Senyuman Bintang


Di antara sekian banyak bintang di langit hatiku, engkau yang paling terang. Binarmu memang tidak selalu kelihatan. Namun setiap kali memperlihatkan kerlipan, pada saat itulah aku tahu bahwa engkau berbeda.

Tiada satupun bintang yang sama denganmu. Oleh karena itulah engkau menjadi yang istimewa. Walau dini hari ragamu jauh di ujung langit, namun seakan sangat dekat di ruang hati. Ai! Aku masih belajar untuk percaya dan menjaga arah tatap ini, agar ia terjaga selalu.

Walaupun akhirnya tak dapat ku merengkuhmu, namun engkau selalu bersinar. Semakin hari semakin terang, ku rasakan. Mungkinkah ini hanya perasaanku saja? Aku terima.

“Ah, pasrah banget,” tambah Yet Yet sahabatku. Ketika beliau menyimak rangkaian kalimat yang terakhir tadi.

“Semakin hari engkau semakin menggangguku saja, Catchy…?! Aku lagi ngetik neeccch” untuk selanjutnya, terdengar olehku suara teriakan Yet Yet. Teriakan lembut penuh kasih sayang terhadap Catchy, seekor kucing yang tiba-tiba mendekati kami. Aku yang sedang asyik merangkai suara hati, terkaget. Aku pikir, betul juga. Karena dari semula memang ku melihat Yet Yet lagi penuh konsentrasi. Beliau sibuk dengan jemari yang sedang berlarian.

Awalnya, aku pikir Yet Yet mau melanjutkan suara hatiku yang belum sepenuhnya terluahkan. Karena dalam harapanku, bunyi kalimat berikutnya menjadi, -Semakin hari engkau semakin menuhin ruang pikirku saja, aiiiiii…-. But, tak apalah, ku anggap ini hanya ilusi. Aku berdoa, semoga dengan menitipkannya di sini, ada makna yang mulai bertumbuh, untuk ku pelajari lagi. Memaknai apa yang terpikir, terasa, dan ku alami.

Beberapa saat kemudian, aku pun menyadari. Bahwa kehadiranku yang tadinya untuk mengumpulkan inspirasi bersama Yet Yet, sukses dach. Nah! Inilah buktinya. Lalalaaa…😀

Akhirnya aku mengerti bahwa untuk merangkai catatan hati, ternyata kita perlu menghayati apa yang ingin kita sampaikan. Agar pesannya dapet. ‎​(y);)•s̶̲̥̅̊!!!ρ̩̩̩̩̥<3•s̶̲̥̅̊!!!ρ̩̩̩̩̥({})(y)

***

Pagi hari berhiaskan gerimis nan romantis. Gerimisnya kayak salju gitu. Titik-titik air yang jatuh ke bumi dan sangat ramai menjadi pemandangan yang menarik perhatianku. Karena ada yang berbeda hari ini. Ya, tiada mentari yang tersenyum di alam tempatku berada kini. Namun aku yakin, bahwa mentari sedang mensenyumi semesta. Meskipun saat ini, sinarnya tidak terlihat jelas, ia masih ada. Yakinku. Seperti halnya engkau yang saat ini sedang berada nun jauh dari tatapan mata. Engkau senantiasa bersinar, bukan?

Sinari alam tempat engkau berada, dengan benderangnya senyuman yang engkau tebarkan. Karena engkau adalah bintang yang paling terang di hatiku, walaupun tidak terlihat dalam nyata. Seperti mentari yang saat ini masih belum terlihat senyumannya.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s