Dari Rasma


Terkadang apa yang kita terima, bukanlah milik kita seutuhnya. Namun seringkali semuanya itu adalah titipan. Ya, titipan saja.

Pelajaran berharga pagi ini, tentang kehilangan. Kehilangan yang akhirnya bertemu lagi. Dan pelajaran ini saya peroleh dari salah seorang sahabat. Sahabat yang baru saja mengalami kehilangan. Beliau terlihat sangat rusuh, bingung dan terus mencari ‘sesuatu’ yang sempat hilang. Tak hilang, sebenarnya. Hanya saja, mungkin tertinggal di sebuah tempat dan beliau lupa. Atau memang karena beliau tidak sengaja meninggalkannya. Tercecerkah? Bisa jadi.

Hingga beliau terus mencari. Mencari dan mencari lagi. Sesuatu yang merupakan titipan, perlu beliau pertanggungjawabkan. Namun ia hilang untuk beberapa saat.

“Rasma bingung mau bilang apa ke mamah, ‘tuk ngejelasinnyaaa…” curhat sahabat dalam haru. Hampir nangis.

Lalu, beliau menitipkan padaku “benda serupa”. Titipan yang aku menerimanya dengan senang hati.

🙂🙂🙂

“Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah.
Buka mata, lalu melihatlah,
Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah,
Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan,
Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan,
Ada kulit yang menghampar luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s