Hatiku Mengembang


“… hatiku mengembang.” (Andrea Hirata)

Sampai pada paragraf ini, aku tertegun. Untung saja setelah dua kata tersebut diikuti oleh titik. Jadi, aku dapat menarik napas sejenak. Lalu, beralih ke lembaran ini, untuk melanjutkan perjuangan.

Aku ingin benar-benar menikmati nuansa yang sama dengan yang beliau maksud dalam akhir paragraf tersebut. Ketika hati mulai melebarkan sayapnya, lalu ia siap untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

Ku menarik napas lebih panjang, setelah degub itu mulai tak beraturan. Ku usaha menatanya agar tak semakin berantakan. Namun, ternyata aku kalah oleh keadaan. Sekalipun ku usaha menempelkan telapak tangan ini di atasnya, namun ia masih belum tenang. Semakin lama, degubnya tidak tertahankan lagi. Aku deg-degan. Aku… Aku… Aku… Ingin menangiiiis…. Huuu huuuwww huuuuuwwaaaaa….😦😦😦 tangisku pun pecah.

Kondisi sebagaimana yang terjadi pada akhir paragraf di atas, saya pernah mengalaminya pada suatu hari. Ya. Pengalaman pribadi, gitu deeechh. 😀

Ku luahkan perasaan melalui tetesan airmata yang mulai membanjir. Ku uraikan segala rasa sesegera mungkin. Aku ingin ia tak mengganggu aku lagi. Karena dengan meluahkannya, aku merasakan nuansa yang berbeda.

Saat dadamu sudah terasa tak sanggup lagi menerima kenyataan. Ketika ia seakan penuh dengan rasa yang mendera dan ingin dikeluarkan, lepaskanlah. Walau pada saat yang bersamaan engkau sedang berada di hadapan banyak orang. Yah… Sportif itu is the best.

Banyak orang yang mampu mengekspresikan kebahagiaan di tengah keramaian berwujud senyuman. Namun, sangat sedikit bahkan jarang (saya melihat) banyak orang yang bersedia mengekspresikan ketidakbahagiaan di hadapan banyak orang. Ai! Ini pendapat saya.
Nah! Sebagaimana yang pernah saya alami. Tentu orang lain pun pernah mengalami hal serupa. Pada suatu hari, saya melihat seorang teman dengan ekspresi yang tidak biasa. Beberapa saat setelah kami berhadapan, tiba-tiba aku melihat ada mendung pada wajah beliau. Lalu pandanganku tertuju pada arah mata. Dan apa yang terjadi berikutnya??

Dua bola mata beliau yang semula berbinar-binar bak bintang kejora, kini berubah. Karena di sana, tepat pada kedua bola mata tersebut, penuh dengan tetesan air. Ada bendungan yang beberapa detik kemudian mengair bah. Beliau pun menangis. Aku yang menyaksikan pemandangan tersebut, segera teringatkan pada kisah pengalamanku.

Ya, saat aku mengalami keadaan serupa. Aku seakan kembali merasakan nuansa yang sama. Aku merasakan betul bagaimana suasana jiwa beliau saat itu. Seakan aku yang berduka.

Rasa, ia memang tidak terlihat. Namun yakinlah bahwa rasa itu jauh lebih peka terhadap sesiapa yang dihinggapinya. So, belajarlah kita darinya. Tentang wujudnya yang tiada. Jangan abaikan rasa, karena rasa adalah pembuka mata. Ia dapat membantu kita dalam menatap indahnya dunia. Karena melihat dari cara pandang yang berbeda, kita menjadi tahu makna kehidupan.

Sehingga ketika kita melihat ada orang yang menangis, semoga kita segera teringatkan. Bahwa kita juga pernah menangis, bukan? So, pahamilah ia yang sedang meluahkan rasa. Rasa yang hadirnya tanpa kenal waktu.

Setiapkali sayap-sayapnya mengembang, maka rasapun terbang melayang. Mengepakkan sayap-sayap kebahagiaankah? Atau melebarkan sayap-sayap yang telah basah kuyup oleh airmata…?

Belajarlah lebih banyak lagi, dari pengalaman orang-orang yang berbeda. Maka kita dapat belajar berekspresi. Belajarlah dari beliau semua, bagaimana cara untuk tersenyum. Dan belajarlah pula dari wajah yang beliau tampilkan saat senyuman itu sedang tidak di tempat. Karena senyuman sedang melayang setelah mengembangkan sayap-sayap rasa.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s