya yang kita ukir segera. Saat-saat terbaik, kita menciptakan satu kesan terbaik. Adakah engkau masih ingat, teman? Bagaimana ekspresi terakhir yang engkau munculkan pada akhir pertemuan kita hari ini? Semoga ekspresi yang sama, masih terus engkau jaga keberadaannya bersamamu, yaa. Karena aku sempat mengabadikannya di dalam file kehidupanku.

Kita yang menempuh waktu demi waktu, tanpa sengaja dan tanpa kita sadari, tentu menitipkan kenangan pada sesiapa yang kita jumpai. Lalu, bagaimanakah kesan yang kita sisipkan pada beliau yang sangat kita hargai? Beliau-beliau yang mungkin saja masih muda dan belia, baru berumur setahun jagung. Beliau-beliau yang tiada menyandang gelar apapun, namun membersamai kita dari waktu ke waktu. Beliau-beliau yang seringkali kita mintai pertolongan, dengan segera beliau menunaikan. Ai! Sungguh. Ada haru yang menelusup di relung hatiku, setiapkali mengingat semua.

Bukan umur yang menentukan kebijaksanaan kita dalam bersikap. Bukan pula banyaknya kemewahan yang menyertai. Hanya kerelaan dan kepedulian terhadap sesama, dapat menjadi jalan hadirnya kebahagiaan dan senyuman. Inginkah engkau tersenyum saat ini, teman? Perhatikanlah sesiapa yang berada sangat dekat denganmu. Lalu, tersenyumlah padanya, perlakukan ia dengan sebaik-baiknya. Maka, perhatikanlah bagaimana tanggapan yang engkau terima setelahnya. Sungguh, sungguh begitu indahnya hidup ini. Apabila kita memberikan beberapa jenak waktu untuk hal ini. Tiada perlu berlama-lama agar dapat menjalankannya, hanya memerlukan kepedulian.

Kita adalah  makhluk sosial, memerlukan orang lain. Tiada yang dapat menjalani hari dengan sendiri. Tanpa sesiapa yang menjadi bagian dari hari-hari yang sedang kita jalani, tentu tiada indahnya. So, pedulilah. Karena kepedulian itu begitu megah wujudnya saat kita mau menggantungkannya pada pigura hari ini. Setelah itu, kita dapat memandangnya lagi keesokan hari. Ya, setelah hari ini berlalu kita perlu menatapnya lagi. Meskipun sesekali… Lalu, kita perlu menjaga dan merawatnya dengan baik. Hingga akhir waktu tiba. Tidak ada yang dapat menghentikan kita, kecuali kita memang tidak lagi mau.

Engkau, pernah menjadi bagian dari waktu yang ku jalani, pun aku. So, aku ingin menitipkan pigura tentang kita, selama hari ini. Adakah engkau juga? Aku yang pernah bertemu engkau, membersamaimu dalam menjalani waktu kita. Pun engkau.

Hari ini akan segera berlalu. Sedangkan esok adalah hari baru yang akan kita jelang. Menjemputnya dengan aneka harapan adalah pilihan. Ketika hari ini kita bersenyuman dengan lepasnya, seakan tiada beban. Saat kebersamaan kita ciptakan dengan mudahnya, akan senantiasa ada dalam ingatan. Sehingga kita pun tahu bahwa tiada satu kejadian pun yang berlangsung tanpa makna. Termasuk pula pigura hari ini yang akan menjadi pengingat bahwa kita pernah berada di bawah terik mentari yang sama, pada waktu yang serupa. Hanya saja, maukah kita menjadikannya sebagai penanda apabila kelak kita kembali jumpa? Di sana, ataukah masih di sini?

Kita, aku ataupun engkau tiada yang dapat mengetahui kapan terakhir kali bersama. Entah esok, lusa atau bulan depan.  Apakah kebersamaan kita akan genap dalam hitungan angka setahun, ataukah akan berlalu segera? Tiada, ya, tidak pula kita mempunyai wewenang akan hal ini. Namun demikian, kita perlu peduli dan memperhatikan. Bahwa waktu tersebut dapat menjelang, kapan saja.

Oleh karena itu, teman. Jalanilah baik-baik persahabatan, selagi kita masih dapat bertatapan. Agar, terdapat pesan untuk saling kita pertukarkan, setiapkali kita ingin menyampaikannya satu sama lain. Tentu lebih mudah memberikan senyuman, ketika kita berhadapan, dibandingkan dengan yang sebaliknya. Walaupun kini kita sedang hidup di dunia yang serba canggih dan berteknologi tinggi. Sangat mudah mengirimkan beraneka ekspresi kapanpun kita menginginkan. Namun, belum, belum genap rasanya apabila kita belum berhadapan.

Setiap kesan yang melekat di dinding ruang ingatan, akan abadi tak berkesudahan. Maka, akrabilah kebersamaan dengan penuh kerelaan. Sebagaimana kita memberikan perhatian pada sesiapa yang sangat kita hargai. Lakukanlah hal yang sama, ketika kelak kita tiada lagi bersua dalam  tatap mata.  Semoga kita seringkali dapat saling mengingat tentang semua.

