In Peace


North America and Pelican Nebulae (narrowband)

North America and Pelican Nebulae (narrowband) (Photo credit: DJMcCrady)

Terkadang kita begitu mudahnya menghadirkan ekspresi atas apa yang kita temui. Dengan segera pula kita memperlihatkan reaksi sebagai tanggapan atas keadaan yang kita alami. Bahkan tanpa kita sadari, ternyata kita telah mengalihkan perhatian dari hal penting yang semestinya kita perhatikan sebelum berekspresi. Dan kita baru menyadarinya, setelah ekspresi tersebut mengingatkan kita dengan rangkaian kalimat yang akhirnya terpikirkan oleh kita.

“Semestinya, engkau memperhatikan terlebih dahulu, bagaimana latar belakangnya, sumber dan sebabnya. Sehingga engkau perlu mencerna terlebih dahulu dengan akal dan pikiran yang senantiasa engkau bawa. Karena dengan memikirkannya terlebih dahulu, sebelum berreaksi, tentu akan berbeda dengan reaksi yang tiba-tiba.

Memang kita sebagai insan tidak pernah lepas dari yang namanya khilaf dan lupa. Namun, selagi kita mau mengingat, maka kita mampu. Salah satu nya adalah menghadirkan ingatan pada kemauan untuk mencerna terlebih dahulu dengan akal pikiran, sebelum kita bereaksi. Dengan demikian, kedamaian akan senantiasa melingkupi. Percayalah,… damai itu ternyata sungguh mudah merengkuhnya. Mudah… Insya Allah.

Bagaimana cara menghadirkan perhatian terhadap ingatan sebelum bereaksi? Adapun cara yang dapat kita tempuh adalah dengan bersegera mengingat Allah, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S [13] Ar Ra’d: 28)

Tiada kedamaian yang lebih mendamaikan, selain damai yang kita rasakan selama bersama-Nya. Yakinlah, lalu ekspresikanlah. Betapa kedamaian itu benar-benar dekat dengan kita. Dekat.

Kita tidak dapat mengartikan sebuah kata hanya saat ia berdiri sendiri. Karena ternyata, maknanya akan sangat jauh berbeda ketika ia telah berkumpul dengan teman-temanya yang lain. Salah satu contohnya adalah kata “Salah” yang terdapat pada paragraf ke – tiga. Salah yang saya maksudkan adalah sebagai pembuka kalimat berikutnya yang ingin saya rangkai. Namun ternyata, setelah ia bertemu dengan tautannya, ternyata makna “Salah” menjadi — Shalat. Subhanallah. Sungguh, perbedaan itu dapat mengingatkan kita pada Allah. Ingatlah, bahwa tiada insan yang tidak pernah berbuat salah. Hanya Allah Yang Tidak Pernah Salah. Ya, Allah tidak salah saat menciptakan kita. Apakah Allah Mencipta kita sebagai perempuan, ataukah laki-laki. Sungguh damai rasanya, apabila menyadari akan hal ini. Terlebih lagi ketika kita segera menghadirkan ingatan kepada Allah, atas keadaan yang kita alami kapanpun itu. Mudah-mudahan, kita senantiasa berada dalam kedamaian. Damai yang mendamaikan. Karena semua kedamaian berasal dari Allah semata. Tidak ada hak kita untuk  menyalahkan sesiapa, kalau kedamaian belum kita alami saat ini juga. Hanya perlu kembali lagi kepada diri kita masing-masing. Sudah seberapa seringkah kita menghadirkan ingatan kepada Allah? Tepat di saat kita benar-benar ingin mengalami kedamaian dalam detik yang kita jalani, ingatlah Allah subhanahu wa ta’ala.  🙂

Memang banyak jalan yang dapat kita tempuh untuk menuju pada kedamaian. Namun, satu jalan paling indah yang dapat kita tempuh segera adalah dengan mengembalikan ingatan kepada-Nya. Ingatan bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. Sungguh, terjemahan ayat Al Quran di atas, menjadi kalimat yang seringkali mengingatkan kita pada Allah. Itu salah satunya. Bagaimana kalau kita lebih sering mencari tahu ayat-ayat lainnya yang dapat mengingatkan kita kepada Allah? Betapa sibuknya kita, yaa. Tentu kita akan menjadi sangat sibuk mencari tahu makna yang terselip padanya, untuk kita jadikan sebagai bahan pengingat kepada Allah. Dan kita tidak akan sempat lagi mencari-cari tahu kesalahan orang lain. Bahkan, kesalahan yang orang lain lakukan dan kita mengetahuinya, kita malah mengembalikan ingatan segera kepada Allah. Bahwa  memang, sebagai insan, kita tidak sempurna dalam hal ini. Niscaya, kedamaian akan menjadi sahabat sehari-hari. Bagaimana tidak? Ketika kita merasa akan marah karena ada yang berbuat salah kepada kita?  Malah tidak jadi. Sungguh indah terasa. Rasakanlah benar-benar, dan ekspresikanlah!

Sehingga kita dapat mengetahui dengan baik, bagaimana ekspresi terakhir yang akan kita tinggalkan pada orang lain yang berinteraksi dengan kita. Orang yang memang salah, dan kesalahannya telah kita maafkan. Beliau akan benar-benar merasakan kedamaian. Ya, lihatlah dengan mata nyata kita yang sedang terbuka. Ada senyuman yang sedang mengembang pada wajah penuh kesalahan itu. Senyuman yang ia tebarkan karena ia merasakan kedamaian setelah kita memberinya maaf. Senyuman yang beliau berikan kepada kita, sebagai salah satu ucapan terima kasih terdalam atas kebaikan kita dalam memberikan  maaf. Betapa damainya, yaa?

Damai yang segera bertaburan menghiasi alam ini. Damai yang kita lihat dengan dua mata yang membuka, damai yang kita rasakan dengan mata hati yang terbuka. Hanya orang-orang yang mau membuka mata hatilah yang mau bersegera memaafkan kesalahan orang lain. Dan mereka adalah orang-orang yang menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian. Kedamaian yang sejati, damai yang ada untuk selama-lamanya. Walaupun akhirnya jasad mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini. Namun ingatan terhadap mereka, mendamaikan hati sesiapa saja yang mendapatkan maafnya.

Tidak mudah untuk menjadi insan yang pemaaf, kalau kita tidak mau berlatih untuk memaafkan. Maaf yang bukan hanya sekadar kata-kata saja. Maaf yang perlu aplikasi dalam tindakan nyata. Maaf yang selamanya mendamaikan, apabila kita mengucapkannya. Betapa sejuknya dalam sanubari, setiapkali kita menyaksikan dua insan yang sebelumnya terlibat dalam pergolakan di dalam hati, kini bermaafan.

🙂 🙂 🙂

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s