Dear Mentari


Mendung

Mendung

Di bawah langit yang sama, kita berada. Di dalam lengkungnya kita bersua. Hanya untuk sementara, sebelum kita tiada.

Ada asa yang kembali menyeruak awan hari ini. Meski sedikit kelam dan bermendung namun tak temaram, bukan?

Saat masih ku lihat kilau cemerlangmu, maka aku kembali menuai harapan. Ada benderang setelah gelap, begitu alur kehidupan. Karena tak selamanya temaram merajai.

Kini, serentak dengan pergerakanmu yang mulai menyentuh tepi langit, asa ku pun kembali bangkit. Harapanku turut melejit. Yah! Esok engkau bersinar lagi, kan?

Di penghujung tatapan ini, ku sempatkan waktu untuk memberimu perhatian. Ku lepas kepergianmu hari ini dengan senyuman. Senyuman penuh kelegaan. Alhamdulillah… Tenteram terasa, tenang dan teduh di jiwa. Karena ada yang perlu ku ungkapkan pada sorot matamu yang tidak penuh.

“Yessss… Engga jadi hujaaaan…😀 ”

🙂🙂🙂

“Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s