Oia, ada yang cidera dalam perjalanan. Ada yang bahagia menikmati suasana alam. Pun ada yang terpana akan apa yang ia perhatikan. Apakah engkau masih ingat, teman? Bahwa semua itu pernah kita alami. Tidak hanya hari ini, ketika kita benar-benar berada di alam bebas. Namun, kita juga dapat mengalaminya saat kita berada di ruang yang aman sekalipun. So, senantiasa memperhatikan sekitaran, adalah salah satu jalan yang dapat kita tempuhi. Selain itu, juga dengan cara mengingat, sesiapa yang sedang berada sangat dekat di sisi. Apakah kita telah menemukan siapakah ia yang sesungguhnya?

Beliau yang mungkin saja baru kita temui untuk pertama kali. Beliau yang bisa jadi belum pernah kita sapa walau dengan sepatah kata. Apakah keberadaannya begitu berarti?  Maka berikanlah perhatian terbaik yang mampu kita laksanai, lalu tersenyumlah.

Ingatlah saat-saat kita menjalani waktu terindah dalam hidup ini. Lalu, luangkanlah waktu untuk mengenangkan semua kapan saja. Dan perhatikanlah, bagaimana ekspresi yang dapat kita tampilkan. Itulah kebahagiaan yang tiada akan pernah dapat tergantikan dengan apapun juga. Termasuk dengan pigura hari ini yang akhirnya kita abadikan dalam lembaran perjalanan diri.

Dengan menghayati benar-benar apapun yang sedang kita laksanai pada saat ini, merupakan salah satu cara dalam menjalani hari. Hayatilah sebaris kalimat yang orang lain sampaikan kepada kita, walau beberapa kata adanya. Perhatikanlah sekuntum bunga senyuman yang sampai pada tatapan mata ini, walaupun hanya beberapa lama ia berlangsung. Setelah itu, abadikanlah ia dengan segera, dalam ruang ingatan. Lalu jadikanlah sebagai salah satu bahan untuk mengukir isi hati. Karena dengan demikian, kita sedang belajar dengan diri sendiri. Kita belajar tentang bagaimana cara berekspresi. Kita bercermin pada sesiapa yang mengajak kita berkomunikasi. Kita belajar untuk melihat apapun yang ingin kita pandangi lagi. Dan kita belajar bagaimana cara menyampaikan kalimat demi kalimat yang ingin kita baca kembali.

Semua dapat kita pelajari setiap kali berinteraksi dengan orang lain. Ya, ketika kita terhubung dengan orang-orang baru, sekalipun. Baik secara langsung, maupun tidak langsung. Karena, tiada batasan untuk mempelajari berbagai hal. Selagi kita mempunyai kemauan berlebih untuk menerapkannya dalam hari-hari.

Ketika kebersamaan memberikan kita kesan untuk kita abadikan dalam ingatan, maka kepedulian memberikan kita harapan untuk dapat merealisasikannya lagi, saat berjauhan.

Aku setuju dengan harapan dan pendapat Teh Bella yang beliau sampaikan kepada kami, beberapa hari yang lalu. Di sela-sela aktivitas keseharian kami, beliau melangkah menuju ke arah ku dan seorang sahabat lainnya. Kami yang pada saat itu sedang berada di ruangan yang sama, pun terlibat perbincangan serius.

Beliau berkata, “Aku ingin mempunyai partner dalam menjalankan tugas. Maksudnya, sebagai teman sharing dan berdiskusi serta bertanya. Bukan aku tidak mampu beraktivitas mandiri, namun alangkah lebih baik kalau ada teman yang dapat memberikan masukan ketika ada hal-hal yang belum aku mengerti. Selain itu, juga sebagai jalan bagiku untuk dapat melakukan yang terbaik.”

Aku yang sedang berada di sisi beliau, memikir sejenak dan kemudian mengangguk tanda setuju. Dengan senyuman yang segera mengembang, lepas. Semoga saja, harapan yang beliau utarakan dapat terealisasi. Dan itu pertanda bahwa kami mempunyai teman baru lagiiii… Xixiixii, aku sangat suka dengan moment bertambahnya personel dalam hari-hari kami. Aamiin.

Dan saat ini, hingga detik ini mulai menyapa, aku masih saja teringat dengan rangkaian kalimat yang beliau sampaikan. Ungkapan terdalam dari dalam hati, dan aku mengerti. Karena aku pun pernah mengalami hal yang serupa sebagaimana beliau alami. Aku pun pernah berjuang sendiri. Aku merasakan sangat, bagaimana kesan yang terhadirkan dari dalam diri, saat ia tahu bahwa tiada sesiapa di sekitarnya. Sungguh, ada harapan yang sama. Itulah yang terjadi dan pernah aku alami. Bukan sehari, dua hari atau tiga hari saja. Bahkan bertahun-tahun aku merasakan hal yang sama. Pernah merasa sendiri??

Begitulah.

