Harapan


In Hope

In Hope

Harapan. Tiba-tiba saja aku teringat dengan satu kata ini. Kata yang telah berimbuhan -an pada akhirannya. Harapan yang mengingatkanku pada cita dan beraneka cita, termasuk cinta. Aku masih mempunyai harapan dalam menjalani kehidupan ini. Sehingga, aku masih mau untuk melangkah hari ini. Dan saat ini adalah harapan tertinggi ku. Lalu, aku merangkai harapan dengan senyuman.

Sekilas melihat draft Invoice untuk bulan depan yang sedang ku kerjakan, ada angka berbeda yang tercantum di dalamnya. Ya, Januari tahun 2013. Dan bulan tersebut sedang ku pandangi dengan sepenuh hati. Bulan yang akan hadir beberapa hari lagi, tidak sampai satu bulan. Aha! Aku teringat dengan satu harapan yang terus ku jaga hingga saat ini. Karena memang benar, harapan tersebut masih menjadi harapan. Dan harapan ini pun pernah aku rangkai dalam barisan kalimat pada catatan harian ku yang lalu. Harapan menikah di tahun 2013. Yes, ini harapan ku. Dan aku sedang bercengkerama dengan dia dan dirinya saat ini. Harapan yang pernah ada. Dan harapan tersebut akan selalu ada. Hingga nanti ia menjadi nyata, sang harapan akan menjadi jalan yang mengingatkan ku pada hari ini, saat ini. Harapan yang ketika ia belum menjadi kenyataan, aku harap sungguh harap dengannya. Inilah harapan ku.

Harapan sebagai seorang putri yang ingin membahagiakan kedua orang tuanya karena beliau mempunyai harapan tentang hal ini. Harapan seorang calon Ibu yang akan menitipkan harapan pula terhadap buah hatinya, kelak. Harapan seorang adik, seorang kakak, seorang sahabat dan teman. Dan tentu saja harapan seorang calon istri. Dan itulah aku saat ini.

Aku mempunyai kedua orang tua yang berharap. Aku mempunyai harapan untuk menjadi orang tua. Aku mempunyai teman-teman yang juga mengharapkan aku menikah. Dan aku mempunyai adik yang pun berharap mempunyai kakak berikutnya. Aku mempunyai kakak yang tentu saja menerima dengan senang hati, adik baru nya yang akan hadir di dalam kehidupan kami. Dan yang menjadi pertanyaan di sini, hingga saat ini, siapakah seorang yang akan menikah dengan ku? Hoho. 😀

Tentang keberadaan beliau, mungkin saja aku telah lama berkenalan. Bisa jadi kami belum pernah bersapaan. Dan besar kemungkinan, kami telah lama berteman namun belum pernah bertemuan. Oh, ini masih rahasia. Dan inilah salah satu rahasia tentang kehidupan yang semua kita tentu mempertanyakan. Engkau yang saat ini telah menikah, apakah sebelumnya bertanya di dalam hati, tentang “Siapakah pendamping ku nanti?”

Pernahkah teman?

Lalu, bagi engkau yang saat ini masih belum bersua dengan beliau, sahabat hati, apakah menanyakan hal yang serupa? Ya, sebagaimana yang aku  alami saat ini. Aku yang bertanya, aku masih menanya, Dan aku tidak sedang bertanya-tanya. Hanya aku inginkan tanya itu memprasasti di sini. Lalu, aku pun melangkah lagi. Aku bergerak untuk terus melanjutkan langkah-langkah dalam kehidupan. Karena dalam yakin ku, beliau pun sekarang sedang dalam perjalanan. Hanya kami belum menempuh jalan yang sama, maybe. Makanya, saat ini belum bersua.

“Teringat ku pada seorang insan yang saat ini sedang membawa bagian dari hati ku yang lain. Apakah beliau saat ini sedang baik-baik saja, ya?”

Oia, aku hampir lupa. Adapun catatan singkat sore ini, terinspirasi dari profil picture Siti, my eks neighbour sekaligus teman kost-kostan ketika kita tinggal di humz Bapak Darsono. Picture yang sedang terpampang dengan anggun, menarik perhatian ku. Entah dari mana Siti memperolehnya. Aku belum dapat menanyakan kepada Siti secara langsung. Karena beliau sedang tidak di tempat. Beliau lagi off dari aktivitas online. So, pinjem picturenya ya Siti yaach, bisik ku.

***

Eh, beberapa saat kemudian, Siti muncul dan online. Aku pun langsung minta izin untuk save.

Buat peng-create this picture, I say: “Thank you so much, yes?”

🙂🙂🙂 PRASASTI KITA 🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu, kini tak lagi begitu.
Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah.
Buka mata, lalu melihatlah.
Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah.
Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan.
Indera penciuman, ada pada hidungmu.
Pedulilah pada lingkungan.
Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

KITA TETAP SAHABATAN YAH..,
YM :: maryas_y
PADA SUATU HARI CATATAN-CATATAN INI MENJADI PENGINGAT, BAHWA KITA PERNAH BERAKTIVITAS BERSAMA DI DUNIA


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s