Twitter is a Way to Make Us Connecting


English: ananda Español: ananda ananda ananda

English: ananda Español: ananda ananda ananda (Photo credit: Wikipedia)

One day I wish write like this  🙂  “@LindaJNance: This book is more than my story it is my hope http://www.amazon.com/Will-Up-Today-Journey-ebook/dp/B00730UT6A/ref=sr_1_3_title_1_kin?s=books&ie=UTF8&qid=1354724987&sr=1-3&keywords=linda+nance … … We can never give up.”

Agree… Fokus Hari ini.

Masa berganti. Jam terus bergulir dari detik ke detik. Sedangkan waktu tidak pernah menunggu. Lalu, apakah yang engkau tunggu? Bergeraklah! Di balik tirai penantian aku mendoakan engkau untuk pertemuan kita. Keep in hope and do your best effort, now.  #sahabatmentari adalah adik manis yang ingin bertemu matahari untuk membersamainya tersenyum saat menyinari bumi, hingga akhir usia as #lifetimefriend. Aamiin ya Rabbal’alamiin…. Ingat Bundaaa… Terharu^^.

Beautiful Me. Friendship. The meaning of friendship is too deep. Need long time to get the meaning of it. Sahabat… #4U. Thanks a bunch yaa… Motivate your self first then you can motivate others. Begin it now with your more beautiful smile. #myinspirator.

***

Kalimat demi kalimat yang terdapat pada awal catatan kali ini saya kutip dari note akun twitter. Kalimat-kalimat tersebut saya rangkai sebelum bertemu dengan seorang teman lain di twitter dengan akun https://twitter.com/AZRevPublisher. Setelah saya telusuri, ternyata teman baru ini sedang menyelenggarakan sebuah proyek menulis dengan tema #SuratUntukIbu. Saya tertarik. Saya langsung ingat Ibunda nun yang saat ini jauh di mata. Ya, Ibunda sedang berada di kampung halaman tercinta, Sumatera Barat. Sedangkan saya di perantauan, Jawa Barat.

Melalui surat ini, ingin ku menitip rangkaian suara hati teruntuk beliau yang sangat ku sayangi. Buat mu Ibu, Ananda menyusun huruf dari A hingga Z, untuk meluahkan segala rasa. Agar sampaikan beberapa di antara kepada Ibunda yang berada di sana. Salah satunya adalah tentang permohonan maaf terdalam. Karena hingga saat ini, Ananda masih berjuang untuk mencapai segala asa dan meraih cita bersama cinta. Ya, dengan harapan agar salah satu impian terbesar Ibunda dapat menjadi kenyataan, hendaknya. Aamin.

Wahai Ibunda, dalam perjalanan panjang kehidupan yang sedang Ananda tempuh hingga saat ini, tidak terlepas dari tatapan kasih sayang Ibunda yang mengalir senantiasa. Ia ada, di sepanjang jalan yang Ananda lewati. Sebagaimana kasih sayang Ibunda yang tiada bertepi, begitu pula dengan harapan yang hingga saat ini Ananda jaga. Setiap kali menjejakkan kaki menapak bumi, setiap itu pula Ananda teringat dengan Ibunda. Ibunda yang penuh dengan pengorbanan, Ibunda yang penuh dengan perjuangan. Wahai, perjuangan Ananda belumlah sebanding kiranya dengan jasa-jasa Ibunda. Namun demikian, Ananda ingin menelusuri perjalanan ini terus, agar Ananda dapat menjadi seperti Ibunda.

Adapun salah satu harapan Ibunda adalah agar Ananda tidak berjalan sendiri. “Carilah teman, Nak..?!,” begini Ibunda menitip pesan pada suatu hari yang lalu. Ketika kita mempunyai kesempatan untuk bertemu suara. Ketika kita saling bertukar senyuman dari hati. Ya, kita belum dapat bertatap mata dalam nyata, hanya saja, kehadiran Ibunda begitu jelas dan ada.

Ibunda, sebaris kalimat yang Ibunda sampaikan pada Ananda, begitu dalam maknanya. Mencari teman, berarti menemukan pendamping hidup. Dan untuk saat ini, Ananda masih dalam perjuangan, Bun… Mohon doakan Ananda, agar bertemu dengan putra pilihan yang paling bertaqwa kepada-Nya. Sesuai dengan harapan Ibunda yang berikutnya, “Carilah teman, namun teman yang beriman. Yang  mau dan mampu mengingatkan diri, bahwa kita tidak selamanya di dunia. Ada negeri lain yang akan kita tempuhi.

Iya, baik Ibunda, insyaAllah. Dengan doa Ibunda, semoga tercapai segala cita, cinta dan harapan. Dan Ananda menulis surat teruntuk Ibunda saat ini, sebagai permohonan maaf Ananda karena belum dapat mencapai apa yang Ibunda cita. Semoga surat berikutnya, adalah tentang kabar dirinya, sahabat Ananda dalam perjalanan, teman seperjuangan.

Wahai Ibunda, dapat Ibunda ketahui bahwa saat Ananda menulis surat ini, dengan senyuman. Karena Ananda bertemu dengan satu jalan yang dapat menyampaikan permohonan maaf ini terhadap Ibunda. Dan Ananda yakin Ibunda pun tersenyum pada saat membacanya. Berhubung ada satu pesan Ibunda yang lain dan saat ini sedang Ananda jalani. “Berterima kasihlah Nak, terhadap sesiapapun yang menjadi jalan tersenyummu di sana. Dan A-Z Revolution adalah jalan yang berjasa menyampaikan surat Ananda kali ini, terhadap Ibunda. Terima kasih yaa, A-Z Revolution.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s