T M


Setiap pagi, aku akan tersenyum pada mentari yang bersinar. Agar ia dapat memantulkan kembali senyumanku kepada seluruh alam. Termasuk kepadamu juga, wahai teman. Agar setiap kali engkau melihat mentari bersinar dalam hari-harimu, engkaupun ingat padaku.

Walaupun sebenarnya aku bukanlah mentari yang engkau pandang, namun bagiku engkau adalah mentari. Mentari yang bersinar di dalam hatiku. Sekalipun malam menjelang, engkau terus menyinari detik waktuku. Engkau menjadi jalan terangi gelapnya kisah perjalananku ketika malam menyapa. Sehingga pantaslah engkau hadir di dalam ingatanku hingga saat ini. Walaupun banyak orang telah terlelap dalam buaian mimpi-mimpinya. Maka aku tidak.

Aku rayakan kehadiranmu dalam ingatan, dengan merangkai beberapa buah kata. Walau aku menyadari belum maksimal adanya, untuk saat ini. Namun aku masih ingin merangkainya. Setelah itu, akupun berpindah sejenak ke negeri lain, untuk berpetualang. Demi meneruskan perjalanan yang masih terbengkalai. Aku ingin menyelesaikannya dalam waktu yang telah ditetapkan. Ai!

Esok hari, sebelum mentari benar-benar terbit, aku sudah mesti bersiap. Untuk meneruskan lagi langkah-langkah ini. Melangkah di alam yang penuh kesejukan dan kedamaian. Hingga mentaripun kembali menghilang untuk sementara. Ya, begitu seterusnya. Hingga benar-benar kelar segalanya. Lalu aku bersamamu menyajikan sebuah menu dalam acara perayaan terbesar kita yang rasanya:::
Mantaaaaaap!

•*˚*•(*) Îγα (*)•*˚*
~ As our next purpose in lives ~

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s