Belajar dari Fanny dan Uchy


Tiffany Cahaya Budiman & Uchy

Tiffany Cahaya Budiman & Uchy

Hari ini, tepatnya tadi pagi Fanny kembali berkunjung. Alhamdulillah, aku sedang ada dikost-kostan pagi ini. Maka kami pun dapat berjumpa lagi, bersua. Ya, memang sudah lama kami belum berjumpa, kiranya.

Fanny adalah adiknya Fitly. Fitly adalah teman satu kostan dengan ku. Aku berada di lantai dua sedangkan Fitly di lantai satu. Jadi ada pemisah antara kami.

Dalam sebuah kesempatan, aku memanggil Fanny agar berada di tengah-tengah lapangan mungil yang terdapat di halaman kostan. Halaman yang kini telah tertata dengan rapi. Adapun rumput-rumput yang baru ditanam beberapa hari yang lalu, terlihat mulai kehijauan. Lalu, ku abadikan Fanny yang juga datang bersama temannya, Uchy yang sedang berdiri di antara rumput-rumput itu.

Dua anak-anak yang masih balita tersebut, membuat ku teringat dengan masa kecil ku. Seingat ku, sangat jarang aku berfoto saat masa kecil dulu. Kecuali hanya beberapa kali saja. Sehingga aku sangat senang kalau melihat gambar-gambar anak kecil. Apalagi kalau mereka senang kalau aku meminta mereka untuk mau difoto. Yach. Seperti yang baru saja berlangsung. Fanny dan Uchy adalah model pada catatan ku kini. Xixii.😀

Fanny kini memang masih belia. Namun aku melihat ada potensi yang sedang ia bawa. Pembawaannya yang sangat energik, lincah dan lucu, sangat berbeda dengan aku ketika masa kecil dulu. Kalau aku, semirip dengan Uchy. Yach, Uchy yang ku lihat lebih sering diam. Ia tersenyum kalau aku menyapanya. Ya, aku ingat dengan masa-masa yang penuh dengan kenangan. Ketika aku adalah seorang gadis kecil yang pendiam. Aku rindu zaman itu. Zaman ketika aku berada di antara teman-teman dan aku lebih sering menjadi pendengar yang baik dari pada bercerita. Dan itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Sampai aku benar-benar tidak lagi belia. Aku adalah seorang gadis kecil yang pendiam.

Kini, ketika aku terus bertumbuh, seringkali aku tidak mau diam. Aku ingin lebih sering bersuara. Aku ingin sampaikan apa saja yang ingin ku suarakan. Karena aku ingin tahu, suara-suara seperti apakah yang muncul dari diri ku. Aku ingin mengetahuinya. Sampai-sampai aku dibilang bawel-lah. Dan akhirnya aku menyadari. Bahwa dengan begini aku menjadi tahu siapa aku. Walaupun ada yang kadang tidak suka kalau aku bersuara, namun aku ingin terus menyuarakan isi hati ku. Karena aku yakin, pasti ada hikmahnya.

Termasuk di sini. Aku akan mendatangi lembaran ini setiap kali aku ingin mensuarakan isi hati. Agar tak kebawa di alam mimpi.

Tak ingin ku biarkan ia hadir, namun belum mengalir. Karena belajar dari pengalaman masa kecil dulu, sebenarnya aku sangat ingin bersuara setiap kali teman-teman bercerita dan berkisah. Karena aku juga mempunyai cerita dan kisah buat teman-teman. Dengan demikian, kami dapat barteran, kannn…? Namun aku hanya menjadi pendengar yang baik bahkan sangat baik. Akibatnya, banyak kisah ku yang masih tersimpan di memori. Ada juga sebagiannya yang abadi di dalam hati. So, mulai saat ini aku sedang berjuang untuk mengalirkannya sedikit demi sedikit, semaksimal upaya ku. Agar aku pun mempunyai sejarah dalam menjalani kehidupan. Agar aku merasakan bahwa kehidupan ku benar-benar hidup. Dan aku senang berbagi.

Banyak waktu yang ingin aku abadikan dalam rangkaian tulisan. Termasuk saat ini. Ketika aku sedang ‘off’ dari kegiatan rutin yang aku lakukan. Makanya aku pun mampir di sini, untuk bermain-main. Untuk menyusun huruf demi huruf yang mensenyumkan. Senyuman yang mampu aku senyumi saat membacanya lagi setelah saat ini. Karena aku yakin, kehadiran ku di sini, bukan tanpa arti. Dengan berada di sini, aku dapat menyapa mu wahai teman, “Bagaimana dengan hari ini mu di sana? Apakah engkau pun sedang ‘off’ dari rutinitas? Atau masih menjalaninya sebagaimana biasa?.”

Beberapa jam lamanya, aku ingin tetap di sini. Untuk menggerakkan jemari dengan lebih cepat lagi. Entah apa yang aku tulis saat ini. Aku pun belum mengetahui temanya. Yang jelas, aku sedang ingin berbagi. Berbagi suara hati, tepatnya#.

***

Tentang siapakah aku pada masa kecil dulu? Merupakan hasil flash back ku. Agar, darinya aku dapat menjadikan sebagai landasan untuk segera menjadi diri ku saat ini. Karena aku sangat ingin menjadi diri ku saja, ketika ada yang menanya apakah cita ku saat ini.

Memang… Memang seringkali ku menjawab dengan jawaban yang lain, pada masa yang sebelumnya. Pernah aku menjawab ingin menjadi insinyur pertanian, namun aku sedang tidak melanjutkan pendidikan pada bidang yang sama, saat ini. Pernah pula aku menjawab ingin menjadi dosen. Ah, aku yakin dapat mencapainya. Aamiin. Dan kini, ketika aku sedang berada pada saat ini, maka menjadi diri sendiri adalah pilihan ku.

Bersama cita yang berdiri tegak di masa depan dan sedang melambai-lambaikan jemarinya untuk merengkuhku, aku membalas dengan senyuman. Untuk masa lalu yang telah lama berlangsung dan ‘tidak akan pernah ku temui’ lagi karena sangaaaat jauhnya, maka aku menjadikannya sebagai pengalaman yang paling berharga. Sedangkan tentang hari ini, aku ingin lebih baik lagi dari hari kemarin. Semoga esok ku menjadi semakin baik. Aamiiin.🙂

Aku ingin engkau pun sama dengan ku, teman. Karena kita bersahabat. Persahabatan yang tidak mengenal sisi usia, lokasi, pun taraf hidup. Karena aku pun demikian.

Meskipun Fanny dan Uchy masih belia, kini. Namun bagi ku mereka adalah para sahabat yang baik. Aku mempersahabati mereka dengan sebaik-baiknya. Karena dalam yakin ku, mereka adalah pribadi-pribadi yang akan bertumbuh menjadi seorang yang berarti ketika besar nanti.

Lihatlah Fanny yang penuh antusias, belajarlah darinya yang sangat periang. Pandanglah Uchy yang pendiam dan tidak banyak bicara, belajarlah darinya tentang bagaimana cara menjadi pendengar yang baik.

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

My Surya
YM :: maryas_y
Blog :: http://livelysmile.wordpress.com


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s