Last Holiday


Sun-day

Sun-day

One day on Sunday is yesterday. I was going around for a play. Just walking, sightseeing and jogging for my mind, body and heart fresh. I call it holiday.

I went to another places that I ever visit yet. I walked as far as I can. I met other people who I ever see before.

I started the journey since 05.49 a.m then finished at 02.30 p.m. I was enjoy it so much. Although when I arrived at my home all of my body ‎​(y);)•s̶̲̥̅̊!!!ρ̩̩̩̩̥<3•s̶̲̥̅̊!!!ρ̩̩̩̩̥({})(y) broken. But, I have a special experience on my last holiday.

There are many thing that should I share from that journey as my gratitude. So that, this note is coming in here, now. As one of my prize for you, friend. From my long time walked in my life. There is nothing special for you, maybe. But for me, it's a sign of successfully knowledge. And I take pictures for what I saw.

From the hill to the city. Since the morning until afternoon. Yiihhaaa… =))=))Hɑ̈Hɑ̈=))=))Hɑ̈Hɑ̈=))=)). I was very happy when remembering it now. How can? I did it myself! A fantastis moment, dong. 😀

Setelah cape jalan-jalan, lalu sarapan. Karena pas awal berangkat memang saya belum sarapan. Trus melanjutkan perjalanan lagi. Nah! Setelah cape untuk kedua kalinya, lalu naik angkot ke arah tanpa tujuan. Hanya ikut doang. Namun di tengah perjalanan, saya teringat sesuatu, "Bagaimana kalau ke toko buku?" Saya menanyai diri sendiri terlebih dahulu. Dan akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung ke rumahnya para sahabat yang baik-baik itu. Kami pilih toko buku yang paling jauh lokasinya namun terlengkap isinya. Agar lama di angkotnya dan bisa baca-baca seeepppuassnya! Alhasil, akhirnya kamipun sampai juga.

Belanjakah saya? Tidak!
Hghg! Hanya baca doang. Dan inilah sesi perombakan cara pandang terhadap pemikiran. Prosesinya berlangsung lebih dari empat jam. Keliling-keliling, berpusing-pusing, lalu akhirnya bertemu sebuah buku tanpa judul. Ai!

"Buku apakah ini?", teriakku, tidak histeris (di dalam hati) .

Lalu buku yang tadi sempat membuatku hampir mengeluarkan suara terhadapnya, pun berpindah ke dalam daftar buku-buku yang ingin sangat untuk saya baca saat itu juga. Saya mengambil buku yang lainnya juga, selain 'si dia'. Namun hingga ke ujung waktu kebersamaan kami bertiga, buku yang satunya tidak jadi saya baca sepenuhnya. Hanya membolak-balik halamannya saja, lalu menutup kembali. Kemudian mengembalikan ke tempat semula. Karena memang dari awal saya tidak niat belanja apa-apa di toko buku, pada hari itu.

Lalu, bagaimana dengan buku yang satunya dengan halaman sampul kosong tiada judul? Saya tersenyum bersamanya, berbicara terhadapnya, namun ia malah menertawai saya. Hab! Saya menatap lembarannya satu persatu dengan teliti. Ada keunikan yang membuat mata ini segera berkedipan, berbinar-binar bersamanya. Padahal, sebelumnya saya sempat merasakan berat pada kelopak bagian atasnya.

"Apa judul buku ini, ya?," bertanya lagi hati ini terhadap ia yang sedang dalam genggaman. Namun masih belum ada di sana. Hingga habis seluruh halamannya saya lahap, karena tiba-tiba perut ini mendadak lapar setelah bertemu dengannya. Setelah lapar, sayapun makan siang dulu. Untuk menyegarkan raga. Kemudian, balik lagi ke toko buku untuk beberapa lama, sebelum akhirnya pulang.

Dalam perjalanan pulang, saya berpikir tentang buku tadi, akan saya juduli apa ya? Karena penulisnya memberikan wewenang pada saya yang sedang membaca, untuk memberi judul sendiri sesuai kemauan.

"Senyuman Hati", begini saya menempelkan judulnya di sampul hati ini. Karena ia yang saya bawa serta dalam melanjutkan perjalanan menuju pulang.

"You are giving me inspirations more than I need in arrange many words from my life journey as a gift for you, specially."

Then, I smile with you, now.

🙂 🙂 🙂

“Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s