Namun kini, seiring dengan berjalannya waktu, aku  mulai memahami. Bahwa ternyata aku tidak pernah sendiri. Apa yang sebelumnya aku alami, itu hanya perasaanku saja. Mungkin karena aku masih terlalu muda untuk menjalani hari. Sedangkan pikirku masih belum luas membentang.  Dan seiring dengan bergulirnya waktu, ada yang berbeda. Mulai berbeda, ketika akhirnya aku melanjutkan perjalanan pikir. Walaupun adanya, raga berdiri membelakangi sinar mentari. Meskipun silaunya belum lagi dapat aku tatap dengan dua bola mata ini, namun aku masih dapat merasakan kehangatan yang ia alirkan. Aku sungguh bersyukur dengan semua yang aku jalani. Karena dengan adanya semua itu, ada pesan yang dapat ku titipkan. Ada kenangan yang memberi harapan. Bahwa segala mimpi dan harapan yang sempat hadir meski sekilas, ia akan menjadi kenyataan. Cepat atau lama. Hanya membutuhkan kesabaran dan kerelaan kita saat menjalani waktu sebelum ia benar-benar kita jalani.

Oleh karena itu, berusahalah teman, dengan segala kemauan yang mampu engkau hadirkan. Lalu, berjuanglah dan perjuangkanlah selangkah demi selangkah. Saat satu jejak telah engkau tapakkan, ia akan menjadi jalan yang menyampaikanmu ke tujuan. Bukankah satu langkah itu sangat berarti?  Pikirkanlah.

Meskipun saat ini telah sore. Usiamu telah bertambah. Dan segala cita yang pernah engkau lahirkan masih harapan. Bergeraklah untuk terus menjadikannya kenyataan. Tiada kata terlambat untuk para pemenang. Yang ia tahu hanya, masih ada peluang baginya untuk mempersiapkan diri lebih optimal lagi. Sehingga peluang itu ia manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melatih diri. Latihan yang lebih banyak lagi.

Setelah itu, ia dapat berehat sejenak. Untuk melepaskan energi usang yang beberapa saat lagi akan menghilang. Dan mengisi dirinya dengan energi baru yang lebih bersahabat. Ia ingat perjuangan para pendahulu yang lebih hebat darinya. Ya. Banyak orang-orang yang saat ini ia kenal dan telah berhasil, ternyata sebelum menjadi seperti sekarang pun tiada henti berjuang. Banyak halangan dan rintangan yang menghadang. Ada coba yang menyilaukan arah pandang. Namun, mereka selalu mempunyai harapan. Mereka yakin menang dan dapat merealisasikan harapan tersebut. Dan terbukti, semua bukan lagi harapan. Berbagai kemewahan sedang mengelilingi. Mereka dapat tersenyum dengan ringan. Mereka benar-benar berhasil. Seperti apa yang mereka pikir, sebelumnya.

Raga boleh saja lemah tak berdaya, namun kekuatan jiwa perlu lebih terang dari sinar mentari yang paling terik. Lingkungan boleh saja mengendurkan tekad, namun saat kita pernah menyalakan niat dari ruang hati, tiada satupun yang dapat menjadi penghalang. Kita ada untuk membuktikan bahwa kita juga bisa. Bisa seperti mereka yang akhirnya tersenyum bahagia. Karena mereka tahu, mereka mau, dan mereka terus memburu ilmu. Mereka tidak terlalu mempedulikan duri dan onak yang hanya ada sesekali dalam perjalanan. Namun mereka memfokuskan langkah pada rute yang sedang membentang di hadapan. Lalu, mereka teruskan melangkah. Untuk memberikan bukti. Bahwa sesiapa saja mempunyai peluang untuk berprestasi. Tidak mengenal dari mana asalnya.

Dalam melangkah, ia sangat memperhatikan sesiapa yang ada di sekitar. Ia sangat peduli dengan lingkungan. Banyak ekspresi yang ia terbitkan atas hasil berinteraksi dengan insan yang ia temui. Kadang, menangis. Pun tersenyum. Tertawa bersama. Dan ekspresi yang lainnya. Semua itu adalah manusiawi dan sangat berarti. Karena dengan mengalami semua itu, ia menjadi lebih mudah berempati, bersosialisasi dan memberikan harapan lagi, pada sesiapa yang memintanya untuk berbagi.

Dengan pernah mengalami, kita tentu sangat mudah untuk berkisah. Dan hari ini adalah pengalaman terindah yang perlu kita kisahkan. Tentang senyuman di bawah terik mentari. Karena mentari pun tersenyum dengan lebih indah.

“Berbaik-baiklah dalam berteman, karena teman dapat menjadi cerminan siapa diri kita,” begini pesan yang aku terima sebelum benar-benar bertemu denganmu teman, di kota ini.

Bukan berapa banyak orang yang kita kenali yang menentukan siapa kita. Namun orang yang mengenal kita, akan bertanya kalau kita tiada di sekitarnya. Berapa banyakkah jumlahnya? Sebanyak itulah senyuman yang perlu kita persiapkan. Untuk kita berikan pada beliau semua. Ini salah satu harapan yang sangat ingin aku wujudkan dalam kehidupan yang sedang aku jalani. Buatmu, khususnya.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s