Ga Jadi Nanya


Merenung

Merenung

Ingin ku bertanya pada langit dan mentari siang ini, dari tempat ini.

“Mengapa mereka membiarkanku di sini, sendiri?”

Namun tanya tersebut tidak jadi aku lontarkan padanya. Hanya karena aku sudah tahu jawabannya. Bukan salah mereka, karena sesungguhnya mereka tidak tahu apa-apa dengan kondisiku saat ini.

Terdiam sendiri di tepi jalan, duduk manis dalam penantian. Menunggu jemputan yang belum datang. Ai! Aku pun segera mencurahkan perasaan. Di sela-sela waktu yang sangat berharga ini. Karena, aku menyadari bahwa sangat jarang ini terjadi. Aku sendiri di sini. Lonely? =))=))Hɑ̈Hɑ̈=))=))Hɑ̈Hɑ̈=))=))

Memandang senyuman mentari dari kejauhan, hanya ini yang dapat aku lakukan. Menatap tenangnya awan nan memutih, sungguh mendamaikan jiwa. Aku menikmati terpaan angin yang mulai terasa. Semilirnya membuat kostumku melambai-lambai, terkena tiupannya. Aku pun tersenyum seketika. Senyuman yang aku cipta untuk mengabadikan seputik rasa. Rasa yang berbeda dari biasanya. Rasa lega, yang engkaupun pernah mengalaminya, bukan? Hayoo… Bayangkanlah rasa yang sama pun engkau alami saat ini.

Sejuk, tenang, ringan. Begini kesan terakhir yang tak akan mengakhiri pengalaman hari ini. Karena dalam yakinku, nuansa yang sama masih akan terulang kembali, setelah saat ini.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s