Tahukah Engkau?


Ketahuilah bahwa aku tidak sekalipun pernah meninggalkanmu. Walaupun memang aku tidak selalu terlihat di hadapanmu. Karena engkau adalah sahabatku dan aku mencintaimu. Aku ingin selalu menjagamu dengan penjagaan penuh. Apabila hal yang tidak diinginkan terjadi padamu, maka percayalah bahwa aku sangat dekat denganmu. Aku siap merangkulmu ketika engkau terlarut dalam ketidakbahagiaan, memberikan senyuman terindahku dalam perayaan hari-hari ceriamu, serta bersedia mendukung ide-ide briliantmu. Ayo! Hari ini engkau mempunyai ide apa? Yang telah engkau cetuskan?

You are telling me or not? I understand your decision. Then I am thinking that, “Mungkin belum saatnya. Lha, kalau ga sekarang, lalu kapankah?”

Aku bertanya, dan engkau sudah tahu jawabannya. Karena engkau lebih faqih. Tentu pengetahuanmu lebih luas. Ditambah lagi dengan pengalamanmu yang sudah lebih banyak tentang kehidupan.

Sungguh, aku ingin terus sahabatmu. Walau engkau pun akhirnya mencintaiku. Karena persahabatan adalah yang terbaik. Aku ingin mengabadikannya hingga ke ujung usia. Karena dari sana aku belajar mencintai. Terima kasih ya, untuk kepedulianmu terhadapku.

Apakah pantas? Bila engkau tak menerima uluran tangan ini. Sedangkan melaluinya akan mengalir hadiah buatmu. Yah! Inilah persembahanku hari ini.

Esok, lusa, dan selanjutnya, aku akan merangkai kata lagi. InsyaAllah… Sebagai salah satu tanda ingatanku padamu. Ingatan yang membuatku ingin mengabadikannya. Walaupun engkau tidak pernah tahu. Bahwa saat itu aku sedang memperhatikanmu.

“Ada perubahan apa yang terjadi denganmu hari ini?,” tanyaku.

“Tidak ada yang berubah, hanya saja aku semakin bersyukur mempunyai sahabat sepertimu,” jawabmu.

Dalam haru, engkaupun menyelipkanku sepotong ide di antara jemari ini. Nah! Aku langsung merangkai kata bersamanya.
Setelah aku menemuimu.

Esok, pun begitu. Aku ingin lebih sering berkunjung di depanmu. Walaupun engkau tak menyadari kehadiranku.

Aku datang membawa cinta yang mulai membenih. Daunnya sudah terlihat walaupun baru beberapa helai. Dan batangnya masih belum terlihat jelas. Tolong aku merawatnya yach. Agar ketika ia sudah mempohon, kita dapat duduk-duduk di bawah rindangnya.

Hmmm… Pagi ini yang sejuk, terasa semakin segar. Karena mentari belum bersinar. Namun aku berdoa engkau sedang memancarkan senyumanmu saat ini. Senyuman yang lebih cerah dari sinar mentari.

🙂 🙂 🙂

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s