Dua Paragraf Saja Ga' Cukup untuk Menjelaskan Padamu, tentang…


Engkau, Mentari dan Senyuman

Engkau, Mentari dan Senyuman

Afirmasikanlah bahwa engkau mampu, lalu perkuat keyakinanmu. Maka engkau dapat menyaksikan bahwa engkau benar-benar mampu.

Walau belum pernah sekalipun berjumpa, namun kalau kita tertakdir untuk bersama, maka kita hidup di bawah satu atap jua.

***

Masih ingatkah engkau teman, kapan terakhir kali pikiranmu tertuju pada seseorang yang belum pernah engkau temui? Namun engkau hanya mengenalnya dari kisah yang engkau baca atau yang disampaikan oleh orang lain terhadapmu. Masih ingatkah engkau, teman? Siapakah seseorang yang paling beruntung tersebut?

Walaupun belum pernah berjumpa, namun kekuatan citra yang melekat pada beliau telah mampu melekatkan ingatanmu pada beliau. Lalu, bagaimana kalau akhirnya engkau berkesempatan jumpa dengan beliau yang sahaja? Pikirkanlah…

Melanjutkan pikir tentang seseorang yang seringkali mampir dalam ingatan, tentu membuat engkau terus bertanya, bukan? Tanya yang ingin segera engkau sampaikan, agar ia mewujud jawaban. Jawaban yang memberimu gambaran, pemaparan dan rincian tentang beliau. Pribadi yang terakhir kali ada dalam ingatanmu.

Kita tidak mungkin mengingat seseorang yang belum pernah kita kenal. Dan kita mungkin saja sangat mengenal seseorang yang seringkali kita ingat. Lalu, jangan abaikan ingatanmu. Meskipun ingatan tanpa rupa. Teteskanlah ia dari lembar ke lembar masa, agar ia ada. Selipkanlah ia di antara kelopak rasa, agar tidak berserakan. Karena ingatan mungkin saja tak berkesudahan terhadap seseorang yang kita kenal.

Mungkin saja di dunia ini engkau tidak akan pernah lagi berjumpa dengan beliau, karena telah tiada. Dan biarlah rangkaian kata yang tercipta menjadi bukti bahwa engkau senantiasa mengingat beliau. Atau saksikanlah bahwa kelopak rasamu akan memekar indah, untuk mensenyumkanmu dan tersenyum terhadapmu.

Engkau yang bebas memilih untuk menjaga beliau senantiasa ada dalam ingatanmu ataukah memupusnya. Engkau yang dapat menjelaskan pada dirimu sendiri tentang arti penting kehadiran beliau dalam ingatanmu. Apakah untuk segera membuatmu menyadari bahwa beliau sangat penting. Ataukah hanya kilas bayangan yang tak dapat disentuh saat ia hadir.

Walau seringkali, untuk memberaikan ingatan dalam catatan demi catatan engkau menemukan kesulitan, teruslah memberainya. Agar engkau pun tahu bahwa engkau pun mempunyai ingatan. Engkau bukan seorang yang mudah melupakan. Walau terkadang memang demikian adanya. Dan itu pun sangat jarang terjadi. Karena engkau ingin menciptakan prasasti demi prasasti tentang perjalanan pikirmu yang terus berjuang untuk sampai pada tujuannya.

Untuk tujuan apa engkau berpikir? Kalau ternyata selama bersamanya engkau malah tidak mampu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Padahal pikir yang sedang membersamaimu merupakan jalan yang dapat menyampaikanmu pada tujuanmu. Agar engkau bisa memikirkan hal ini lebih sering, setiap kali ingatanmu bertunas untuk bertumbuh hingga akhir usiamu. Dan engkaupun tiada.

🙂 🙂 🙂

“Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah.
Buka mata, lalu melihatlah,
Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah,
Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan,
Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan,
Ada kulit yang menghampar luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s