Enam Hari Lebih Satu


Semenjak dahulu, awal aku mengenal internet, kisah ini bermula. Tahukah engkau teman? Bahwa kalimat pertama yang aku tuliskan setiap kali setelah menyalakan komputer dan aku terhubung ke dunia maya adalah, “Kata-kata mutiara.” Dan saat ini, setiap kali aku terhubung dengan internet, kalimat awal yang ingin selalu aku rangkai adalah kata-kata mutiara juga. Karena aku ingin menjadi motivator.

Yach, inilah salah satu alasan mengapa aku kembali di halaman ini, saat ini. Padahal belum sampai enam bulan aku berangkat dari sini. Ya, karena ada yang seakan menarik-narikku untuk ke sini lagi. Aku pun tergoda. Ahaaa…😀 walaupun begitu, aku bahagia. Aku katakan yang sebenarnya. Karena aku tidak ingin tertinggal meski sehari saja untuk menitipkan rangkaian kalimat di dunia maya ini. Ai! Sudah sebegitu melekat eratkah hatiku tertaut padamu, wahai dunia maya?

Baru beberapa hari, aku pamitan dari sini. Namun aku merasa ada yang kurang dalam menjalani kehidupan ini, tanpamu, mayaku.
Hohoo…
Sudahlah, semoga setiap kali hadirku di sini adalah untuk menitipkan kata-kata mutiara saja. Bukan lagi berisi kalimat-kalimat yang selain mutiara, melalui rangkaian jemari ini. Aamiiin.

***

Tenggelam ku di lautan ilmu pengetahuan, karena aku belum pandai berenang. Apalagi untuk menyelam? Aku belum mempunyai aneka peralatan yang dapat aku pergunakan. So, tenggelam dech jadinya. Namun aku masih hidup di dasar lautan tersebut. Dan kini, akupun kembali ke permukaan. Hehe.

Dari dasar lautan pula, aku belajar banyak hal. Aku belajar dari makhluk hidup yang ada di laut. Aku belajar berenang bersama ubur-ubur, aku belajar melambaikan tangan dari rumput laut, pun aku belajar dari yang lainnya. Asyyiik, banyak teman yang mau mengajarkanku setiap kali aku menanya atas kebelumtahuanku pada mereka semua.

***

Aku ingin menjadi motivator terlebih dahulu bagi diriku. Adapun cara yang dapat aku lakukan untuk memotivatori diriku adalah dengan menuliskan kata-kata mutiara untuknya. Selain itu, beberapa hari terakhir aku juga memotivatori diriku dengan membacakan beberapa rangkai kalimat untuknya. Lalu, aku memintanya untuk mau mendengarkan lebih awal. Nah! Ketika itulah aku merasakan ada yang berbeda. Dari nada suara yang aku dengarkan, aku menjadi tahu siapa aku yang sesungguhnya. Ya, ia yang masih mempunyai harapan, ternyata.

Beberapa hari tidak menulis rangkaian kalimat di dunia maya, aku menulis pada kertas tulis. Lalu, tulisan yang tercipta tersebut aku baca lagi. Aku membacanya dengan suara yang mengalir. Kemudian, ku menyimak untuk beberapa kali. Adapun di antara kalimat-kalimat tersebut berisi kalimat yang intinya begini:

“Pejuang tak pulang sebelum menang. Begitu pula dengan para pejalan. Mereka tidak berbalik arah sebelum sampai pada tujuan. Dan tahukah engkau teman, bahwa pejuang itu adalah engkau. Sedangkan pejalan adalah dirimu yang sedang berjuang untuk menempuh jalan menuju cita. Lalu apakah citamu, teman?.”

Sejenak aku terdiam membaca rangkaian kalimat tersebut. Aku meneruskan pikir. Aku mulai menyadari bahwa memang benar aku belum sampai pada tujuan. Aku belum menang dalam mengalahkan diriku sendiri. Dan yang lebih utama, aku belum sampai pada tujuanku. Sebagaimana yang terangkai indah pada kalimat berikutnya, yang intinya adalah:

“Taklukkanlah medan, temuilah kemah-kemah peristirahatan. Dan semua itu tidak akan engkau temui sebelum engkau wafat.”

Ya, saat ini aku masih hidup. Aku ada. Aku sedang berada di medan penuh perjuangan. Kalau saja sekejap aku lengah, maka aku bisa kalah (terutama oleh diriku sendiri). Lalu, tentang kemah-kemah itu, pun belum ku lihat, meski dari kejauhan. Karena aku tidak tahu, kapankah ajal menjemputku. Sedangkan hari peristirahatanku adalah ketika telah wafat nanti.

“So? What do you wish friend?,” tanyaku pada diriku sendiri.

Aku yang tidak segera menjawab tanyanya, segera bangkit dari posisi semula. Aku tidak duduk lagi. Aku pun bergerak. Aku melangkah, lalu meraih beberapa perlengkapan yang sekiranya aku butuhkan dalam perjalanan. Dan akupun menutup pintu rumahku. Sedangkan pintu hati, ku buka selebar-lebarnya. Karena aku akan memasuki dunia baru. Dunia yang mungkin saja belum aku temui sebelumnya. Dunia yang bisa jadi sudah pernah aku tempuh, namun aku engga ngeh sudah lama di dalamnya. Adapun salah satu dunia tersebut adalah dunia ini. Dunia maya.

“Ngapain aja aku di sini?,” ini adalah tanya yang memenuhi ruang pikirku semenjak tadi pagi. Ya, seharian ia menemaniku. Seharian pula ia menjadi jalan menitiknya airmataku dengan deras.

“Aku ngapain aja di dunia ini, ya?,” aku mengulang tanya yang senada. Tanya yang hari ini sukses membuatku ‘Cried Again.”

“Kita boleh saja menangis karena menginsyafi diri. Lalu, jangan lama-lama terlarut di dalam suasana yang sama, dong! Hayu bangkit dari duduk! Mari bergerak lalu melangkah! Karena dengan cara tersebut, kita dapat menemui pesan baru. Bahkan, tanya yang lebih banyak akan terhadirkan pada diri ini.”

++++++++++
Sekarang aku lagi di Gramedia. Aku baca-baca buku. Karena aku tidak selalu dapat membeli buku. So, baca di tempat juga boleh, kalau di Gramedia mah. Nah! Sini… Sini… Duduk di antara kami. (Syuuuttt… Aku bisikin yach, “Di ujung kursi di mana aku sedang duduk, ada seorang co -cakep kayaknya-. Karena dari tampilan yang ku lihat membayang-bayang, memang begitu. ‘Si dia’ pake kaos putih dan sepatu kets. Akan tetapi, aku ga liat wajahnya. Aku ga berani. So, ga kenalan, dech… “)

— aku pikir, ga rugi. Karena aku punya engkau. Lagi-lagi, aku mesti berjuang untuk mengalahkan diriku sendiri. Berjuang untuk peduli dengan sekitar —

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s