KuBiTa, Yaa?


KuBiTa

KuBiTa

Meninggalkan kost-kostan semenjak pagi dengan tujuan yang tidak pasti. Yah, hanya lari pagi dan happy-happy. Itulah yang kita ingini. Berhubung kita sama-sama mempunyai jadual berolahraga, maka kita pun menyusun langkah. Bergerak meski tak serentak, berlari tidak sekalipun. Yah! Begitu yang saya amati dari aktivitas kita tadi. Kecuali Santi yang sempatkan waktu untuk berlari-lari kecil di penurunan, yang lainnya tidak. Lalu, bagaimana dengan Siti?

“Hai, Nduk…?!, engkau pun tidak lari kannnn…, xixixiii…😀 ,” tanya ku tertuju pada Siti.

Kuning, biru dan hitam bercorak putih adalah kostum yang kita pakai pada hari ini. Hari yang indah untuk mengabadikan sebuah perjalanan. Hari yang bermentari, indah sekali. Sungguh mengesankan dan penuh pesan untuk kita titipkan di sini.

***

Kami berangkat bertiga. Santi, Siti dan Surya disingkat Sa-Si-Su. Santi memakai kostum kuning cerah cemerlangnya. Lalu Siti, enjoy dengan dandanan jilbab biru tua. Sedangkan Surya, asyiik berputih hitam. Tak terlihat adanya jarak di antara kami, karena kami saling bergenggaman jemari. Walau berbeda warna pakaian, namun tidak tertangkap perbedaan yang kami miliki. Karena kami sama, ya. Sama-sama perempuan yang sedang menjalani waktu bersama.

Tidak banyak waktu yang kami miliki untuk berkumpul seperti ini, dalam banyak hari yang kami miliki. Karena memang, kami mempunyai tema aktivitas yang berbeda. Ya, hal tersebut yang menjadi sebab, mengapa kami jarang sekali bersama. Walaupun demikian, dalam kesempatan terbaik, kami mencari cara dan celah, untuk mengabadikan kebersamaan. Ai!

Awalnya memang semua ini masih tersusun dalam rangkaian impian. Namun, kalau kita terus bergerak untuk menjadikannya nyata, insya Allah… Menjadi NYATA. Sebagaimana halnya impian kami ini, teman, engkaupun mempunyai impian, bukan?

Lalu, menunggu apa lagi? Ciptakanlah kesan terindahmu bersamanya. Saat ini. Ya, sekarang. Menjadilah sebagaimana impian yang engkau punya.

Kalau engkau mau menjadi penulis, menulislah saat ini. Bersegeralah, tidak menunggu lama. Kalau engkau mau menjadi pembaca yang baik, teruskanlah mengikuti rangkaian kata-kata yang terangkai saat ini. Namun, kalau engkau ingin menjadi penggubah puisi ataupun perangkai syair yang indah, semoga bagian dari kalimat-kalimat ini dapat menjadi salah satu jalan hadirnya idemu. Ai! Itulah rangkaian cita yang saya punya semenjak lama. Kalaupun engkau bercita serupa, berarti cita kita sama.

Kita, berjumpa di sini saat ini, tentu ada makna. Karena tak ada detik masa yang datang percuma. Ya, ia ada untuk membuktikan pada kita bahwa cita tersebut benar-benar ada, tak hanya impian saja. So, bercitalah setinggi-tingginya, titipkan ia pada tempat terbaik yang engkau tahu. Namun kalau engkau belum tahu di mana menitipkannya, berusahalah untuk mencari tahu. Dengan demikian engkau menjadi tahu, apa yang sebelumnya tidak engkau tahu. Belajarlah tiada henti. Mencobalah lebih banyak lagi. Berusahalah. Kalau lelah, rehatlah sejenak. Kalau letih, beristirahatlah. Agar muncul energi baru, sebagai bekalmu dalam melanjutkan langkah merengkuh cita tertinggimu.

Engkau, aku, kita memang tidak sama. Ya. Karena semua itu hanya terlihat dari tampilan luar saja. Dari cara pandang kita terhadap kostum yang kita pakai. Padahal, kita sama-sama hamba-Nya. Hamba yang Dicipta oleh Pencipta Yang Satu. So, why not? Kalau kita bersatu?

Dalam melangkah, tidak selamanya kita tegap. Terkadang sempoyongan, miring dan hampir saja tumbang. Terkadang terasa ada yang mengganggu pikiran, akibatnya ya… Pusshiink. So, jangan simpan sendiri, namun berbagilah. Ceritai sahabat terbaikmu, tentang apa yang engkau alami. Sampaikan padanya tentang duka sukamu. Alirkan suara lirih hatimu, bisikkan pinta dengan sesungguhnya. Karena sahabat tidak pernah meninggalkan. Yakinlah, ia ada walau tidak terlihat. Sahabat bersedia memberikan pundaknya untuk menopang ragamu yang suatu ketika lemah. Sedangkan hatimu yang gelisah, ia tidak akan tahu bagaimana suasananya. Kalau engkau tidak memberitahu.

Maka: make your best decision today!
Untuk mengubah cara pandang tentang sahabat. Siapakah sahabatmu yang sesungguhnya? Itulah dirimu sendiri.

Engkau berbahagia saat ia bahagia. Engkau tersenyum dalam senyumannya. Sedangkan tentang cita, impian dan harapan yang belum menjadi nyata, dapat engkau wujudkan bersama.

***

🙂🙂🙂

“Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s