Sepotong Malam di Kota Ini


"Sukses! Semangat Usaha Meskipun Situasi ...

“Sukses! Semangat Usaha Meskipun Situasi Semakin Sulit” (Photo credit: Akinini.com)

Djauh dari keriuhan kota,
Kerlipan cahaya bercanda hingga tertawa,
Tampak seorang perempuan di antara mereka,
Ia terpesona, lalu menyapa segera,

Tiada suara yang menyahut sapanya,
Tidak pula wajah yang menyambut, tersenyum,
Perempuan mengulang sapa, bertanya, “Spadaa…”
Masih hening, sunyi tanpa nada di sekitarnya,

Perempuan pun memutar tubuhnya, berbalik,
Ia meraih alat perekam, klik.!
Ia tersenyum, cantik,
Ia buka jemarinya, lalu mengetik,

***

Sepi di sini, ku sendiri. Tiada sesiapa menemani. Aku tenggelam dalam sunyi yang terlalu dalam. Aku tak bisa keluar lagi.

Dalam lautan emosi yang mulai meninggi, ku perhatikan kerlipan cahaya itu satu persatu. Aku tahu, mereka menyadari kehadiranku. Namun mengapaaa..Tiada yang menyahut sapaku? Mengapa seakan tiada yang peduli? Apakah mereka memang tak punyai hati?

Hati-hati ku coba merangkai apa yang aku alami, dalam rangkaian kata yang mulai ramai. Berulang kali ku hapus lagi, setelah aku mengetiknya. Satu persatu, tidak satupun kata-kata tersebut yang aku pahami. Sehingga aku pun mampir di sini. Lembaran maya yang aku pikir dapat menjadi sarana untuk menitipkan suara hati. Agar aku tahu apa yang pernah aku alami, setelah hari ini pergi. Ya, karena aku ingin mempunyai catatan tentang hari ini. Catatan yang ku juduli “Sepotong Malam di Kota Ini”.

jihad

jihad (Photo credit: portable_soul)

Jauh dari keramaian, adalah tempat ku berada kini. Sebuah kota yang banyak orang menyenanginya. Karena kondisi alamnya yang indah, penduduknya yang ramah, pun lingkungannya nan megah. Betul-betul membuatku segera tersenyum sumringah. Yah. Setelah aku menyadari di mana aku berada kini. Alhamdulillah… Aku menyadari bahwa tiada yang mempunyai nasib serupa denganku. Dan apa yang sedang aku jalani saat ini adalah bagian dari anugerah Allah. Alhamdulillah… Alhamdulillah… Hanya mampu ku memuji-Nya, seiring dengan tetesan permata kehidupan yang berjatuhan satu persatu, dari cangkangnya.

Ah! Apa guna aku menitikkan airmata? Sedangkan aku sedang dalam naungan-Nya. Lalu, apalagi yang mesti ku tanyakan. Padahal sebelum ku bertanya sudah ada jawaban. Mengapa sapa ku alirkan pada kerlipan cahaya yang bermain dengan kebahagiaan? Aku ingin segera kembali pada kehidupanku yang sesungguhnya. Tak lagi di sepotong malam nan kelam. Karena jauh di ujung sana, aku tahu ada banyak potongan senyuman yang sedang menuai harapan. Harapan terhadapku. Agar aku segera bangkit setelah rehat sejenak dari kelelahan. Yah! Aku pun mempunyai harapan. Harapan untuk dapat melihat cerahnya sinar mentari esok hari.

***

Perempuan,
Segera ia usap airmata yang tadi berjatuhan,
Agar tak membanjir kebanyakan,
Sebagai persediaan,
Untuk kelak ia manfaatkan sebagai teman,
Dalam mengungkapkan perasaan,
Karena dalam yakinnya, rasa itu tidak akan dapat kelihatan,
Meskipun di sepotong malam

🙂🙂🙂

 

 

 


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s