Sometime, Undirectly


“Kuncinya hanya satu, saling menjaga kepercayaan. Pertahankan, yaa!,” 😀 pesan singkat dini hari yang aku baca darimu.

Engkau? Siapakah engkau. Tak ku tahu bagaimana rupamu. Apalagi suara merdumu itu. Karena aku membacanya dari selembar potret yang telah memprasasti.

“Semoga aku dapat mempertahankan kesalingpercayaan kita,” potret itu menjawab pesan tanpa suaramu.

Sedangkan aku, turut mendoakan kalian. Dua insan yang ku temui dalam meneruskan perjalananku. Karena dalam yakinku, pesan tersebut pun untukku. Karena aku membacanya pula. Karena bola-bola mata ini bersama retinanya, mempunyai kesempatan menangkapnya. Terima kasih, yaa. Atas bahan pelajaran hari ini.

Tak mesti berhadapan dalam tatap muka dengan para guru-guru terpilih. Karena beliau yang sedang menyampaikan ilmu tentang kehidupan, dapat kita temui di mana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja. Adapun salah seorang dari guru yang terpilih tersebut adalah engkau. Engkau yang pernah menyampaikan pesan walau bukan untukku, directly. But your messages have created to me, too, when I read it.

🙂🙂🙂

“Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah.
Buka mata, lalu melihatlah,
Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah,
Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan,
Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan,
Ada kulit yang menghampar luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s