Bro!


Susunan kata

Susunan kata

Rangkailah kata, pada suatu hari. Kemudian arsiplah di dalam memori. Ingat terus, namun percayalah bahwa ia akan hilang ditelan waktu. Seiring dengan pertumbuhan dan bertambahnya usiamu. Namun kalau ingin ia terus ada untuk selamanya, titipkanlah dalam goresan huruf yang berangkulan satu sama lain. Insya Allah, abadilah ia sampai akhir waktu.

Meskipun berisi suara hatimu, itu lebih baik. Walaupun di dalamnya engkau berusaha mengenggam harapan, lakukanlah. Sekali-kali, atau seringkali, boleh. Karena engkau sedang berupaya melakukan therapy for yourself.

Bacalah lagi untaian kalimat yang pernah engkau rangkai pada suatu waktu yang telah lama berlalu. Maka engkau seakan teringatkan pada sesuatu.

Aha!
Ada yang berbedakah saat ini? Ya, ketika engkau membacanya kembali. Walaupun rangkaian kalimat yang pernah engkau rangkai tersebut, ditulis ulang oleh orang lain, bukan dirimu. Apakah yang engkau pikirkan, wahai teman?

Cukup mudah mencari saudara, namun lebih mudah kiranya mempersaudarakan pencarian itu sendiri. Mungkin beliau sedang alami pula hal yang pernah engkau alami dulu. Itu berarti, engkau telah terlebih dahulu mengalaminya. So, bertanyalah pada dirimu, bagaimana tanggapannya?

Engkau saat ini dengan dirimu yang sebelumnya, sudah berubahkah?

Dulu engkau menangis saat merangkai kalimat-kalimat yang berasal dari kedalaman jiwamu. Sedangkan kini, engkau membacanya dengan senyuman. Engkau kadang tertawakan ia. Karena engkau masih belum percaya, bahwa engkau pernah menyusunnya. Ah! Sudah lupa, yaa…?

Begitulah salah satu alasan, mengapa aku ingin terus menitipkan suara hati dalam berbagai kesempatan, di sini. Agar kelak aku kembali, semoga ada yang dapat ku ingat lagi. Ingatan yang telah memprasasti di sini. So, saat menjalaninya kini, aku upayakan untuk segera merapikannya dalam kalimat dengan menggunakan bahasa hati.

For my little brother, keep spirit! Rangkailah suara hati, karena engkau pedulikan ia. Ketika engkau sedih, senang, rindu, ceria, berbunga-bunga bahagia, terharu, atau dalam suasana berpikir. Upayakanlah untuk menyelipkan kalimat di dalam berbagai kesempatan. Untuk kita juga, kuq! Dan semoga bermanfaat pula bagi beliau yang sedang mampir dan menyapa prasasti perjalanan kita.

Tetap semangat!

😆

Karena ternyata dunia memang telah benar-benar sempit. Ya, dalam rentang detik yang berdetak, kita yang berjarak bermil-mil, dapat saling bercanda, menyapa, dan bersua. Walau hanya suara hati.

Walau dunia telah sempit sebegini, semoga hati kita membentang luas, untuk menampung berbagai rasa, hasil pikir, pun aneka corak musim di dunia.

Rengkuhlah tangan saudara kita, dengan doa yang terkirim. Sambutlah kehadirannya dengan senyuman. Meskipun belum pernah bersua, namun sesama muslim kita bersaudara. Sehingga menjelmalah beliau sebagai diri kita sendiri, apabila kita mengetahui bahwa apa yang beliau alami saat ini, mirip dengan apa yang pernah kita alami.

Ikhlaskanlah… pemberianmu walau tak mudah. Namun kalau engkau memudahkan untuk ikhlas, Allah Maha Tahu. So, how is your feeling, now? Sudah lebih damaikah? Then, what are you thinking now? Let’s write it, soon. As soon as possible, Bro!

Love,
-Yoursister_whoisbelongyou.somuch-

🙂🙂🙂

MY@>–SURYA


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s