Tersenyum karena Mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala


With Sun Flower

With Sun Flower

Alhamdulillah…
Senang rasanya kita kembali bersua untuk merangkai detik waktu bersama-sama. Setelah dua hari yang lalu, engkau berjuang untuk mengalahkan rasa sakit yang menombak ragamu. Kini, senyumanmu dapat ku saksikan lagi. Ada kebahagiaan yang engkau bawa untuk engkau bagikan. Ada kehangatan yang engkau alirkan dalam gerak gerikmu. Pun ada pesan berbeda yang ku terima setiap kali kita berinteraksi.

Nounna Keucild, adalah namamu. Hehe, masih tujuh belas tahunan. Engkau sungguh belia, teman. Walau kita berbeda jauh dari segi usia. Namun engkau tertakdir untuk menjalani aktivitas bersama-sama denganku. Engkau hebat! Wahai adik kecilku…

Nonna is my little sister in here. Beliau adalah yang paling muda usianya, dari semua. Namun demikian, kita tidak dapat memberikan penilaian terhadap seseorang dari jumlah usia.

Ingatlah teman. Pedasnya cabai rawit karena fisiknya yang jumbo kah?

Begitu pula dalam pergaulan. Terkadang kita bergaul dengan teman-teman yang lebih muda, lebih berusia, ataupun setara dengan kita. Tetaplah bergaul dalam rangka membuktikan bahwa persahabatan itu benar-benar berharga.

Teman yang lebih muda kita sayangi, yang setara kita akrabi. Sedangkan yang lebih dewasa, kita hargai. Maka saksikanlah betapa efeknya sangat berarti. Baik bagi setiap pribadi maupun bagi teman-teman yang berada di dalam lingkungan pergaulan kita.

Tersenyum bersama kebugaran raga, ini yang paling kita harapkan dalam menjalani aktivitas. Agar kita dapat melakukannya dengan hasil terbaik. Selain itu, kebugaran juga mempengaruhi suasana di sekitar kita. Percayalah, bahwa wajah yang tersenyum, dapat mensenyumkan. 🙂

Lalu, sudahkah kita tersenyum hari ini?

Ai!

Sekalipun hari ini hampir berlalu. Semoga di penghujung detiknya kita masih mempunyai kemauan untuk tersenyum. Semoga bukan senyuman untuk terakhir kalinya. Karena esok hari, kita berharap dapat menatap indahnya senyuman mentari, lagi. Lalu, kitapun tersenyum pada alam-Nya. Senyuman yang telah kita persiapkan semenjak dini hari.

Kegelapan akan berangsur hilang. Benderang kan menyapu kesuraman. Apabila kita menyaksikan selembar wajah yang sedang tersenyum di hadapan.

Lalu, tegakah kita? Menggelapi pemandangan seseorang yang sedang mengharapkan senyuman dari wajah kita? Padahal kita tahu. Bahwa bermuka manis di hadapan orang lain adalah sedekah. Ai! Wahai hamba-hamba Allah, usaplah wajahmu segera, ketika hatimu gundah. Lalu tersenyumlah dari balik telapak tanganmu dan berdzikirlah… Astaghfirullaahal’adziim.

🙂🙂🙂

“Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s